Website Olahraga

Neuromuscular Junction dalam Olahraga

Wednesday, March 04, 2015

Neuromuscular Junction dalam Olahraga

Semua aktifitas tubuh manusia yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar dikoordinasi oleh sistem saraf yang bekerja sama dengan dengan sistem hormon sebagai pusat pengatur. Sistem saraf terdiri dari benang-benang panjang yang terbentang mulai dari otak, sumsum tulang belakang dan ganglion yang menyebar ke seluruh tubuh. Aktifitas seperti mengetik dan menulis dikoordinasi oleh sistem saraf berupa mengkoordinasi mata dengan tangan, begitu pula dengan aktifitas olahraga seperti berlari, berenang, dsb, dikoordinasi oleh sistem saraf.

Ketika sistem saraf memberikan perintah kepada otot maka terjadilah gerakan. Perintah tersebut dirambatkan melalui sel-sel saraf yang ada di dalam tubuh ke otot, antara sistem saraf dengan serabut otot ada semacam hubungan yang menyebabkan terjadinya gerakan yang disebut neuromuscular junction.

Pada saat melakukan aktifitas fisik atau olahraga tubuh kita bergerak sesuai perintah dari sistem saraf. Perintah tersebut disampaikan pada otot melalui neuromuscular junction, impuls-impuls saraf tersebut disampaikan dengan bantuan cairan neurotransmitter. Penerapan konsep neuromuscular junction pada kegiatan olahraga dan proses atau mekanisasi terjadinya gerakan otot yang berawal dari adanya rangsang kemudian saraf memberi perintah ke otot melalui neuromuscular junction serta efek dari intensitas suatu aktifitas yang berlebihan terhadap neuromuscular junction.

A. Anatomi Sel Saraf

Sel saraf
Saraf atau neuron terdiri atas 3 bagian yaitu :
  1. Badan sel
  2. Neurit (axon) merupakan ekor dari sel saraf.
  3. Dendrit yaitu berupa penjuluran yang keluar dari badan sel dan berfungsi untuk menerima rangsangan.

NEUROMUSCULAR JUNCTION DALAM OLAHRAGA

B.   Jenis saraf dengan fungsinya

1. Saraf motorik  (saraf penggerak)

Fungsinya : membawa rangsangan dari sistem saraf pusat menuju ke otot dan kelenjar, akibatnya otot menegang (kontraksi) dan kelenjar mengeluarkan getah.

2. Saraf sensorik (saraf perasa)

Fungsinya : saraf yang membawa rangsangan dari luar menuju saraf pusat.

C.    Sinaps

sinapsSinapsis adalah titik temu antara terminal aksonsalah satu neurondengan neuron lain. Sinapsis dibentuk oleh terminal aksonyang membengkak. Di dalam sitoplasmasinapsis, terdapat vesikula sinapsis. Ketika impuls mencapai ujung neuron, vesikula akan bergerak, lalu melebur dengan membran pra-sinapsis dan melepaskan asetilkolin. Asetilkolin berdifusi melalui celah sinapsis, lalu menempel pada reseptor di membran pasca-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Enzim asetilkolinesterase menguraikan asetilkolin yang tugasnya sudah selesai. Untuk lebih memperjelas bisa dilihat gambar sinaps di bawah ini.

D.    Impuls saraf

Dalam peristiwa perambatan impuls saraf ada media yang berperan penting yaitu membran potensial. Membran potensial adalah membran yang mampu menghantarkan impuls dan mengadakan perubahan potensial listrik disepanjang kedua sisi membran.

Istilah dengan peristiwa perambatan impuls :
  1. Polarisasi membran : membran sel saraf dalam keadaan normal.
  2. Depolarisasi memrbran : membran sel saraf tereksitasi/terjadi arus listrik yang dirambatkan disepanjang membran.
  3. Repolarisasi membran : proses pemulihan muatan positif dan muatan negatif yang ada dalam membran sel saraf  pada keadaan normal.

E.   Neuromuscular Junction

Suatu berkas syaraf mempunyai cabang-cabang yang mengendalikan beberapa serabut otot. Kira-kira 100 – 150 serabut otot dapat dikendalikan oleh satu motor unit (saraf motorik beserta serabut otot yang dilayaninya). Hubungan antara saraf dengan serabut sehingga terjadi gerakan disebut neuromuscular junction atau myoneural junction. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Dalam hubungan antara saraf dengan otot, ujung serabut saraf mengeluarkan cairan apabila ada sinyal. Cairan yang keluar dari ujung saraf disebut: chemical transmitter, misalnya acetyl cholin. Acetyl cholin ini berfungsi sebgai zat yang mampu untuk mengeksitasi serabut otot sehingga terjadi arus listrik dan meningkatkan permiabilitas membran sehingga membran otot tersebut mudah untuk dilalui/dirambati impuls. Dengan keadaan demikian akan mempercepat terjadinya gerakan oleh efektor.

F.    Timbulnya Kontraksi Otot

Timbulnya kontraksi pada otot mulai dengan potensial aksi (Potensial aksi adalah aliran ionik positif dan negatif yang bergerak di membran sel) dalam serabut – serabut otot. Potensial aksi ini menimbulkan arus listrik yang menyebar ke bagian dalam serabut, dimana menyebabkan dilepaskannya ion-ion kalsium dari retikulum sarkoplasma. Selanjutnya, ion kalsium menimbulkan peristiwa-peristiwa kimia proses kontraksi.

G.     Perangsangan Serabut Otot oleh Saraf

Dalam fungsi tubuh normal, serabut –serabut otot dirangsang oleh serabut – serabut saraf bermielin. Serabut –serabut saraf ini melekat pada serabut otot dalam hubungan saraf otot (neuromuscular junction) yang terletak di pertengahan otot. Ketika potensial aksi sampai pada neuromuscular junction, terjadi depolarisasi dari membran saraf, menyebabkan dilepaskan Acethylcholin, kemudian akan terikat pada motor end plate membrane, menyebabkan terjadinya pelepasan ion kalsium yang menyebabkan ikatan actin – myosin yang akhirnya terjadi kontraksi otot. Oleh karena itu, potensial aksi menyebar dari tengah serabut ke arah kedua ujungnya, sehingga kontraksi hampir bersamaan terjadi di selururh sarkomer otot.

Gerakan-gerakan yang ditimbulkan melalui kontraksi otot muncul dari adanya perintah dari saraf yang dikirim berupa impuls melalui sel-sel saraf yang ada dalam tubuh kita. Perambatan impuls tersebut  dihantarkan  ke otot melalui neuromuscular junction sehingga sampailah apa yang diperintahkan oleh saraf terhadap otot.

Dalam hubungan antara saraf dengan otot, ujung serabut saraf mengeluarkan cairan apabila ada sinyal. Cairan yang keluar dari ujung saraf disebut: chemical transmitter, misalnya acetyl cholin. Acetyl cholin ini berfungsi sebgai zat yang mampu untuk mengeksitasi serabut otot sehingga terjadi arus listrik dan meningkatkan permiabilitas membran sehingga membran otot tersebut mudah untuk dilalui/dirambati impuls. Dengan keadaan demikian akan mempercepat terjadinya gerakan oleh efektor.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH