Website Olahraga

Cooper Tes 12 Menit

Sunday, April 26, 2015

Cooper Tes 12 Menit

Salam sobat pembaca HIIT,
Kali ini penulis akan membahas mengenai instrumen tes untuk mengukur kualitas kebugaran jasmani. Pembahasan pada postingan ini adalah tes lari cooper 12 menit, tes ini sangat populer untuk mengukur kebugaran jasmani dan sudah biasa dipakai di beberapa klub olahraga untuk mengukur kebugaran pemainnya. Pengambilan data dari tes cooper ini adalah berupa jumlah jarak yang bisa ditempuh selama 12 menit melakukan lari.

Tes Cooper 12 Menit
Administrasi Pelaksanaan Tes
a. Tujuan tes : untuk mengetes kebugaran aerobik (kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen pada saat lari)
b. Alat yang dibutuhkan : track lari, stopwatch, recording sheet.
c. Pelaksanaan tes :  Partisipan melakukan lari di dalam track selama 12 menit, kemudian total jarak dihitung setelah 12 menit lari. Diperbolehkan untuk jalan kaki, akan tetapi jarak yang dihasilkan kan sedikit.
Track Cooper 12 menit
d. Skoring : Cara untuk menentukan nilai VO2max dari jarak yang diraih pada saat melakukan tes cooper 12 menit adalah dengan menggunakan rumus, VO2max = (22.35 x kilometers) - 11.29. Setelah didapat skor VO2maxnya, untuk menentukan tingkat kebugaran jasmaninya dibantu oleh tabel norma cooper, yang bisa dilihat di bawah ini.
Untuk laki-laki
Age Excellent Above Ave Average Below Ave Poor
Male 20-29 > 2800m 2400 - 2800m 2200 - 2399m 1600 - 2199m < 1600m
Males 30-39 > 2700m 2300 - 2700m 1900 - 2299m 1500 - 1999m < 1500m
Males 40-49 > 2500m 2100 - 2500m 1700 - 2099m 1400 - 1699m < 1400m
Males 50+ > 2400m 2000 - 2400m 1600 - 1999m 1300 - 1599m < 1300m
Untuk perempuan
Age Excellent Above Ave Average Below Ave Poor
Females 20-29 > 2700m 2200 - 2700m 1800 - 2199m 1500 - 1799m < 1500m
Females 30-39 > 2500m 2000 - 2500m 1700 - 1999m 1400 - 1699m < 1400m
Females 40-49 > 2300m 1900 - 2300m 1500 - 1899m 1200 - 1499m < 1200m
Females 50+ > 2200m 1700 - 2200m 1400 - 1699m 1100 - 1399m < 1100m
e. Target tes :  tes ini cocok untuk semua kalangan yang suka olahraga atau pun tidak, bahkan tes ini bisa di modifikasi dengan aktifitas jalan saja.
f. Referensi : The original article that describes this test: Cooper, K. H. (1968) A means of assessing maximal oxygen uptake. Journal of the American Medical Association 203:201-204.