Website Olahraga

Kasein Sebagai Sumber Protein Untuk Pembentukan Tubuh Ideal

Friday, May 22, 2015

Kasein Sebagai Sumber Protein Untuk Pembentukan Tubuh Ideal

Salam sobat HIIT. Postingan kali ini akan membahas mengenai suplemen atau nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan otot kita menjadi lebih ideal. Banyak sekali komponen nutrisi yang bisa membantu mempercepat pembentukan otot diantaranya adalah whey protein yang berfungsi sebagai pembentuk massa otot kita, akan tetapi selain whey protein, ada sumber protein lain yang cukup populer di kalangan fitnessmania, terutama bagi mereka yang ingin membentuk tubuh ideal. Sumber protein tersebut adalah kasein protein.

Seperti halnya whey protein, kasein juga banyak terkandung dalam susu. Bahkan kandungan kasein dalam susu jauh lebih besar dibanding whey protein yakni sekitar 80 persen kasein dan 20 persen whey protein.

Satu hal yang membedakan kasein protein dengan whey protein adalah proses pencernaannya. Penelitian membuktikan bahwa proses pencernaan kasein terbukti lebih lambat daripada whey protein.

Lebih lanjut penelitian tersebut mengungkapkan bahwa sesaat setelah dikonsumsi, kasein protein akan diubah menjadi seperti gel sehingga organ pencernaan akan mencerna lebih lambat. Proses pencernaan ini bisa memakan waktu antara 3-4 jam. Kondisi inilah yang membuat tubuh Anda mendapatkan asupan protein secara berkala selama periode waktu tersebut.

Proses pencernaan yang lambat tersebut juga bermanfaat untuk mencegah pemecahan protein dan asam amino menjadi energi (katabolik), terutama saat tubuh kehabisan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Selain itu, proses ini juga bisa menimbulkan rasa kenyang lebih lama, sehingga nafsu makan Anda lebih terkontrol, khususnya bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan.

Seimbangkan Kadar Nitrogen Dalam Darah

Manfaat lain yang bisa diambil dari sifat kasein yang dicerna lebih lambat daripada whey protein adalah, otot mendapatkan pasokan asam amino secara berkala dan memberikan dorongan berkelanjutan untuk keseimbangan nitrogen (keseimbangan nitrogen sangat penting untuk membangun otot) terutama pada saat metabolisme protein di otot.

Cegah Penyusutan Otot

Sebuah studi di Amerika mencoba menggali lebih lanjut tentang manfaat yang bisa diambil dari kasein protein. Peneliti memberikan dosis 30 gr whey protein dan kasein protein kepada lebih dari 50 partisipan yang turut serta dalam studi ini.
Peneliti mengukur efek anabolik partisipan selang 7 jam kemudian. Hasilnya, partisipan yang mengonsumsi whey protein mengalami peningkatan sintesa asam amino dan protein dalam darah mereka, tetapi kondisi ini hanya terjadi sementara.
Sedangkan mereka yang diberi kasein protein diketahui mengalamai peningkatan sintesa asam amino dan protein dalam waktu yang lebih lama sekaligus berhasil mengurangi risiko penggunaan protein sebagai sumber energi hingga 34 persen.
Para ahli pun menyimpulkan, karena whey protein mempunyai kelebihan meningkatkan sintesa asam amino dan protein sedangkan kasein protein dapat melakukannya secara berkala, maka kombinasi keduanya bisa menjadi solusi yang tepat untuk program pembentukan otot.

Bantu Pembakaran Lemak

Kasein merupakan sumber protein dan kalsium yang tepat untuk pembentukan tubuh. Seperti kita tahu bahwa kedua nutrisi ini berperan penting dalam proses pembakaran lemak.
Edward Melanson, PhD, dan James Hill, PhD, melakukan penelitian pada 35 orang dewasa sehat non-obese dan dalam jangka waktu 24 jam kemudian diukur pengeluaran energi mereka sehari-hari.
Penelitian ini menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi kalsium lebih banyak menggunakan lebih banyak lemak sebagai bahan bakar dibandingkan dengan mereka yang asupan kalsiumnya lebih rendah.
Dalam dekade terakhir, banyak studi klinis yang dilakukan menunjukkan bahwa asupan kalsium yang tinggi dapat mengubah metabolisme sel-sel lemak, menyebabkan berkurangnya lemak yang disimpan dan lebih banyak lemak yang akan dipecah dan dibakar jadi energi.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa orang dengan asupan kalsium yang tinggi memiliki berat badan dan persentase lemak tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang dengan asupan kalsium rendah, yang memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi. Asupan kalsium harian yang rendah juga dikaitkan dengan kecenderungan peningkatan berat badan lebih besar, terutama pada wanita.