Website Olahraga

Kepelatihan (Coaching) dan Aspek yang Dilatihkan

Monday, May 18, 2015

Kepelatihan (Coaching) dan Aspek yang Dilatihkan

Salam sobat HIIT. Postingan kali ini akan membahas mengenai konsep kepelatihan, mulai dari pengertian, aspek yang dilatih dll. Banyak sekali praktisi olahraga yang sudah mulai membina anak didiknya dari awal berlatih sampai sukses menjadi atlet yang berprestasi di berbagai cabang olahraga, ada juga yang mendapatkan hasil kurang maksimal. Sebelum kita terjun ke lapangan menjadi pelatih, alangkah baiknya menyimak penjelasan mengenai kepelatihan di postingan ini.

Kepelatihan

Kepelatihan (Coaching) dalam bidang apapun adalah meningkatkan ilmu, keterampilan, dan kinerja peserta pelatihan setinggi mungkin dalam bidang yang ditekuninya. Demikian pula dalam kepelatihan olahraga, pengertian dan tujuan kepelatihan olahraga adalah meningkatkan ketiga unsur tersebut agar para atletnya mampu mencapai prestasi semaksimal mungkin. Karena itu tugas seorang pelatih adalah membantu atletnya untuk meningkatkan prestasi olahraganya setinggi-tingginya.

Aspek yang dilatih

Kepelatihan (Coaching) dan Aspek yang DilatihkanPertanyaannya adalah aspek apa saja yang bisa dilatihkan oleh seorang pelatih pada atletnya?. Ada 4 aspek yang harus dilatihkan oleh pelatih pada atletnya untuk membantu meraih prestasi maksimal, aspek tersebut adalah 
  1. Aspek fisik
  2. Aspek teknik
  3. Aspek taktik dan
  4. Aspek mental
Keempat aspek tersebut harus diterapkan secara sistematis, terencana, serempak dan sinergis. Jika satu aspek tidak dilatihkan, tidak akan mungkin prestasi maksimal bisa diraih. Beberapa aspek tersebut dituangkan dalam sebuah program latihan untuk menghadapi sebuah kompetisi atau turnamen.
  1. Latihan teknik, latihan untuk meningkatkan kemahiran atlet dalam menguasai teknik gerakan yang ada dalam cabang olahraga yang ditekuninya.
  2. Latihan taktik, latihan untuk meningkatkan daya tafsir atlet terhadap pola-pola permainan yang diinstruksikan oleh pelatih sehingga lawan pada saat bertanding tidak mempunyai celah atau kesempatan untuk mengalahkan kita.
  3. Latihan fisik, latihan untuk mempersiapkan fisik menghadapi tekanan-tekanan fisik dalam latihan dan pertandingan. Mencakup komponen-komponen fisik antara lain kekuatan otot (strength), daya tahan (endurance), kelentukan (fleksibilitas), daya ledak otot (power), daya tahan otot, stamina, kelincahan (agility) dsb.
  4. Latihan mental, latihan mental adalah latihan yang menekankan pada perkembangan kedewasaan atlet dan perkembangan emosional seperti semangat bertanding, sportivitas, percaya diri dll.
Supaya proses coaching bisa berlangsung secara sistematis, terencana, dan dari hari ke hari bisa menghasilkan kemajuan prestasi pada atletnya, maka pelatih terikat oleh seperangkat aturan-aturan dan prinsip-prinsip coaching. Prinsip-prinsip tersebut berlaku secara universal, artinya berlaku dimana saja, dan harus dipatuhi oleh setiap pelatih kalau dia ingin meningkatkan performa pelatihnya serta prestasi atletnya secara maksimal.