Website Olahraga

Aspek Psikologis Atlet, Penentu Prestasi

Monday, June 08, 2015

Aspek Psikologis Atlet, Penentu Prestasi

Salam sobat pembaca HIIT. Seorang atlet tentunya memiliki tujuan untuk mencapai prestasi setinggi mungkin. Ketika atlet memperoleh prestasi pada level daerah misalkan, maka perjalanan prestasinya tidak cukup sampai level tersebut melainkan akan terus naik sampai level tertinggi dalam cabang olahraga yang dia tekuni. Untuk mendukung performa atlet supaya grafiknya terus meningkat dibutuhkan latihan yang sangat disiplin dan sangat ketat sekali. Latihan harus tertuju pada dua sisi diri kita sebagai manusia yang di dalamnya terdapat fisik dan psikologis. Fisik sudah pasti diberikan kepada para atlet oleh para pelatih melalui program latihan. Tapi jangan kita lupakan faktor psikologis yang memang jarang diketahui oleh pelatih. Psikologis sangatlah unik sekali untuk dipelajari, dalam sekejap saja terpengaruh oleh suasana lingkungan kondisi psikologis dapat berubah secara tiba-tiba. Dalam postingan ini akan mengungkap aspek psikologis apa saja yang menjadi faktor penentu seorang atlet bisa berprestasi secara maksimal.

Aspek Psikologis Penentu Prestasi Atlet

1. Motivasi
Aspek ini mencerminkan kemampuan atlet untuk memotivasi diri dan untuk mengarahkan energi ke arah tujuan yang jelas. Motivasi ini bisa diukur dengan melakukan tes menggunakan kuesioner berisi beberapa pernyataan yang bisa di respon oleh atlet melalui pilihan angka-angka di samping pernyataan tersebut. Perolehan skor yang lebih besar (lebih dari 17) dalam kuesioner, mempunyai arti bahwa atlet perlu melihat secara dekat pada tujuan dan usaha pada waktu latihan dan pertandingan.

2. Fokus
Kemampuan kunci pada semua cabang olahraga adalah kemampuan memfokuskan konsentrasi pada sesuatu yang penting dan oleh karena itu atlet akan mampu mengatasi gangguan-gangguan. Perolehan skor yang lebih besar dalam kuesioner (lebih dari 17) mengandung arti bahwa atlet akan memperoleh beberapa peningkatan penampilan yang nyata melalui kerja keras pada bidang ini.

3. Percaya diri
Untuk dapat tampil konsisten, khususnya dalam kompetisi internasional, seorang atlet memerlukan tingkat percaya diri terhadap kemampuannya dengan memadai. Perolehan skor dalam kuesioner lebih besar (lebih dari 17) mengandung pengertian bahwa atlet akan memperoleh keuntungan dari kematangan rasa percaya dirinya.

4. Pengendalian
Walaupun sulit dilakukan pada saat pertandingan, kemampuan mengendalikan pikiran dan perasaan merupakan aspek penting untuk dapat tampil lebih baik. Perolehan skor besar dalam kuesioner (lebih dari 17) pada aspek ini, mengandung arti bahwa atlet perlu bekerja keras untuk peningkatan keterampilan ini dan program dasar pengendalian dapat membantu mengatasinya melalui relaksasi, visualisasi dan penetapan strategi-strategi pertandingan.

5. Visualisasi
Kemampuan penting lainnya dalam olahraga adalah visualisasi atau latihan mental (mental rehearsal). Pada umumnya para atlet top melakukan latihan visualisasi secara teratu sebagai bagian tak terpisahkan dari menu latihannya. Peroleh skor besar daripada 17 pada aspek ini, mengandung arti bahwa program ini akan mampu membawa atlet pada sejumlah cara untuk meningkatkan kemampuan visualisasinya.

6. Persiapan (Preparation)
Perolehan skor lebih besar daripada 17 pada aspek ini mengandung arti bahwa melalui latihan pra-kompetisi secara rutin, atlet akan menjadi lebih konsisten dalam penampilan. Program latihan akan memberikan banyak gagasan dan teknik-teknik yang berperan terhadap peningkatan penampilan seorang atlet.
Itulah aspek psikologi penentu seorang atlet akan bisa berprestasi secara maksimal. Untuk mengukurnya menggunakan kuesioner Aspek Psikologis Atlet. Instrumen tes berupa kuesioner mengenai aspek psikologis penentu prestasi atlet bisa dibuka pada postingan Instrumen Tes Aspek Psikologis Penentu Prestasi Atlet.

Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Terima Kasih