Website Olahraga

Instrumen Tes Kondisi Fisik Dasar Kekuatan, Kelentukan Dan Kecepatan

Saturday, June 20, 2015

Instrumen Tes Kondisi Fisik Dasar Kekuatan, Kelentukan Dan Kecepatan

Salam sobat HIIT, postingan kali ini akan membahas mengenai beberapa alat tes untuk mengukur komponen kondisi fisik dasar untuk beberapa cabang olahraga. Petunjuk pelaksanaan suatu tes, sangat banyak pengaruhnya terhadap objektivitas, keterandalan (realibilitas), dan kesasihan (validitas) suatu tes. Petunjuk pelaksanaan suatu tes merupakan penjelasan mengenai bagaimana tes itu harus dilaksanakan dan bagaimana cata pemberian skor. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pelaksanaan pengukuran dari masing-masing komponen fisik dasar cabang olahraga.

Administrasi Pelaksanaan Tes Kondisi Fisik Dasar

1. Hand dynamometer
Tujuan tes ini adalah untuk mengukur komponen kekuatan otot lengan. Alat yang dibutuhkan adalah Hand dynamometer
Pelaksanaan tes :
a. sampel berusaha menekan alat dengan kedua tangan secara bersama-sama sekuatnya, kemudian alat tersebut menunjukkan besarnya dari kemampuan menekan sampel tersebut.
b. sampel berusaha untuk menarik alat tersebut dengan kedua tangan berlawanan arah sekuat-kuatnya, pada alat tersebut dapat terlihat besarnya kemampuan menarik dari orang tersebut.

2. Back dynamometer
Tujuan tes ini untuk mengukur komponen kekuatan otot punggung. Alat yang digunakan adalah Back dynamometer.
Pelaksanaan tes :
Sampel berdiri, panggul dirapatkan ke dinding, badan dibungkukkan ke depan. kedua tangan lurus memegang dynamometer dengan kedua lengan lurus. Kemudian orang berusaha sekuat-kuatnya mengangkat badannya ke atas, sehingga menuju kepada sikap berdiri tegak. Alat tersebut menunjukkan angka yang menyatakan besarnya kekuatan kontraksi dari otot punggung tersebut.
Skor : Besarnya kekuatan tarikan otot punggung sampel yang dapat dilihat pada alat pengukur, setelah sampel melakukan tes tersebut.

3. Leg dynamometer
Tujuan tes ini untuk mengukur kekuatan otot tungkai. Alat yang digunakan adalah leg dynamometer.
Pelaksanaan tes :
Sampel memakai pengikat pinggang, kemudian berdiri dengan menekukkan kedua lututnya hingga bersudut kurang lebih 45 derajat,  lalu ikat pinggang tersebut dikaitkan pada leg dynamometer. Setelah itu sampel berusaha sekuat mungkin meluruskan kedua tungkainya. Setelah meluruskan tungkai secara maksimal kemudian dilihat jarum pada alat leg dynamometer menunjukkan angka berapa. Angka tersebut menyatakan besarnya kekuatan otot tungkai sampel.
Skor :
Besarnya kekuatan otot tungkai, yang dapat dilihat pada alat tersebut menyatakan besarnya kekuatan otot tungkai tersebut, yang diukur dalam G.

4. Flexometer
Tujuan tes ini untuk mengukur komponen fleksibilitas (kelentukan). Alat yang dibutuhkan adalah Flexometer. Pelaksanaan tes :
Sampel berdiri tegak di atas alat ukur dengan kedua kaki rapat dan kedua ujung ibu jari kaki rata dengan pinggir alat ukur. Badan dibungkukkan ke bawah, tangan lurus. Gerakan badan ke bawah perlahan-lahan sejauh mungkin, kedua tangan menelusuri alat ukur dan berhenti pada jangkauan terjauh.
Skor : Jarak jangkauan yang terjauh yang dapat dicapai oleh sampel dari dua kali percobaan yang diukur dalam satuan cm.

5. Lari 50 Meter
Tujuan : Mengukur komponen kecepatan
Alat : Stop watch, meteran, lintasan 50 meter, peluit, bendera start
Pelaksanaan :
Sampel berdiri di belakang garis start, dengan sikap start melayang, pada aba-aba "ya" sampel melakukan lari secepat mungkin mencapai garis finis. Tiap sampel diberikan kesempatan dua kali melakukan.
Skor : Waktu tempuh terbaik dari dua kali percobaan.

Itulah beberapa tes kemampuan kondisi fisik dasar, sebetulnya masih banyak tes yang menjadi pengukur untuk komponen kondisi fisik dasar. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. 
Terima kasih.