Website Olahraga

5 Manfaat Vitamin D Untuk Kesehatan Tubuh

Wednesday, July 29, 2015

5 Manfaat Vitamin D Untuk Kesehatan Tubuh

Salam sobat HIIT. Kita pernah mendengar mengenai manfaat Vitamin D, tapi terkadang kita sering mengabaikan Vitamin D ini. Mengkonsumsi vitamin ini dapat menunjang semua aktifitas kita sehari-hari, bahkan memainkan peran utama dalam kesehatan kita secara keseluruhan dan aktifitas gym kita.

Kita semua tahu bahwa vitamin D juga terdapat pada sinar matahari di pagi hari atau biasa disebut vitamin sinar matahari, vitamin yang membantu tulang lebih kuat. Tapi sebenarnya masih banyak sumber vitamin D selain dari sinar matahari. Vitamin ini banyak sekali fungsi bagi tubuh kita selain, termasuk membantu meningkatkan kesehatan tulang dan otot, serta memiliki efek menguntungkan bagi inflamasi (peradangan pada otot). Sayangnya, sebagian dari kita kurang mencukupi kebutuhan vitamin D tiap harinya, berdasar pada laporan bahwa 1 miliar orang di seluruh dunia mengalami kekurangan vitamin ini.

Selama masa program latihan, pemberian suplemen yang menjadi inti dalam pembentukan tubuh di tempat gym, kekurangan vitamin D ini bisa merusak kesehatan secara keseluruhan dan bahkan mengurangi performa kita pada saat melakukan latihan di gym. 

Keuntungan Vitamin D

1. Tulang Lebih Kuat

Ketika kita memikirkan untuk mendapatkan tulang yang kuat, sudah pasti terlintas dalam benak kita yaitu memperbanyak asupan kalsium. Kalsium adalah komponen utama terhadap kesehatan tulang dan meningkatkan kepadatan mineral tulang, tapi jangan lupakan vitamin D sebagai nutrisi penting pembentuk tulang.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa vitamin D adalah perangsang yang kuat untuk mengendapkan kalsium dalam tulang sehingga membuat tulang lebih kuat dan sehat. Jika kita tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, tubuh kita mulai melambat atau berhenti mengendapkan kalsium ke dalam tulang, bahkan bisa mendorong kalsium keluar dari tulang kembali ke darah. Jika siklus ini terjadi terus menerus maka akan membuat tulang kita lemah dan meninggikan resiko terkena patah tulang.

2. Meningkatkan Fungsi Otot

Perubahan yang singkat pada tubuh kita ketika mengkonsumsi vitamin D sebagai suplemen sehingga bisa mempengaruhi peningkatan kekuatan kita. Penelitian yang di terbitkan dalam Iranian Journal of Public Health in 2010 reported that over 70 percent of men ages 20-29 had some level of vitamin D deficiency.
Fungsi Otot
Selain itu, kekurangan vitamin D pada atlet akan menurunkan kekuatan otot dan terjadi Atropi otot ( pengecilan otot). Melewatkan vitamin ini seperti halnya melewatkan latihan tungkai pada program latihan.

3. Melindungi dari Penyakit Kardiovaskuler

Fungsi klasik dari vitamin D adalah meningkatkan penyerapan kalsium untuk mengatur tulang sehat yang stabil, tapi tahukah anda bahwa vitamin D memiliki efek melindungi jantung?. Bukti ilmiah terakhir telah membuktikan bahwa individu yang mengalami kekurangan vitamin D, menambah faktor resiko terkenan hipertensi, penyakit jantung, jantung berhenti mendadak, dan gagal jantung.

4. Mengurangi Resiko Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang yang sangat berat, termasuk kerusakan sistem saraf, penyakit jantung, kerusakan mata, kehilangan penglihatan dan gagal ginjal. Bukti penelitian terakhir menghasilkan bahwa vitamin D memainkan peranan penting dalam menurunkan resiko diabetes tipe 2.

Beberapa studi observasi telah menunjukkan peningkatan dalam fungsi sel beta, sensitivitas insulin, dan inflamasi seluruh tubuh dengan konsumsi tinggi vitamin D. Sebuah studi baru, menghitung resiko berkembangnya diabetes tipe 2 berdasar pada status vitamin D dan menemukan individu dengan jumlah kandungan vitamin D tertinggi pada 38% sehingga menurunkan resiko berkembangnya diabetes tipe 2 yang dibandingkan dengan individu yang memiliki kadar vitamin D lebih rendah.

5. Menurunkan Resiko Terkena Kanker


Penelitian menunjukkan bahwa mencukupi tingkat kebutuhan vitamin D pada usia remaja secara signifikan dapat menurunkan resiko berbagai macam tipe kanker. Vitamin D adalah salah satu dari beberapa nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, dan menurunkan resiko kanker dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan pembeda sel. Sekaligus mengurangi metastatis (penyebaran kanker dari satu organ ke organ yang lain).

Itulah 5 manfaat vitamin D untuk kesehatan tubuh kita, ternyata bukan hanya menguatkan tulang saja, akan tetapi fungsi otot, jantung, ginjal, terhindar dari diabetes dan kanker. Oleh karena itu, jangan lupa asupan nutrisi vitamin D yang memang bukan hanya dari sinar matahari di pagi hari saja tapi dari makanan-makanan yang kita makan.

Sumber:

  1. Laird, E., Ward, M., McSorley, E., Strain, J. J., & Wallace, J. (2010). Vitamin d and bone health; potential mechanisms. Nutrients, 2(7), 693-724.
  2. Naeem, Z. (2010). Vitamin d deficiency-an ignored epidemic. International Journal of Health Sciences, 4(1), V.
  3. Ooms, M. E., Roos, J. C., Bezemer, P. D., Van Der Vijgh, W. J., Bouter, L. M., & Lips, P. A. U. L. (1995). Prevention of bone loss by vitamin D supplementation in elderly women: a randomized double-blind trial. The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 80(4), 1052-1058.
  4. Rahnavard, Z., Eybpoosh, S., Homami, M. R., Meybodi, H. A., Azemati, B., Heshmat, R., & Larijani, B. (2010). Vitamin D deficiency in healthy male population: Results of the Iranian multi-center osteoporosis study. Iranian Journal of Public Health, 39(3), 45.
  5. Giovannucci, E., Liu, Y., Hollis, B. W., & Rimm, E. B. (2008). 25-hydroxyvitamin D and risk of myocardial infarction in men: a prospective study. Archives of Internal Medicine, 168(11), 1174-1180.
  6. Dobnig, H., Pilz, S., Scharnagl, H., Renner, W., Seelhorst, U., Wellnitz, B., ... & Maerz, W. (2008). Independent association of low serum 25-hydroxyvitamin D and 1, 25-dihydroxyvitamin D levels with all-cause and cardiovascular mortality. Archives of Internal Medicine, 168(12), 1340-1349.
  7. Forman, J. P., Giovannucci, E., Holmes, M. D., Bischoff-Ferrari, H. A., Tworoger, S. S., Willett, W. C., & Curhan, G. C. (2007). Plasma 25-hydroxyvitamin D levels and risk of incident hypertension. Hypertension, 49(5), 1063-1069.
  8. Song, Y., Wang, L., Pittas, A. G., Del Gobbo, L. C., Zhang, C., Manson, J. E., & Hu, F. B. (2013). Blood 25-Hydroxy Vitamin D Levels and Incident Type 2 Diabetes A meta-analysis of prospective studies. Diabetes Care, 36(5), 1422-1428.
  9. Grant, W. B., & Holick, M. F. (2005). Benefits and requirements of vitamin D for optimal health: a review. Alternative Medicine Review, 10(2), 94-111.
  10. Del Valle, H. B., Yaktine, A. L., Taylor, C. L., & Ross, A. C. (Eds.). (2011). Dietary reference intakes for calcium and vitamin D. National Academies Press.
  11. Close, G. L., Leckey, J., Patterson, M., Bradley, W., Owens, D. J., Fraser, W. D., & Morton, J. P. (2013). The effects of vitamin D3 supplementation on serum total 25 [OH] D concentration and physical performance: a randomised dose-response study. British Journal of Sports Medicine, bjsports-2012.
  12. Holick, M. F. (2004). Sunlight and vitamin D for bone health and prevention of autoimmune diseases, cancers, and cardiovascular disease. The American Journal of Clinical Nutrition, 80(6), 1678S-1688S.
  13. Armas, L. A., Dowell, S., Akhter, M., Duthuluru, S., Huerter, C., Hollis, B. W., ... & Heaney, R. P. (2007). Ultraviolet-B radiation increases serum 25-hydroxyvitamin D levels: the effect of UVB dose and skin color. Journal of the American Academy of Dermatology, 57(4), 588-593.