Website Olahraga

Asam Laktat dalam Latihan Fisik

Wednesday, July 29, 2015

Asam Laktat dalam Latihan Fisik

Salam sobat HIIT. Dalam latihan fisik, tubuh kita akan mengeluarkan zat kelelahan yaitu asam laktat. Asam laktat ini keluar akibat dari pembakaran energi ATP-PC sehingga muncul zat ini, ketika muncul zat ini maka otot kita akan merasa berat sekali. Zat asam laktat ini muncul pada saat melakukan aktifitas anaerobik, karena aktifitas anaerobik menggunakan energi ATP-PC.

Pada fase kerja dari latihan fisik anaerobik, akan terjadi insufisiensi oksigen di mitokondria sel otot, karena kecepatan kebutuhan energi yang dikerahkan, melebihi kecepatan suplai oksigen ke mitokondria oleh sistem transportasi oksigen. Hal ini akan menyebabkan mitokondria mengalami insufisiensi oksigen sehingga terjadi glikolisis anaerobik yang menghasilkan asam laktat dari asam piruvat di sitoplasma sel otot. Bila glikolisis anaerobik berlangsung terus menerus terjadilah akumulasi asam laktat dalam darah.
Asam Laktat dalam Latihan Fisik

Pembentukan ATP Setelah Muncul Asam Laktat

Setelah aktivitas fisik berintensitas tinggi berlangsung dari 30 detik, sistem ATP-PC (sistem fosfagen) telah terkuras habis, resintesis ATP terjadi melalui glikolisis anaerobik. Sistem fosfagen pada keadaan seperti ini, selain membentuk ATP dari pemecahan creatine phosphate (CP), juga akan membentuk ATP dari penggabungan 2 molekul ADP (adenosine diphospat) sehingga terbentuk AMP (adenosine monophospate). ADP+ADP->ATP+AMP.

Selama fase istirahat dari latihan fisik anaerobik terjadi proses pemulihan cadangan energi. Terjadi pemulihan cadangan ATP-PC melalui metabolisme aerobik di kedua jenis otot, begitu juga asam laktat yang terakumulasi selama fase kerja. Sebagian besar asam laktat akan diubah menjadi asam piruvat dan elanjutnya bergabung dengan Co-enzym A (CoA) membentuk asetil-CoA. Asetil CoA bersama dengan oksaloasetat membentuk asam sitrat, yang selanjutnya mengalami serangkaian reaksi kimia (Siklus Krebs) di dalam mitokondria sebagai bagian dari metabolisme aerobik.

Perubahan Asam Laktak ke Asam Piruvat

Proses perubahan asam laktat ke asam piruvat terjadi di sitoplasma merupakan suatu proses dissosiasi (asam piruvat <-> asam laktat) yang merupakan reaksi bolak balik. Bila asam laktat lebih tinggi, maka reaksi kimia tersebut berjalan ke kiri, demikian juga sebaliknya. Bila kadar asam laktat lebih tinggi dibandingkan dengan asam piruvat, maka reaksi akan berjalan lebih cepat ke kiri. Oleh karena itu, kecepatan pembuangan asam laktat dari darah akan berlangsung lebih cepat pada latihan fisik anaerobik.

Mempercepat Pemulihan Asam Laktat

Aktifitas fisik pada saat pemulihan akan turut mempengaruhi kecepatan penurunan kadar asam laktat darah. Pembuangan asam laktat akan lebih cepat bila pada masa pemulihan, subyek melakukan aktifitas ringan atau sedang. Bagi individu yang tidak terlatih, aktifitas ringan dilakukan dengan intensitas antara 30%-45% dari VO2max dan bagi atlet yang terlatih antara 50%-65% dari VO2max.

Pembuangan asam laktat lebih cepat bila pada masa pemulihan dilakukan aktifitas ringan atau sedang dibandingkan dengan tanpa aktifitas, karena pada aktifitas ringan atau sedang distribusi asam laktat dari berbagai bagian otot yang aktif ke berbagai otot yang tidak aktif dan organ lainnya, berjalan lebih cepat. Pada aktifitas fisik tersebut terjadi kontraksi otot. Kontraksi otot akan memeras pembuluh darah sedang atau kecil, sehingga mengakibatkan aliran darah menjadi lebih cepat ke daerah yang aktif digunakan selama aktifitas fisik tersebut.