Website Olahraga

Cara Menentukan Sasaran Latihan dalam Menyusun Program Latihan

Sunday, July 26, 2015

Cara Menentukan Sasaran Latihan dalam Menyusun Program Latihan

Salam sobat HIIT. Masih tetap dalam ruang lingkup program latihan, kali ini kita coba bahas mengenai cara menentukan sasaran latihan dalam sebuah program latihan. Kita bisa ambil contoh tim bola voli putri indonesia dalam Sea Games Oktober 1991 di Philipina yang ditargetkan harus mendapatkan juara 1 yaitu medali emas.

Menentukan Sasaran Latihan dalam Menyusun Program LatihanKita coba ulas sedikit mengenai sasaran latihan program latihan jangka pendek Tim bola voli putri yang mengikuti Sea Games oktober 1991 di Philipina.Target akhir dari program latihannya adalah mendapatkan juara 1 medali emas, yang memang sudah dipertimbangkan dengan matang berdasar pada faktor-faktor penentu keberhasilannya. Faktor tersebut diantaranya adalah waktu yang tersedia untuk persiapan adalah satu tahun, sarana, prasarana, dana, dan SDM yang memadai baik dari pelatih maupun pemainnya. Peta kekuatan lawan sudah diketahui dalam Sea Games tersebut terdapat 6 negara yang telah diperhitungkan atas dasar prestasi Sea Games Kualalumpur 1989 dan prestasi pada setelah Sea Games 1989. Kemampuan tim sebelum dilatih telah diketahui secara pasti dan terukur. Diharapkan dengan melaksanakan latihan yang terprogram secara tepat dan seksama selama satu tahun, kekuatan tim Indonesia dapat mengatasi prestasi lawan-lawannya (Thailand, Philipina, Myanmar, Malaysia, Singapura, dan Brunei). Penentuan sasaran akhir ini dapat dikatakan logis, mengingat tim bola voli putri Indonesia dalam Sea Games Kualalumpur 1989 berada di urutan juara II.

Sasaran antara juga perlu ditetapkan dalam program uji coba yang pada saat itu dilakukan pada bulan Agustus 1991 dengan harapan dalam bertanding melawan Thailand dan Philipina dalam uji coba tersebut bisa dimenangkan oleh tim bola voli putri Indonesia.

Untuk mencapai target akhir, perlu penjabaran sasaran latihan program tahunan menjadi sasaran latihan program bulanan, sasaran latihan program mingguan dan sasaran khusus latihan program harian secara cermat, tepat dan sistematis. dalam meningkatkan kemampuan atlet sebagai tim yang diharapkan sebagai juara I, terutama sasaran latihan fisik, teknik, taktik, mental tim, kekompakan dan kematangan bertanding.

Aspek yang dianggap merupakan kelemahan tim yang dominan, menjadi fokus menentukan sasaran-sasaran latihan yang diprioritaskan dalam program tahunan, bulanan, mingguan dan harian (satu unit latihan). Atas dasar hasil tes pengukuran dan pengamatan yang jeli, informasi lainnya, misalnya tim bola voli putri Indonesia sebelum menyusun program latihan ditemukan kekurangan/kelemahan sebagai berikut :
  • Kemampuan fisik : kecepatan, kelincahan, power dan kelenturan.
  • Teknik : Block, smash cepat.
  • Taktik : Variasi serangan, taktik perorangan.
  • Mental : Daya juang kurang, mudah terkena stress, kematangan bertanding dan kekompakan, pengalaman bertanding, dan sebagian besar pemain masih egois, kurang baik untuk bekerja sama.
Jelaslah dalam penentuan sasaran program latihan dimulai dari menentukan sasaran akhir sebagai juara I di Sea Games Philipina tahun 1991. Untuk mencapai target akhir diperlukan pencapaian target antara dalam uji coba harus mengalahkan tim Thailand dan Philipina. Target antara dapat tercapai apabila sasaran-sasaran latihan setiap unit latihan harian dapat berhasil secara terukur dan obyektif. (sasaran latihan khusus).

Manfaat Menentukan Tujuan Akhir, Target Antara dan Sasaran Latihan Khusus

  1. Sebagai motivasi supaya atlet berusaha keras untuk mencapai juara.
  2. Sebagai pedoman arah kegiatan-kegiatan latihan dan usaha-usaha untuk mencapai target-target latihan.
  3. Sebagai cambuk bagi atlet agar dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi daripada prestasi sebelumnya.
  4. Sebagai alat untuk pembentukan sikap percaya diri, kemandirian tinggi, pendewasaan berfikir, daya juang yang tinggi dan lain-lain dalam rangka mencapai juara.
  5. Sebagai wahana meningkatkan kemampuan mawas diri (introspeksi) terhadap kondisi luar maupun terhadap kondisi dalam pribadi atlet dalam rangka mencapai juara.

Syarat-syarat Menentukan Target Latihan

  1. Target akhir, sasaran antara dan sasaran latihan khusus merupakan mata rantai yang saling berkaitan.
  2. Sasaran latihan harus spesifik/khas dan obyektif dengan ukuran-ukuran yang pasti.
  3. Sasaran latihan harus berat, sehingga bagi atlet merupakan tantangan berat untuk mencapainya..
  4. Sasaran perorangan berbeda-beda mengingat kemampuan, sikap, kecerdasan, keterampilan, kekurangan masing-masing individu tentu berbeda satu dengan yang lainnya.
  5. Menentukan terlalu banyak unsur sasaran latihan dalam satu unit latihan harian sebaiknya jangan dilakukan.
  6. Sasaran latihan harus tertulis baik yang bersifat harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan.
  7. Penentuan sasaran latihan dapat berupa aspek fisik, teknik, taktik, sikap mental, kekompakan tim, kematangan bertanding atau dikombinasikan.
  8. Perhitungan dalam menentukan sasaran latihan mengenai potensi atlet untuk dikembangkan di masa mendatang, umur kalender,umur latihan, waktu kesempatan latihan, sarana dan prasarana, dana, kondisi fisik dan mental atlet, sosial ekonomi atlet/orang tua, lingkungan dan tenaga pelaksana untuk membantu dalam latihan.
  9. Sasaran latihan ditetapkan secara demokratis antara pelatih dan atlet. Kecuali untuk atlet pemula, penentuan sasaran banyak ditentukan oleh pelatih dengan mempertimbangkan perkembangan fisik, mental dan motorik.
  10. Sasaran akhir secara menyeluruh harus ditentukan aspek atlet jiwa raga untuk menjamin cita-cita juara.
Itulah beberapa cara dan gambaran mengenai cara menentukan sasaran latihan dalam menyusun sebuah program latihan yang benar-benar bisa mengakomodir segala aspek kebutuhan baik dari pelatih maupun atlet. Sehingga kita bisa membuat program latihan yang memiliki kualitas bagus. Mari kita majukan olahraga kita dengan benar sesuai kaidah-kaidah ilmu keolahragaan supaya negara kita Indonesia bisa disebut macan asia kembali.

Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat bagi para sobat HIIT sekalian. Terima kasih.
Sumber : Depdikbud. 2004. BUKU III Materi Pelatihan.