Website Olahraga

Menyusun Program Latihan Jangka Panjang Dari Usia Dini (pemula), Junior, Sampai Senior

Sunday, July 26, 2015

Menyusun Program Latihan Jangka Panjang Dari Usia Dini (pemula), Junior, Sampai Senior

Salam sobat HIIT. Latihan jangka panjang dibutuhkan jika ingin mendapatkan prestasi yang maksimal baik skala nasional maupun internasional. Dalam olahraga prestasi diperlukan latihan yang kontinyu bahkan bisa bertahun-tahun lamanya. Pada umumnya memerlukan waktu 10 tahun dimulai dari usia dini dengan usia emas atau usia prestasi atlet. Usia mulai latihan dan usia emas/prestasi prima setiap cabang olahraga berbeda-beda. Gambaran latihan jangka panjang dimulai dari atlet pemula sampai dengan senior dapat dibagi menjadi tiga bagian. Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Tahapan Latihan Jangka Panjang Tahap Dasar Untuk Atlet Pemula

Sejak usia dini, atlet diberi langkah-langkah dasar sebagai pondasi yang kuat untuk mencapai prestasi puncak pada usia emasnya. Kunci utama latihan dasar yang benar merupakan tuntutan mutlak agar atlet dapat menggunakan potensi menjadi juara. Tanpa landasan yang kokoh dan benar pada tahapan dasar, atlet tidak mungkin mencapai prestasi prima sesuai dengan potensi yang semestinya dapat tercapai dalam waktu 10 tahun.

 Program Latihan Jangka Panjang Dari Usia Dini (pemula), Junior, Sampai Senior
Delles Gelandang Unsil United
Pada Turnamen Usbu Cup 2015
Pada tahapan dasar, pelatih harus mengetahui perkembangan anak pada masa tersebut untuk memberikan beban latihan yang sesuai. Anak senang bermain, berkembang jiwa sosialnya, perkembangan motoriknya, anak mudah mencontoh berbagai macam gerakan, perkembangan anatomi dan fisiologis mana yang tepat pada masa anak-anak usia dini itu. Latihan pada tahapan dasar ini berlangsung selama 3 tahun. Latihan-latihannya memiliki tujuan untuk :
  1. Menumbuhkan rasa senang berolahraga, oleh karena itu latihan macam olahraga apapun jangan dilarang, apalagi menjurus ke salah satu cabang olahraga.
  2. Memberikan pengalaman gerak melalui berbagai macam aktifitas gerak yang ada dalam olahraga yang disukainya, terutama bentuk-bentuk permainan yang bersifat kompetitif. Sehingga yang saya sebut kamus gerak pada sistem memori anak akan bertambah banyak. Bisa kita ibaratkan dengan orang yang bisa berbicara di depan orang banyak karena memiliki kosa kata atau kamus kata yang sangat banyak sekali dalam memorinya. Sama hal nya dengan gerak, semakin banyak pengalaman gerak yang dilakukan dan tersimpan di memori anak maka akan semakin bertambah juga kamus gerak mereka, hal tersebut akan membantu dalam proses latihan yang diberikan. Efeknya adalah anak akan mudah sekali menguasai teknik dasar baru pada cabang olahraga yang disukainya.
  3. Meningkatkan kondisi umum meliputi daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, kelenturan dan koordinasi. Para pelatih harus ingat bahwa anak belum mampu menerima beban latihan berat, apalagi angkat besi yang dapat mengganggu perkembangan fisik anak menjadi tidak normal. Frekuensi latihan sebaiknya 2-3 kali dalam satu minggu.
  4. Penguasaan teknik-teknik dasar yang benar cabang olahraga pilihannya. Teknik dasar dikuasai secara ototmatis dan benar, akan menjamin kemudahan penguasaan teknik-teknik menengah dan teknik-teknik tinggi.
  5. Memberikan latihan keterampilan dasar (skill) yang benar.
  6. Pengembangan daya pikir/kecerdasan melalui latihan-latihan membentuk motorik yang bersifat rangsangan gerak komplek.
  7. Menanamkan sikap mental yang dapat mendukung prestasi puncak, antara lain : disiplin, tekun, tabah, kemauan keras, semangat tinggi, keberanian, sosial, perhatian, dan konsentrasi tinggi.
  8. Menanamkan cara hidup sehat, tertib, sopan santun dan beragama.

Tahapan Latihan Jangka Panjang Tahap Menengah Untuk Atlet Junior 

Tahapan menengah ini pada dasarnya merupakan kelanjutan pembinaan tahapan dasar. Waktu yang diperlukan 2 tahun, motivasi dan daya tarik dari pelatih sangat diperlukan pada tahapan ini, karena anak pada usia pubertas mudah goyah dan meninggalkan latihan olahraga dan berpindah ke kegiatan lainnya. Dan biasanya pembinaan olahraga selalu terputus pada tahapan ini, karena banyak hal yang lebih menarik daripada olahraga yang ditekuninya. Bisa juga karena faktor pelatih yang tidak memberikan metode-metode latihan yang menarik dan tidak mengaitkan dengan situasi perkembangan cabang olahraga yang terbaru sehingga latihannya terlihat monoton.

Petunjuk latihan pada tahapan menengah

  1. Meningkatkan kondisi fisik umum.
  2. Latihan kondisi fisik khusus sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga yang menjadi pilihannya.
  3. Meningkatkan kemampuan mengkoordinasikan gerak-gerak yang komplek dan sulit.
  4. Melatihkan teknik-teknik menengah dengan tingkat kesukaran yang lebih tinggi dari teknik dasar.
  5. Meningkatkan keterampilan (skill) gerak yang lebih komplek dan sulit baik dengan bentuk bermain maupun bentuk lainnya.
  6. Memberikan ilmu dan praktek taktik, sehingga berkembang daya pikir dan kreatifitas atlet junior.
  7. Pembinaan lanjutan adalah sikap, kepribadian, budi pekerti yang baik, kejiwaan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
  8. Melatih kematangan bertanding dan kekompakan pada tingkat junior, dengan cara mengikuti pertandingan-pertandingan/kompetisi tingkat junior.
  9. Menanamkan kebiasaan hidup sehat, teratur, disiplin, menumbuhkan motivasi untuk menjadi juara. Berilah petunjuk cara membagi waktu antara belajar, latihan dan istirahat, rekreasi dan bekerja secara teratur dan sistematis.
  10. Tanamkan rasa percaya diri dan kemandirian yang tinggi baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan, di dalam latihan maupun di luar latihan.

Tahapan Latihan Jangka Panjang Tahap Lanjut Untuk Atlet Senior

Tahap lanjutan memerlukan waktu selama 5 tahun. Pada tahapan ini tujuan utama untuk mencapai prestasi puncak selama mungkin sebelum menjadi atlet. Latihan pada masa ini paling berat bagi atlet karena dalam satu minggu, latihan bisa dilakukan 5 sampai 6 hari.

Dengan alasan bahwa prestasi atlet itu bersifat labil dan sementara, maka latihan untuk peningkatan dan penjagaan prestasi perlu dilakukan secara kontinyu, teratur, terarah, meningkat, bertahap dan berkesinambungan secara sistematis.

Maksud dan tujuan latihan pada tahapan lanjut, mengarah pada hal-hal sebagai berikut:
  1. Peningkatan dan penjagaan kondisi fisik agar selalu dalam keadaan prima. Penjagaan kondisi fisik umum maupun kondisi fisik khusus sesuai dengan kebutuhan olahraga dalam cabang olahraga yang ditekuni perlu mendapat perhatian serius sebagai pendukung utama pencapaian prestasi.
  2. Meningkatkan keterampilan (skill) sebaik mungkin, memvariasikan gerak-gerak yang sulit, menciptakan keterampilan gerak yang unik dan menciptakan seni gerak yang indah agar enak ditonton.
  3. Mempertahankan kestabilan prestasi puncak dalam pertandingan-pertandingan yang berbeda situasi dan kondisinya, sehingga fluktuasi prestasi puncak bisa diminimalisir.
  4. Mengembangkan spesialisasi perorangan agar di dalam pertandingan memiliki senjata unik dan khas, dimana jarang dikuasai oleh atlet lain.
  5. Sikap kreatif untuk bertaktik dengan tajam perlu pengembangan secara serius pada tahap senior.
  6. Pembinaan mental ditentukan antara lain membentuk mental baja, pantang menyerah, daya juang tinggi, ketegaran mental dalam bertanding, kritis dan sikap kemandirian yang matang.
  7. Meningkatkan motivasi untuk menjadi juara dan fanatisme terhadap negara, bangsa dan klubnya. Apabila kerap menjadi juara dalam pertandingan jagalah atlet supaya tidak menjadi sombong, hidup menjadi tidak tertib, hindari main perempuan, minum minuman beralkohol, merokok dan hal negatif lainnya.
Untuk menjadi juara di kancah nasional dan internasional, dibutuhkan kontinyuitas antara jenjang usia mulai dari pemula, junior sampai senior. Jangan sampai ada kekosongan atau terputus mata rantai pembinaan dari pemula ke senior.

Sekian postingan saya kali ini semoga bermanfaat bagi kita semua. Selalu berpikir positif dan buatlah yang terbaik untuk bangsa ini melalui keahlian kita masing-masing.
Terima kasih.

Sumber : Depdikbud. 2004. BUKU III Materi Pelatihan.