Website Olahraga

Motif dan Motivasi

Wednesday, July 29, 2015

Motif dan Motivasi

Motif adalah sebagai pendorong atau penggerak dalam diri manusia yang diarahkan pada tujuan tertentu. Motivasi adalah  Proses aktualisasi generator penggerak internal di dalam diri individu untuk menimbulkan aktivitas, menjamin kelangsungannya dan menentukan arah atau haluan aktivitas terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian Motif dan Motivasi

Tindakan atau perilaku manusia selalu ditentukan oleh dua faktor yaitu faktor yang datang dari luar dan faktor yang datang dari dalam dirinya sendiri. Perilaku yang didorong oleh kekuatan yang ada di dalam dirinya sendiri disebut sebagai motif. Motif diartikan sebagai pendorong atau penggerak dalam diri manusia yang diarahkan pada tujuan tertentu (Gunarsa, 1989: 90), Menurut Anshel (1990:100) motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu "movere" meaning "to move". Sesuai pendapat tersebut, motivasi berarti menggerakan atau mendorong untuk bergerak. Ketika pelatih mengeluh karena atletnya tidak termotivasi untuk berlatih, atlet tersebut harus dibantu pelatih untuk menggerakkan dan meningkatkan motivasinva.

Masalah penting yang melanda diri atlet dan pelatih dalam proses pelatihan adalah motivasi berlatih, Sebagai ilustrasi, walaupun gedung dibuat megah yang dilengkapi fasilitas yang lengkap, pelatih yang berkualitas siap membantu, perlengkapan latihan lengkap telah disiapkan, dengan harapan supaya atlet rajin latihan dengan penuh semangat Tetapi semua itu akan sia-sia manakala atlet tersebut kurang atau tidak memiliki motivasi untuk berlatih.

Motivasi didefinisikan dalam konteks yang berbeda-beda, tetapi kita coba mendefinisikan motivasi dalam konteks olahraga. Motivasi menurut Sage (1977); Weinberg & Gould (1995: 60): "Motivation can defined simply as the direction and intensity of one's effort". Alderman (1974: 186); Anshel (1990: 100) menjelaskan motivasi sebagai: "The tendency for direction and selectivity of behavior to be controlled by its connections to consequences, and the tendency of this behavior to persist until a goal is achieved". Maksud direction pada pendapat tersebut mengacu kepada arah, kegiatan, atau sasaran khusus yang dipilih, apakah atlet selalu mencari, mendekati, atau tertarik pada situasi tertentu? Contoh, pelatih mengikuti penataran pelatih, atlet pergi berlatih tenis, atlet cedera pergi ke rehabilitasi medis. Hal tersebut menunjukkan arah perilaku yang dilakukan atlet dan pelatih yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu.

Sedangkan intensity atau effort mengacu kepada seberapa besar usaha atlet untuk melakukan sesuatu pada situasi tertentu. Pegolf ingin menjadi pemenang pada kejuaraan tertentu, tetapi usahanya jelek. maka penampilannya akan menurun. Kaitan dengan pernyataan tersebut. Gage & Berliner (1984) vang dikutip Djiwandono (2009: 329); menjelaskan: "Menyamakan motivasi itu, seperti mesin (intensitas) arah, kemudi (direction) sebuah mobil. Intensitas dan arah sulit untuk dipisahkan, intensitas dari motivasi digunakan untuk satu kegiatan, tergantung pada besarnya intensitas dan besarnya arah (direction)".

Pengertian motivasi menurut beberapa ahli seperti (Kitsch, 1962; Murray, 1964; Atkinson, 1964; Fernaki, 1969; Miller, 1978; Singer, 1972, 1984; Barelson & Steiner, 1980; dan Good & Brophy, 1990) yang dikutip Husdarta (2010: 31) mengemukakan bahwa: "Motivasi adalah: Proses aktualisasi generator penggerak internal di dalam diri individu untuk menimbulkan aktivitas, menjamin kelangsungannya dan menentukan arah atau haluan aktivitas terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan".

Loehr (1986: 110) juga menjelaskan: "Motivation is the energy that makes everything work." Terkait dengan proses pelatihan, atlet harus memiliki motivasi diri (self motivation) yang merupakan sumber yang sangat kuat untuk membentuk energi positif, tanpa motivasi penampilan atlet akan menurun, Loehr (1986: 111) selanjutnva menjelaskan secara tegas bahwa: "When you have permanently lost your desire and when you can no longer find a reason that makes sense, you are finished as a competitive athletes" Pendapat tersebut menegaskan bahwa jika atlet benar-benar tidak memiliki keinginan maka berhentilah sebagai atlet kompetitif.

Memenuhi pokok-pokok uraian di atas, maka motivasi dapat didefinisikan sebagai dorongan yang berasal dari dalam atau dari luar diri individu untuk melakukan suatu aktivitas yang bisa menjarnin kelangsungan aktivitas tersebut, serta dapat menentukan arah, haluan dan besaran upaya yang dikerahkan untuk melakukan aktivitas sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkaa Motivasi memiliki ciri pokok yaitu adanya direction, intensitas, dan persisten dalam berperilaku. Direction menunjukkan kepada bcntuk aktivitas yang dipilih untuk dilakukan. Intensitas menggambarkan seberapa besar atau seberapa banyak usaha untuk melakukan aktivitas. Sedangkan persisten menggambarkan lamanya waktu dalam melakukan aktivitas.