Website Olahraga

Membangun Kepercayaan Diri Atlet

Sunday, August 02, 2015

Membangun Kepercayaan Diri Atlet

Percaya Diri Adalah Modal Dasar Untuk Penampilan Yang Maksimal

Salam Sobat HIIT. Banyak atlet percaya bahwa kepercayaan diri akan membawa keberhasilan dalam melakukan aktivitas. Kepercayaan diri dapat dibangun melalui kerja keras, latihan, dan perencanaan yang baik. Cara membangun persepsi diri yang baik tidak cukup dengan memberikan petunjuk dan bimbingan, sebaiknya pelatih memberikan berbagai langkah nyata, seperti mengadakan pertandingan di lingkungan tempat berlatih di mana atlet akhirnya mengalami kemenangan. Cara seperti ini harus ditanamkan dengan rapih, berencana, dan meningkat, sehingga secara bertahap atlet dapat menemukan kembali kepribadiannya yang penuh dengan percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya.

Membangun Kepercayaan Diri Atlet
Nuki Lukmanul Hakim (Ukok) Gelandang Unsil United
dalam Turnamen Usbu Cup 2015 di Unpad
Jimmi Conor merupakan salah satu contoh terbaik untuk membangun kepercayaan diri atlet juniornya bermain setiap hari. Dia mengajarkan pada atletnya untuk selalu menyerang untuk mencapai sukses, gaya tersebut membuahkan hasil, Connor mengatakan bahwa atlet tidak pemah bisa membangun kepercayaan diri tanpa bantuan pelatih. Conor melakukan sensasi memberikan dorongan dan semangat pada atlet dan tidak pernah membiarkan atlet untuk kehilangan kepercayaan dirinya. Dengan demikian pelatih harus tetap tampil sebagai  kendali agar atletnya tetap memiliki kepercayaan diri yang optimal, Pelatih sering mengatakan kepada atletnya bermain dengan teknik atau cara yang sama seperti pada waktu berlatih, pelatih menjamin bahwa kepercayaan diri datang secara bersama-sama pada waktu itu, dan atlet percaya kepada pelatihnya (Tarshis, 1977). 

Meningkatkan Percaya Diri Atlet

Selanjutnya, Weinberg & Gould (1990) mengatakan: Kepercayaan diri dapat ditingkatkan dengan menerapkan beberapa teknik sebagai berikut:
(1) performance accomplishment,
(2) acting confidently,
(3) thinking confidently,
(4) imagery,
(5) physical conditioning,
(6) preparation
(7) increase self dicipline
(8) review film of best performance.
Untuk lebih jelas mengenai pendapat tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

a.   Pencapaian performa (performance accomplishment)

Keberhasilan yang dicapai atlet akan meningkatkan kepercayaan diri dan akan menghasilkan penampilan selanjutnya yang lebih baik. Ketika atlet mengalami kekalahan terus menerus dalam pertandingan, atlet merasa tertekan dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk menang khususnya untuk mengalahkan lawannya. Kepercayaan diri penting untuk mencapai keberhasilan, tetapi bagaimana atlet dapat memiliki kepercayaan diri tanpa sebelumnya atlet tersebut sukses? Ini nampaknya menjadi masalah yang harus dicermati para pelatih. Pencapaian performa dapat membangun kepercayaan diri atlet, dan kepercayaan tersebut akan meningkat disebabkan oleh penampilan terbaik yang dicapainya.

b.    Tampil percaya diri (Acting confidently)

Pikiran, perasaan, dan perilaku merupakan aspek yang saling berhubungan. Banyak atlet yang menampilkan aktivitasnya dengan penuh percaya diri, sebab atlet cenderung merasa percaya pada kemampuan dirinya. Hal ini penting khususnya ketika atlet mulai kehilangan kepercayaan dirinya terhadap lawan, hilang pendirian untuk memulai meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri. Melakukan aktivitas dengan kepercayaan diri penting dalam olahraga prestasi. Pelatih harus memiliki kepercayaan diri ketika melakukan perlakuan kepada atlet yang mengalami cedera, pelatih harus memiliki kepercayaan diri selama proses rehabilitasi.

Atlet mencoba untuk menunjukkan kemampuan kepercayaan dirinya selama pertandingan. Atlet akan memperagakan kepercayaannya dengan cara memelihara penampilan supaya tetap baik setelah melakukan beberapa kesalahan. Acting confidently bisa meningkatkan semangat atlet selama pertandingan. Jika atlet berjalan berputar-putar di lapangan dengan menurunkan bahu, pandangan ke bawah, dan penampilannya terus menurun. Ini pertanda bahwa kepercayaannya mulai turun, di sinilah cara terbaik untuk membangkitkannya, pelatih harus memberikan semangat untuk berdiri tegak yang menunjukkan bahwa atlet percaya dan berusaha keras serta berjuang lebih baik.

c.     Berpikir lebih percaya diri

Percaya diri mengandung cara berpikir untuk mencapai tujuan. Di pusat pembinaan golf telah mencatat bahwa: "Jika saya berpikir saya pasti bisa menang, saya kuat sekali memukul". Penyataan tersebut membentuk sikap positif, sedangkan sikap positif penting untuk mencapai kemampuan maksimal. Dalam penampilan olahraga, atlet harus mampu membuang pikiran-pikiran negatif seperti "saya bodoh", "saya tidak percaya bahwa saya bermain baik", "saya tidak pernah berbuat seperti apa yang saya harapkan". Pikiran tersebut harus dihilangkan dan digantikan dengan pikiran positif, seperti "saya akan menjaga penampilan tetap baik dalam berlatih atau bertanding", "saya akan tetap tenang dan fokus pada aktivitas yang saya lakukan", "saya bisa melakukan pukulan dengan baik", dan sebagainya.

Pikiran positif menjadi sebuah pengajaran dan motivasi dibandingkan dengan teknik yang sifatnya judgmental. Perbaikan teknik dorongan untuk menumbuhkan semangat merupakan kunci untuk lebih sukses, dan tetap fokus pada self talk (berbicara pada diri sendiri). Hal ini kadang-kadang sulit dilakukan, tetapi akan menghasilkan perasaan senang dan pengalaman sukses dalam olahraga prestasi.

d.     Imagery

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membangun kepercayaan diri adalah imagery. Dalam imagery atlet dapat melihat dirinya sendiri dalam melakukan sesuatu yang atlet tidak pernah mampu untuk melakukannya, atau sangat sulit untuk melakukannya. Pegolf konsisten melakukan slice dan membayangkan bahwa dirinya sedang memukul bola lurus ke fairway. Atlet sepakbola amerika posisi quarterback dapat memvisualisasikan posisi bertahan dan mencoba melakukan counteract pada posisi tersebut dengan formasi permainan yang spesifik. Begitupun pelatih dalam menolong atlet yang cedera, tetap harus membangun kepercayaan diri dengan cara memvisualisasikan pengalaman masa lalunya pada permainan yang menampilkan pengalaman terbaiknya dalam melakukan treatmen pada atletnya.

e.     Latihan kondisioning (latihan fisik) (physical conditioning)

Fisik yang baik dalam aktivitas olahraga merupakan salah satu kunci untuk membangun kepercayaan diri. Banyak atlet dalam berbagai cabang olahraga bertahun-tahun berlatih kondisi fisik dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitasnya. Berlatih dengan memperhatikan masukan nutrisi dengan baik merupakan kebiasaan yang membantu atlet tetap berada pada pekerjaan yang dilakukannya dengan baik.

f.     Lakukan persiapan (preparation)

Jack Niclaus dalam Weinberg (1990) mengatakan: "selama persiapan, saya selalu berharap untuk menang." Hal ini pertanda bahwa keberhasilan sangat ditentukan dengan persiapan yang baik yang dilakukan oleh atlet. Sedangkan, kegagalan akan terjadi manakala tidak ada persiapan. Persiapan yang dilakukan atlet dalam cabang olahraga akan memberikan kepercayaan diri pada atlet, sebab atlet mengetahui apa yang akan dilakukan.

Banyak atlet yang mengikuti pertandingan tanpa strategi yang jelas. Pertandingan harus selalu direncanakan, misalnya untuk menyerang memerlukan ide-ide yang sitatnya spesifik, apa yang ingin diselesaikan dan bagaimana melakukannya. Penelitian pada atlet Olimpiade menunjukkan bahwa keberhasilan ternyata ditentukan dengan perencanaan dan strategi yang matang atlet harus mempunyai strategi alternatif (Weinberg, Eklund, & Jackson, 1992; Orlick, 1986).

g.   Tingkatkan disiplin diri

Atlet harus mencoba meningkatkan disiplin diri dalam proses latihan, hal ini akan membantu meningkatkan kepercayaan diri atlet, disiplin diri dapat memberikan bukti nyata pada diri atlet bahwa atlet selalu terkendali "I am in control".

h.   Mereview film yang menunjukkan performa terbaik

Jika tersedia, pelatih sebaiknya mereview film mengenai penampilan sukses terbaik atlet yang pernah dicapainya. Hal ini dengan segera dan bersifat dramatis meningkatkan kepercayaan diri. Atlet akan tergugah dan termotivasi kembali untuk menampilkan yang terbaik seperti apa yang sudah dicapainya pada tahun-tahun lalu.

Selain itu, Vealey et al., (1998) mengidentifikasi sembilan sumber yang bisa membentuk kepercayaan diri atlet yaitu:
  1. Menguasai dan meningkatkan keterampilan diri.
  2. Menunjukkan kelebihan kemampuan dan keterampilan.
  3. Mempersiapkan fisik dan mental optimal.
  4. Menunjukkan kualitas fisik yang baik.
  5. Memberikan dorongan sosial (umpan balik positif serta dorongan dari pelatih, tim dan teman.
  6. Memberikan pengalaman sukses (berikan kesempatan untuk melihat seseorang menampilkan performa terbaiknya).
  7. Kepemimpinan pelatih (kepercayaan atlet terhadap keterampilan pelatih dan kepemimpinan pelatih dalam membuat keputusan).
  8. Lingkungan pertandingan yang menyenangkan atlet.
  9. Menciptakan situasi seolah atlet mengalaminya (atlet mempersepsikan sesuatu terjadi dalam situasi olahraga, untuk tujuan meningkatkan kesempatan sukses).
Sumber: Sumber : Dr. Komarudin, M.Pd.  2013. Psikologi olahraga.