Website Olahraga

Mengatasi Stress Dalam Melatih

Saturday, August 01, 2015

Mengatasi Stress Dalam Melatih

Salam sobat HIIT. Menjadi seorang pelatih, bisa dikatakan gampang-gampang susah. Gampang jika seorang pelatih tersebut paham betul segala seluk beluk ilmu dalam melatih satu cabang olahraga, dikatakan susah ketika dibenturkan dengan masalah yang memang tidak sesuai dengan harapan pelatih tersebut. Selain itu banyaknya tuntutan dalam melatih dan sifat persaingan dalam olahraga dapat menyebabkan pelatih menghadapi stress yang terus menerus dalam hidupnya.

Pada umumnya, jika stress bisa dikendalikan dengan baik, maka banyaknya tuntutan menjadi rangsangan bagi pelatih untuk lebih bersemangat lagi membuktikan dan mewujudkan tuntutan tersebut menjadi kenyataan bahkan melebihi dari tuntutan dari atasan misalnya. Tapi jika stress terjadi secara berlebihan dan berlangsung lama, hal tersebut dapat merusak keberhasilan dan mengganggu mood pelatih.

Stress dapat mengarah pada patah semangat. Apabila pelatih mengalami patah semangat, maka biasanya akan sering kali meragukan kemampuannya untuk memimpin dan melatih dengan baik. Bisa saja imbasnya sampai meragukan kemampuan asisten pelatih dan atletnya. Dalam kondisi seperti ini dan terjadi sebuah kegagalan dalam pertandingan, biasanya menyalahkan dirinya atas kegagalan tersebut. Dengan keadaan patah semangat biasanya seorang pelatih akan menganggap bahwa pola latihan yang diberikan sudah sangat gagal.

Memahami Lebih Jauh Patah Semangat Bagi Pelatih

Pelatih yang mengalami patah semangat biasanya merasa mudah lelah dan tidak memiliki tenaga lagi yang sebelumnya pernah dimiliki, sering tidak berdaya, mudah marah dan kurang sekali kendali terhadap dirinya terhadap lingkungan yang ada, akan kehilangan kesabaran dan kemungkinan besar akan frustasi. Hal tersebut akan menjadikan pelatih berpikiran lebih tertutup dan tidak ramah lagi. Waktu melatih mungkin lebih banyak, akan tetapi hanya sebagian kecil dari pelatihannya yang bisa diselesaikan. Akhirnya, pelatih menjadi tidak sehat, terlalu lelah dan merasa tertekan, bahkan mungkin mengalami sakit kepala atau sakit fisik lainnya.

Kegagalan yang pernah dialami pelatih sebetulnya masih bisa diperbaiki pada masa mendatang, tapi karena dirinya sudah patah semangat maka memperbaiki kegagalan tersebut bisa dianggap mustahil oleh pelatih tersebut. Awalnya pelatih yang patah semangat akan menyalahkan kualitas atletnya atau lawan yang dihadapi, tapi pada akhirnya akan menyalahkan dirinya sendiri sebagai faktor penyebab kegagalan. Langkah nyata dari keadaan seperti ini adalah seorang pelatih harus melakukan sesuatu dalam dirinya untuk mencegah atau menghindari dari situasi patah semangat seperti ini.

Kerugian Mengalami Patah Semangat Bagi Pelatih

Patah semangat sering terjadi pada pelatih yang sangat berdedikasi dan penuh perhatian untuk melatih atletnya, atau pelatih yang sering mengalami kemenangan kemudian suatu saat mengalami kekalahan, atau pelatih yang mengalami kekalahan terus menerus. Patah semangat bukan suatu hal khusus yang hanya menimpa pada pelatih profesional, bahkan hal tersebut bisa terjadi pada pelatih pada cabang olahraga apapun bisa mengalami patah semangat. Gejala ini lebih berhubungan pada faktor individu terhadap tuntutan kerja.

Pelatih yang memaksakan diri untuk berhasil cenderung mengalami patah semangat, jika dihadapkan dengan tantangan yang sulit dan akan bekerja lebih giat dan lebih lama. Kadang-kadang pelatih semacam itu bekerja sepanjang malam sehingga orang lain tahu bahwa pelatih tersebut pantang menyerah dan kegagalan bukan karena kurangnya usaha.

Seringkali rasa antusias dan dedikasi yang ditunjukkan oleh pelatih seperti itu, membuat orang lain mendekat untuk meminta bantuan. Orang lain tahu bahwa pelatih tersebut dapat melakukan segalanya, mulai dari memecahkan masalah dan menyelesaikan tugas. Akibatnya, pelatih tersebut akan terbebani dengan banyaknya tanggung jawab. Pada awalnya pelatih semacam itu akan merasa senang karena dibutuhkan dan sulit untuk mengatakan tidak pada orang yang meminta bantuan, tetapi perasaan tersebut akan menjadi sumber stress bagi pelatih.

Mencegah dan Mengatasi Patah Semangat Bagi Pelatih

Patah semangat harus dicegah apabila orang menginginkan kebahagiaan dan keberhasilan. Pendekatan yang terbaik untuk mencegah patah semangat adalah dengan memahami gejala-gejalanya. Pemahaman ini harus diikuti dengan kesadaran diri tentang nilai-nilai individu dan perilaku. Pelatih harus belajar memahami dan menafsirkan pengalaman pribadinya dalam melatih.

Menyadari tingginya tuntutan untuk berhasil, disertai kuatnya perhatian dan tanggung jawab pada atlet harus dianggap sebagai gejala utama timbulnya patah semangat pada pelatih. Dengan kesadaran ini, pelatih dapat mulai menggunakan kekuatannya untuk keberhasilannya tanpa mengabaikan pemenuhan kebutuhan dan perilaku. Memiliki hubungan yang baik dan harmonis dengan atlet, pengurus, keluarga dan kebutuhan pribadi adalah suatu langkah utama untuk mengatasi patah semangat.

Beberapa Cara Mengatasi Patah Semangat Bagi Pelatih

  •  Membuat Pilihan

    Pelatih harus membuat pilihan ketika patah semangat terjadi pada dirinya, entah itu hengkang dari klubnya atau tetap berada di klubnya dengan memperbaiki pola latihannya. Bisa dikatakan bahwa semua pelatih ingin sepenuhnya mengontrol atletnya tanpa campur tangan dari atasannya atau manager sehingga akan berdedikasi penuh dan bahkan bisa melupakan hal lainnya selain dari melatih klub tersebut.
    Seorang pelatih harus menyadari ketika pertama kali melatih ada yang disebut masa transisi dari pelatih sebelumnya, sehingga biasanya prestasi yang dapat diraihnya berada pada tahun berikutnya pada masa kepemimpinan pelatih tersebut.
    Banyak pelatih yang waktunya tersita untuk melatih. Pelatih harus mencoba mengurangi jadwal padatnya sekali-kali untuk beristirahat dan menyegarkan pikirannya, tapi beberapa pelatih ada yang menolak anjuran tersebut dikarenakan ada persepsi bahwa keberhasilan menuntut dedikasi yang terus menerus. Tapi perlu diingat bahwa istirahat itu penting jika ingin mendapatkan keberhasilan dalam waktu jangka panjang.
  • Marah

    Kemarahan sekali-kali pada atlet atau pada asisten atau pada official bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi masalah patah semangat ini, bahkan ada yang menyebutkan bahwa "lebih baik marah daripada patah semangat", tapi kemarahan tersebut jangan sampai berlebihan yang bisa memberikan efek negatif bagi pelatih di mata atlet dan pengurus. Kemarahan yang terus menerus bahkan setiap hari dapat melemahkan motivasi seperti halnya menyimpan stress dan frustasi.
    Jadi pelatih harus mengetahui kapan kemarahan tersebut diungkapkan, dibutuhkan dann dimanfaatkan. Terkadang kemarahan mempunyai nilai positif dan produktif.
  • Memegang Teguh Pandangan yang Benar

    Mempertahankan suatu pandangan yang benar menurut pelatih banyak sekali manfaatnya. Jika pelatih menderita stress berat, cenderung memusatkan perhatian pada hal negatif. Jika seorang pelatih mampu tetap fokus dan sadar memusatkan perhatiannya pada masalah yang dihadapi dan merupakan penyebab terjadinya kegagalan maka pelatih tersebut memiliki keyakinan pada pandangannya yang benar.
  • Lingkungan Baru

    Pendekatan lain untuk mengatasi patah semangat yaitu mencari lingkungan kerja baru atau pindah dari klub lamanya. Untuk tujuan ini, pelatih harus berhati-hati mengenali kelebihan dan kekurangan lingkungan barunya. Pelatih harus yakin bahwa dengan berpindah klub maka akan merasa lebih senang.
  • Menggunakan Asisten Pelatih

    Banyak pelatih berhasil mengatasi dan mencegah patah semangat dengan menggunakan asisten pelatih berkualitas dengan bakatnya yang bermacam-macam. Jadi asisten pelatih dapat mengisi peran yang tidak terisi oleh pelatih utama. Pelatih yang hebat akan menyadari bahwa asisten pelatih yang lebih muda dapat membantu mempermudah hubungan dengan atletnya. Para pelatih utama menggunakan kelebihan asisten ini untuk menjada hubungan pribadi dan informasi yang perlu diketahui pelatih kepala mengenai situasi atletnya.
  • Dukungan Keluarga

    Banyak pelatih dapatmelepaskan diri dari stress melatih yang terus menerus melalui dukungan yang tak ada batasnya dari istri, keluarga dan teman akrabnya. Seringkali, istri dari pelatih ikut berpartisipasi untuk menenangkan kejiwaan seorang pelatih yang sangat mumet sekali setelah melatih atletnya. Mungkin yang diharapkan oleh semua pelatih, dukungan dari istrinya yang memang biasanya menjadi kekuatan tersendiri bagi jiwa seorang pelatih.
    Seorang pelatih seringkali mendapat dukungan yang sangat besar dari keluarganya. Sebuah keluarga yang siap mendengarkan dan membahas masalah yang dihadapi pelatih dapat mengurangi dan meminimalisir faktor resiko terkena stress dan patah semangat.
  • Bahagialah dengan Keadaan Yang Diterima

    Pelatih yang berhasil akan mengetahui dan menerima keadaan dirinya dalam keadaan apapun. Meskipun terus menerus berjuang untuk kemajuan dirinya, akan tetap bangga dengan profesi yang diperankannya. Efek dari seorang pelatih yang bahagia dengan keadaan dirinya, akan memberikan efek positif pada atletnya.
  • Banggalah pada Diri Sendiri

    Pelatih yang bangga akan dirinya, tidak akan mencoba menjadi orang lain. Jika atletnya bertanya mengenai strategi atau pola latihan yang diberikan, maka pelatih tersebut akan jelas menerangkan dan mempertahankan latihannya. Para pelatih memberikan tenaganya untuk menguasai pelaksanaan pola latihannya dan yakin bahwa proses latihan yang diberikan akan memberikan hasil yang maksimal sesuai harapannya.
Itulah beberapa cara mengatasi stress yang efeknya berupa patah semangat pada diri pelatih, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca yang sedang melatih atletnya untuk menjadi juara. Salah satu kunci keberhasilan meraih prestasi maksimal ada pada diri seorang pelatih yang mengatur segala macam aktifitas latihan dalam sebuah program latihan bagi atletnya. Sekian postingan saya kali ini, jangan lupa share ke teman kita yang lainnya supaya kita bisa berbagi pengetahuan mengatasi stress ini. Terima kasih.