Website Olahraga

Penampilan Prima (Top Performance) Atlet pada Puncak Pertandingan

Saturday, August 01, 2015

Penampilan Prima (Top Performance) Atlet pada Puncak Pertandingan

Salam sobat HIIT. Mendapatkan penampilan puncak pada saat pertandingan utama, sangat diharapkan oleh semua atlet dan pelatih. Penampilan puncak diartikan sebagai persiapan atlet mencapai kemampuan maksimal dan meningkatnya skill pada level baru, akibat dari latihan yang ditujukan untuk ditampilkan pada puncak pertandingan yang paling penting pada tahun itu dengan prestasi prima. Kemampuan fisik, teknik, taktik dan mental, kematangan bertandingan dan kekompakkan secara terpadu semuanya berada dalam top/prima.

Ciri-ciri atlet memiliki prestasi prima antara lain:

  1. Perubahan anatomis dan fisiologis organ tubuh yang sangat baik diketahui dengan data pengukuran obyektif. Bentuk tubuh dan fungsi organ berkualitas tinggi, kualitas kemampuan gerak sudah bagus.
  2. Penguasaan teknik-teknik tinggi dapat diandalkan sebagai pendukung utama keterampilan prima.
  3. Memiliki daya kreatifitas tinggi untuk menunjang taktik dalam bertandingan.
  4. Sikap mental tinggi antara lain: daya juang tinggi, kesegaran mental dalam bertanding, kuat dala, mengatasi tekanan fisik dan mental.
  5. Matang dalam bertanding atas dasar pengalaman-pengalaman nasional maupun internasional, sehingga penampilannya stabil, semakin sedikit fluktuasi penampilan atlet.
  6. Atlet/tim memiliki motivasi tinggi terhadap keinginan menjadi juara.
  7. Atlet memiliki sikap fanatik terhadap negara, tim, maupun perkumpulannya.
  8. Memiliki sikap kemandirian yang tinggi terutama dalam pertandingan berat dan menentukan.
Ciri-ciri 1-8 merupakan keterpaduan secara utuh untuk penampilan atlet dalam pertandingan puncak agar selalu tampil prima. Perlu diperhatikan pada saat masa pertandingan, pelatih harus membuat program harian secara ketat dan terperincj, terutama pengaturan istirahat, makanan, penjagaan kondisi fisik yang baik dan mengontrol kesehatan atlet agar segar dan terhindar dari sakit.
Penampilan Prima (Top Performance) Atlet pada Puncak Pertandingan

4 Langkah Siklus untuk Memperoleh Penampilan Puncak Atlet

  1. Membangun peningkatan dengan latihan agar kualitas atlet secara utuh memperoleh penampilan puncak dalam pertandingan utama. Maksud meningkatkan/membangun kualitas atlet adalah melatih fisik, terutama fungsi-fungsi organ tubuh dan unsur-unsur kemampuan gerak yang penting dengan banyak latihan kondisi fisik. Melatih teknik, taktik, mental dan keterampilan tinggi. Proses latihan disini ditekankan kepada latihan spesialisasi/keistimewaan perorangan dengan memperbanyak uji coba bertanding dan secara bertahap lawannya semakin berat.
  2. Masa stabilisasi dan pengukuhan penampilan puncak. Untuk atlet senior bisa saja dalam satu tahun mencapai penampilan puncak dua kali (program latihan ganda). Untuk atlet pemula satu kali satu tahun (program latihan tunggal) telah memadai, mengingat kemampuan membangun kembali (recovery) belum bisa cepat kembali dalam waktu pendek. Penjagaan kondisi fisik, pengaturan istirahat, pengaturan gizi makanan, pengontrolan kesehatan dan latihan-latihan teknik dan taktik perlu mendapatkan perhatian khusus dari pelatih. Meskipun pada masa puncak pertandingan waktu cukup lama (10 hari), setiap penampilan diusahakan selalu dalam posisi puncak. Untuk menjamin itu perlu latihan-latihan penjagaan fisik umum dan khusus serta latihan teknik, teknik spesifik dengan intensitas sub maksimal. Pengaturan istirahat untuk pulih asal, gizi makanan dan penjagaan fisik agar selalu segar bugar dan sehat perlu mendapatkan perhatian yang baik.
  3. Masa kehilangan penampilan puncak sementara. Setelah mengalami kelelahan serius dalam latihan berat, atlet harus diberi waktu untuk relaksasi, latihan dilonggarkan dengan latihan sedang. Pada masa ini memberikan kesempatan timbulnya adaptasi positif dan super kompensasi berdasarkan hukum-hukum biologis yang berlaku.
  4. Pencapaian prestasi puncak. Setelah mengalami proses membentuk, stabilisasi dan pemberian waktu untuk adaptasi positif dan timbulnya super kompensasi berdasarkan hukum biologi yang berlaku, diharapkan atlet mendapatkan prestasi puncak pada saat bertanding. Memang para pelatih dituntut keahliannya dalam membuat periodisasi program latihan tahunan, agar atletnya memiliki prestasi puncak pada saar pertandingan utama. Namun apabila atlet cabang olahraga berbentuk tim (sepak bola) disini pelatih sulit mencari ketepatan agar semua individu anggota tim dapat persis dan tepat semuanya berada pada posisi puncak pada pertandingan utama. Oleh karena itu, para pelatih cabang olahraga tim hendaknya dapat membuat periodisasi program latihan tahunan dituntut keahlian yang lebih jitu dan jeli terhadap individu-individu sebagai anggota tim secara keseluruhan. Mungkin juga dalam puncak pertandingan ada beberapa orang anggota tim tidak berada dalam posisi puncak, pelatih tidak perlu heran dan kecewa, kemungkinan puncak atlet tersebut jatuh sebelum atau sesudah pertandingan utama.
Itulah indikasi penampilan prima atlet pada puncak pertandingan yang dapat membantu memenangkan pertandingan utama dalam sebuah kejuaraan baik personal atau tim. Sekian postingan kali ini semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.