Website Olahraga

Asam Laktat pada Latihan Fisik (Olahraga Anaerobik)

Monday, November 30, 2015

Asam Laktat pada Latihan Fisik (Olahraga Anaerobik)

Salam sobat HIIT, Asam laktat merupakan zat yang timbul akibat dari kontraksi otot dengan cara kerja anaerobik atau biasa disebut hampas otot. Pada fase kerja dari latihan fisik anaerobik, akan terjadi insufisiensi oksigen di mitokondria sel otot, karena kecepatan kebutuhan energi yang dikerahkan, secara relatif, melebihi kecepatan suplai oksigen ke mitokondria oleh sistem transportasi oksigen. Hal ini akan menyebabkan mitokondria mengalami insufisiensi oksigen sehingga terjadi glikolisis anaerobik yang menghasilkan asam laktat dari asam piruvat di sitoplasma sel otot. Bila glikolisis anaerobik berlangsung terus, terjadilah akumulasi asam laktat dalam darah.

Setelah aktifitas fisik dengan intensitas tinggi berlangsung selama 30 detik maka sistem ATP-PC (sistem fosfagen) telah terkuras habis sehingga butuh resintesis lagi melalui proses glikolisis anaerobik. Sistem fosfagen pada keadaan seperti ini selain, membentuk ATP dari pemecahan creatine phospate (CP), juga akan membentuk ATP dari penggabungan 2 molekul ADP (Adenosin Diphosphat), sehingga terbentuk AMP (Adenosine Monophosphate). ADP+ADP -> ATP+AMP.

Selama fase istirahat dari latihan fisik anaerobik terjadi proses pemulihan cadangan energi. Terjadi pemulihan cadangan ATP-PC melalui metabolisme aerobik di kedua jenis otot, begitu juga dengan asam laktat yang terakumulasi selama fase kerja. Sebagian besar asam laktat akan diubah menjadi asam piruvat dan selanjutnya bergabung dengan CoA membentuk asetil-CoA. Asetil CoA bersama dengan oksaloasetat membentuk asam sitrat, yang selanjutnya mengalami serangkaian reaksi kimia di siklus Krebs di Mitokondria sebagai bagian dari metabolisme aerobik.

Perubahan asam laktat ke asam piruvat di sitoplasma merupakan suatu proses dissosiasi (asam piruvat <-> asam laktat) yang merupakan reaksi bolak balik. Bila kadar asam laktat jauh lebih tinggi daripada asam piruvat, maka reaksi akan berjalan lebih cepat ke kiri. Oleh karena itu, kecepatan penyingkiran asam laktat dari darah akan berlangsung lebih cepat pada latihan fisik anaerobik.

Aktifitas fisik pada saat pemulihan akan turut mempengaruhi kecepatan penurunan kadar asam laktat darah. Bagi individu yang tidak terlatih, optimal dilakukan dengan intensitas antara 30% hingga 45% dari VO2Max dan bagi atlet yang terlatih antara 50% hingga 65% dari VO2Max.

Pembuangan asam laktat lebih cepat bila pada masa pemulihan dilakukan aktifitas ringan atau sedang dibandingkan dengan tanpa aktifitas, karena pada aktifitas ringan atau sedang distribusi asam laktat dari berbagai bagian otot yang aktif ke berbagai otot yang tidak aktif dan organ lainnya, berjalan lebih cepat. Pada aktifitas fisik tersebut terjadi kontraksi-kontraksi otot. Kontraksi otot akan memeras pembuluh darah sedang dan kecil, sehingga menyebabkan aliran darah menjadi lebih cepat.

Sekian postingan kali mengenai hampas otot kita yaitu asam laktat setelah melakukan olahraga anaerobik, mulai dari apa sampai bagaimana mekanisme munculnya asam laktat dan cara mempercepat penguraiannya supaya kita cepat bisa pulih kembali. Terima kasih para pembaca sekalian, jangan lupa lihat postingan saya yang lainnya di bawah ini.