Website Olahraga

Cara Mencegah Konstipasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Wednesday, December 09, 2015

Cara Mencegah Konstipasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Dear kawan, dalam artikel ini saya akan membahas tentang cara mencegah konstipasi dalam kehidupan sehari-hari. Dan ini terjadi pada teman saya sewaktu masih duduk di bangku SMA.
Sebelumnya Kalian tau ga sih apa itu Konstipasi???

Konstipasi adalah sulit buang air besar pengerasan feses (kotoran) yang disebabkan hormon progesteron  yang meningkat, usus bergeser akibat desakan rahim yang membesar atau konsumsi zat besi.

Definisi: Konstipasi adalah kesulitan atau jarang defekasi yang mungkin karena feses keras atau kering sehingga terjadi kebiasaaan defekasi yang tidak teratur, faktor psikogenik, kurang aktifitas, asupan cairan yang tidak adekuat dan abnormalitas.

Nah saya punya sedikit cerita mengenai penyakit konstipasi yang di alami pada teman saya. Awal nya begini, dia sering mengalami gejala-gejala seperti berikut:
•    Buang air besar lebih sedikit dari tiga kali seminggu.
•    Sulit buang air besar.
•    Perut terasa kesiksa .
•    Perasaan terjadi penyumbatan pada dubur.
•    Perasaan tidak selesai setelah buang air besar.
Setalah saya mengetahui dia mempunyai kebiasaan seperti itu, lalu saya menanyakan pola kehidupan sehari-harinya seperti-apa? :
•    Sering memakan makan yang junk food.
•    Pola makannya tidak teratur
•    Kurang olahraga
•    Sering menunda BAB
•    Kurang minum air
•    Kurangnya makanan berserat
Ya memang ini bukan penyakit bawaan yang dia derita dari kecil, tetapi ini terjadi ketika dia mulai memasuki usia SMA. Dimana pergaulan yang bebas, hingga lupa dengan pola hidup yang baik.

Setelah beberapa minggu dia mengalami kebiasaan sulit BAB, akhirnya dia pun konsultasi atau berobat ke dokter. Dan dokter pun menyatakan bahwa dia terkena konstipasi.  Kemudian  dia di berikan obat dan disuruh untuk melakukan pola hidup yang sehat.

Pencegahan
Ada beberapa langkah sederhana untuk menghindari konstipasi, antara lain:
  • Perbanyak konsumsi serat, misalnya dengan makan sayur, buah, beras merah, sereal gandum, biji-bijian, serta kacang-kacangan.
  • Banyak mengkonsumsi cairan agar kotoran dalam usus selalu lunak.
  • Kurangi konsumsi minuman berkafein, minuman bersoda, dan minuman keras.
  • Tingkatkan aktivitas olahraga hingga setidaknya 2-3 jam dalam seminggu. Rutin berolahraga tidak hanya membantu menurunkan risiko konstipasi, tapi dapat mencegah terjadinya penyakit lain juga.
  • Jangan menunda-nunda untuk buang air besar.
  • Mengatur kebiasaan buang air besar agar dapat dilakukan dengan leluasa dan nyaman.
  • Kurangi makan dalam porsi yang banyak
  • Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman dingin.
Pengobatan
Langkah penanganan konstipasi bertujuan untuk melancarkan pencernaan agar penderita dapat buang air besar secara teratur. Penanganan pertama untuk konstipasi yang sering dilakukan adalah memperbaiki pola makan dan gaya hidup, terutama meningkatkan konsumsi serat.

Serat adalah bagian dari makanan yang tidak bisa diserap oleh tubuh sehingga dikeluarkan dalam bentuk kotoran. Serat banyak terkandung di dalam buah, sayur, dan sereal gandum. Tingkat kecukupan serat yang terkandung di dalam asupan makanan akan berdampak kepada kelancaran sistem pencernaan.

Selain itu, terdapat langkah-langkah lainnya untuk melancarkan sistem pencernaan tubuh, antara lain:
  • Memperbanyak konsumsi air putih.
  • Meningkatkan aktivitas olahraga, misalnya lari pagi atau sore tiap hari.
  • Tidak menahan-nahan untuk buang air besar.
  • Coba letakkan lutut Anda pada posisi lebih tinggi dari pinggul pada saat buang air besar, misalnya dengan meletakkan kaki di bangku.(anjuran dokter)
Kira-kira seperti itu kawan cara yang tepat untuk di lakukan dalam kehidupan sehari-hari apabila kalian mengalami konstipasi.
Mahasiswa PJKR Universitas Siliwangi 2015 Kelas B