Website Olahraga

Hubungan Hemoglobin dengan Daya Tahan Aerobik (Kardiovaskuler)

Wednesday, December 02, 2015

Hubungan Hemoglobin dengan Daya Tahan Aerobik (Kardiovaskuler)

Salam sobat HIIT. Postingan ini mengenai hubungan keterkaitan antara hemoglobin selaku pengikat oksigen dalam sel darah merah dengan kondisi fisik daya tahan aerobik (kardiovaskuler). Daya tahan aerobik atau disebut juga dengan daya tahan kardiovaskuler adalah kemampuan paru-paru, jantung dan pembuluh darah dan darah untuk memberikan sejumlah oksigen dan zat-zat gizi ke seluruh sel yang membutuhkan untuk memenuhi kinerja fisik yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Ketika kita bernapas, sebagian udara yang masuk ke dalam sistem pernapasan kita mengandung oksigen yang diserap oleh paru-paru kemudian berdifusi dari alveoli ke pembuluh darah kapiler di paru-paru dan diangkut oleh plasma serta hemoglobin yang ada di dalam sel darah merah ke jantung. Jantung kemudian diharuskan untuk memompakkan darah yang mengandung oksigen melalui sistem sirkulasi ke seluruh organ dan jaringan-jaringan di dalam tubuh.

Pada tingkat sel, oksigen digunakan untuk mengubah substrat makanan, terutama karbohidrat dan lemak menjadi energi yang penting untuk mempertahankan fungsi tubuh. Selama melakukan latihan fisik, dibutuhkan sejumlah energi yang lebih besar untuk memenuhi tuntunan energi. Oleh karena itu jantung, paru-paru dan pembuluh darah dan darah harus menyampaikan lebih banyak lagi oksigen untuk menyokong energi yang diperlukan agar kegiatan dapat berlangsung lama.

Selama melakukan aktifitas fisik yang berlangsung dalam waktu yang lama, kita mempunyai daya tahan kardiovaskuler pada tingkat tinggi untuk mampu mensuplai jumlah oksigen yang lebih banyak ke jaringan-jaringan dengan mudah. Tapi sebaliknya, orang yang memiliki daya tahan kardiovaskuler pada tingkat rendah, harus bekerja lebih keras, karena jantung harus lebih sering berdenyut untuk mensuplai sejumlah oksigenke jaringan yang menyebabkan munculnya kelelahan.

Jumlah maksimal oksigen yang dapat diangkut oleh darah ditentukan oleh banyaknya hemoglobin yang ada di dalam sel darah merah. Daya tahan kita sangat ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk menyampaikan oksigen dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan yang aktif. Dengan demikian hemoglobin yang lebih tinggi akan dapata lebih banyak menyediakan oksigen sehingga dapat meningkatkan daya tahan aerobik kita.

Dalam keadaan normal, oksigen dari paru-paru hampir hampir seluruhnya diangkut oleh hemoglobin ke seluruh jaringan, karena 97% dari oksigen yang diangkut tersebut dalam campuran kimia dengan hemoglobin di dalam sel darah merah, dan sisanya 3% dalam keadaan larut pada plasma darah dan sel (Guyton;1981:507). Dapat dijelaskan bahwa makin tinggi kadar hemoglobin, makin banyak juga oksigen yang dapat diangkut dari paru-paru ke seluruh sel yang memerlukan sehingga aktifitas fisik yang dilakukan akan lebih lama.

Faktor yang meningkatkan suplai darah

Jika sudah melakukan latihan-latihan daya tahan aerobik maka ada 3 faktor yang ikut meningkatkan sistem suplai darah yaitu :
  1. Meningkatnya jumlah pembuluh darah kapiler pada otot yang terlatih.
  2. Makin banyaknya pembuluh darah kapiler yang terbuka pada otot yang terlatih.
  3. Penyaluran darah lebih efektif, sehingga memudahkan darah untuk berdifusi ke jaringan-jaringan atau aliran darah ke pembuluh darah kapiler dan otot semakin meningkat.
Meningkatnya tingkat kepadatan pembuluh darah kapiler dapat memperpendek jarak antara sistem peredaran darah dengan otot. Jumlah kapiler yang mengelilingi serabut otot merupakan prediktor yang baik dari daya tahan aerobik dan ini berhubungan dengan kandungan mitokondria serabut otot. Meningkatnya pembuluh darah kapiler yang mengelilingi serabut otot dapat mempermudah difusi selama latihan, sehingga terjadi peningkatan pada daya tahan aerobik.

Ok sekian dulu postingan kali ini semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.