Kondisi Fisik Daya Tahan Aerobik

2015-12-03

Kondisi Fisik Daya Tahan Aerobik

Salam sobat Dunia Olahraga. Postingan kali ini akan dibahas mengenai kondisi fisik daya tahan aerobik. Pengertian daya tahan aerobik adalah kapasitas seseorang untuk menahan kelelahan atau kemampuan tubuh untuk bekerja tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Daya tahan aerobik merupakan faktor yang sangat penting dalam performa untuk sebagian besar cabang olahraga. Peningkatan kualitas daya tahan ditujukan bukan hanya untuk menunjang performa, melainkan untuk mempercepat proses pemulihan (recovery) setelah melakukan aktifitas yang berat.

Macam Istilah Daya Tahan Aerobik

Ada beberapa macam istilah yang biasa dipakai untuk daya tahan aerobik ini, diantaranya adalah kebugaran aerobik, daya tahan kardiovaskuler, kebugaran kardiovaskuler, kebugaran kardiorespiratori, kapasitas kerja fisik, kapasitas aerobik dan maximal oxygen up-take (Melvin H. Williams; 1990: 173) atau disebut juga dengan maximal oxygen consumptionmaximal oxygen in-take dan maximal aerobic power (David R. Lamb).
Kondisi Fisik Daya Tahan Aerobik

Beberapa Pengertian Kondisi Fisik Daya Tahan Aerobik

Pengertian lainnya mengenai daya tahan aerobik adalah komponen yang kompleks dari kebugaran jasmani karena melibatkan interaksi beberapa proses fisiologis di dalam kardiovaskuler, sistem respiratori dan sistem perototan, termasuk kapasitas paru untuk menghirup oksigen, kapasitas darah di dalam paru-paru untuk menyerap oksigen, kapasitas jantung untuk memompa darah yang mengandung oksigen ke jaringan otot dan kapasitas jaringan otot untuk menyerap oksigen dari darah dan mempergunakannya untuk menghasilkan energi. 

Pada tingkat seluler, oksigen dipakai untuk mengubah sari makanan, terutama karbohidrat dan lemak menjadi energi yang sangat dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh. Jadi kombinasi kardiovaskuler dan sistem respirator merupakan mekanisme penyampaian oksgien ke otot. Jika kebutuhan energi otot meningkat, maka tuntutan terhadap sistem respiratori dan kardiovaskuler juga meningkat.

Selama kita melakukan aktifitas fisik dalam waktu yang lama, jika memiliki daya tahan aerobik atau kardiovaskuler yang tinggi maka darah akan mampu menyampaikan oksigen yang diperlukan ke bagian tubuh yang sedang bekerja relatif mudah.

Jika kita memiliki tingkat daya tahan aerobik atau kardiovaskuler yang rendah maka jantung akan bekerja lebih keras karena harus memompa lebih sering untuk mensuplai sejumlah oksigen yang sama ke jaringan-jaringan dan sebagai akibatnya, kelelahan akan lebih cepat datang. Oleh karena itu, jika kita memiliki daya tahan aerobik yang tinggi maka bisa dipastikan kerja sistem kardiovaskulernya lebih efisien.

Derajat daya tahan kita sangat ditentukan oleh efisiensi fungsi kardiovaskuler, metabolik dan sistem pernafasan, seperti tingkat koordinasi dari aktifitas semua organ dan sistem tubuh. 

Aspek penting dalam berbagai macam bentuk aktifitas fisik adalah kebutuhan untuk menghasilkan energi dengan cepat karena ketika energi dikeluarkan dengan seketika, oksigen dalam jumlah yang cukup tidak dapat disampaikan ke otot dengan cukup cepat untuk memenuhi kebutuhan energi. Meskipun oksigen segera tersedia, tetapi metabolisme tidak dapat dilakukan dengan cukup cepat untuk dapat digunakan.

Sekian artikel kali ini mengenai kondisi fisik daya tahan aerobik, semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih