Website Olahraga

Menurunkan Kadar Lemak Tubuh untuk Meningkatkan Daya Tahan Aerobik

Tuesday, December 08, 2015

Menurunkan Kadar Lemak Tubuh untuk Meningkatkan Daya Tahan Aerobik

Salam sobat HIIT. Banyak cara untuk meningkatkan daya tahan aerobik menggunakan berbagai macam bentuk latihan, tapi tahukah kita? bahwa menurunkan kadar lemak tubuh kita bisa membantu meningkatkan daya tahan aerobik atau daya tahan kardiovaskuler kita. Daya tahan aerobik atau daya tahan kardiovaskuler sangat identik dengan derajat kesegaran atau kebugaran jasmani kita. Keuntungan memiliki tingkat kebugaran jasmani yang bagus adalah untuk menunjang aktifitas kita sehari-hari supaya tidak mudah lelah dan bisa lebih produktif lagi dalam pekerjaan.

Turun Lemak = Naik Daya Tahan Aerobik, Syaratnya => Keseimbangan Energi

Dalam beberapa literatur dan penelitian, sudah terungkap adanya keterkaitan antara kadar lemak seseorang dengan peningkatan daya tahan aerobik. Hasil analisis dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan atau hubungan negatif antara kadar lemak tubuh dengan daya tahan aerobik. Ini berarti bahwa usaha untuk menurunkan kadar lemak tubuh diikuti oleh peningkatan daya tahan aerobik. Untuk itu diperlukan berbagai bentuk dan metoded latihan dan diet yang benar agar penurunan kadar lemak tubuh tersebut dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan sehingga daya tahan aerobik dapat meningkat juga.

Pengendalian berat badan pada dasarnya berhubungan erat dengan pengendalian lemak tubuh. Lemak tubuh sebenarnya adalah tempat yang paling utama di dalam menyimpan energi yang berada di dalam tubuh manusia untuk dipergunakan apabila tubuh memerlukannya. Agar seseorang dapat mempertahankan berat badan yang diinginkan, maka individu tersebut harus menjaga agar tetap dalam keseimbangan energi yang artinya bahwa jumlah energi yang dikeluarkan harus sesuai dengan jumlah energi yang masuk melalui makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

Keseimbangan Energi pada Usia Pertumbuhan dan Perkembangan

Selama masa pertumbuhan dan perkembangan terutama pada usia anak-anak dan remaja, energi yang masuk sedikit lebih banyak daripada energi yang keluar, agar tercipta keseimbangan energi yang positif dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini sangat penting untuk perkembangan massa tubuh. Ketika memasuki usia dewasa, pertumbuhan dan perkembangannya sudah mulai menurun dan hanya tinggal proses penyempurnaan, maka energi yang masuk dengan yang keluar harus seimbang. Seseorang akan mengalami penurunan berat badan apabila energi yang keluar lebih banyak dibandingkan dengan energi yang masuk, keadaan tersebut dikatakan dengan keseimbangan energi negatif. Jika energi yang masuk lebih besar dibandingkan dengan energi yang keluar, keadaan tersebut dikatakan dalam keadaan keseimbangan energi positif dan berat badan akan bertambah.

Seimbangnya Nutrien Untuk Pembentukan Energi

Keseimbangan nutrien tidak ada masalah untuk protein dan karbohidrat, karena protein yang dikonsumsi setiap harinya dipergunakan untuk mempertahankan jaringan protein yang ada, hormon dan enzim. Jika protein yang dikonsumsi melebihi kebutuhan, maka kelebihan tersebut dioksidasi untuk kebutuhan metabolik, dan massa lemak tidak akan meningkat. Begitu juga yang terjadi pada karbohidrat, mencerna karbohidrat dipergunakan untuk mengisi simpanan glikogen di otot dan hati; kelebihan karbohidrat dioksidasi dan tidak dikonversi menjadi lemak (Powers dan Hohley; 1997: 342).

Keadaan seperti itu sangat bertolak belakang dengna yang terjadi pada lemak. Mengkonsumsi lemak tidak secara otomatis seimbang dengan oksidasi lemak. Apabila terjadi kelebihan lemak di dalam tubuh disimpan di dalam jaringan lemak. Powers dan Hohley (1997: 342) bahwa oksidasi lemak terutama ditentukan oleh perbedaan antara jumlah total energi yang dikeluarkan dengan jumlah energi yang masuk di dalam bentuk karbohidrat dan protein. Akibatnya jika kita ingin mempertahankan ukuran dari simpanan jaringan lemak tetap konstan, maka kita tidak boleh makan lemak dalam jumlah lebih dari yang dioksidasi.

Menu Nutrisi Yang Baik Untuk Energi Sehari-Hari

Menu yang baik adalah yang mengandung zat gizi dan kalori yang penting dan dapat dipergunakan untuk pertumbuhan dan regenerasi jaringan, serta dapat memenuhi kebutuhan energi untuk beraktifitas fisik sehari-hari. Permasalahan yang biasa terjadi di masyarakat kita adalah pola makan yang sudah terbiasa sering kali melebihi dari jumlah lemak yang diperlukan oleh tubuh, efek yang terjadi adalah obesitas atau kelebihan lemak tubuh.

Lemak mengandung kalori dua kali lipat lebih banyak daripada karbohidrat dan dapat memberikan kontribusi terhadap keseimbangan energi positif yang menyebabkan kelebihan lemak. Sangat sulit untuk mencapai keseimbangan gizi apabila dalam menu sehari-hari terdapat lemak dalam jumlah yang besar.

Banyak teori yang mengungkapkan mengenai cara-cara menurunkan berat badan, tetapi dalam pelaksanaannya sangat sulit untuk menurunkan berat badan jika sudah terjadi kegemukan atau obesitas. Seperti yang sudah diungkapkan bahwa kegemukan merupakan hasil dari keseimbangan energi positif.

3 Cara Menurunkan Berat Badan

Menurut deVries dan Housh (1994: 347). Ada 3 alternatif metode untuk mengurangi atau menurunkan berat badan, yaitu 
  1. Meningkatkan pengeluaran energi dan mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang konstan.
  2. Mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi dan pengeluaran energi konstan.
  3. Kombinasi keduanya.
Sekian postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan jangan lupa untuk melihat artikel lainnya. Terima Kasih.