Website Olahraga

Metabolisme Energi Cabang Olahraga Bola Basket

Saturday, December 19, 2015

Metabolisme Energi Cabang Olahraga Bola Basket

Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita mengenal tentang berbagai banyak macam kegiatan atau aktivitas yang banyak mengeluarkan cairan energy dan metabolism. Untuk itu kita harus banyak berolahraga untuk menggantikan cairan metabolism yang ada pada dalam tubuh kita. Jika kita tidak berolahraga sama sekali akibatny tibuh kita akan terasa lemas, kaku karena tidak ada pergantian cairan metabolism pada tubuh kita.

Metabolisme merupakan proses yang berlangsung dalam organisme, baik secara mekanis maupun secara kimiawi. Metabolisme terdiri dari dua proses yakni proses anabolisme dan katabolisme. Metabolisme merupakan proses untuk menghasilkan apapun yang dibutuhkan oleh tubuh dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh itu sendiri.

Anabolisme merupakan proses pembentukan yang mana molekul yang lebih kecil dengan melalui mekanisme fisika dan kimia akan diubah menjadi senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan proses yang dinamakan dengan Katabolisme merupakan proses penguraian dimana senyawa yang terkandung dalam asupan akan dipecah melalui proses pencernaan sehingga menghasilkan zat gizi yang diperlukan tubuh untuk aktivitas fisik maupun aktivitas hidup lainnya.

Dalam pembentukan anabolisme dan katabolisme membutuhkan banyak asupan gizi dan nutrisi kedalam tubuh karna proses pembentukan nutrisi tersebut akan digantikan dengan energy. Dalam metabolism mengenal adanya anaerobik dan aerobik. Metabolisme anaerobik merupakan olahraga yang memiliki intensitas yang sangat tinggi dan sebaliknya metabolismeaerobic adalah olahraga yang memiliki intensitas panjang. Aktivitas anaerobik merupakan aktivitas dengan intensitas tinggi yang membutuhkan energi secara cepat dalam waktu yang singkat, namun tidak dapat dilakukan secara kontinu untuk durasi waktu yang lama. Aktivitas anaerobikbiasanya akan membutuhkan interval istirahat agar ATP dapat diregenerasi sehingga kegiatannya dapat dilanjutkan kembali. Contoh dari kegiatan/jenis olahraga yang memiliki aktivitas anaerobik dominan adalah lari cepat (sprint), push-up, body building, gimnastik atau juga loncat jauh. Dalam beberapa jenis 2olahraga beregu atau juga individual akan terdapat pula gerakan-gerakan/aktivitas seperti meloncat, mengoper, melempar, menendang bola, memukul bola atau juga mengejar bola dengan cepat yang bersifat anaerobik. Oleh sebab itu maka beberapa cabang olahraga seperti sepakbola, bola basket atau juga tenis lapangan disebutkan merupakan kegiatan olahraga dengan kombinasi antara aktivitas aerobik dan anaerobik.

Dalam hal ini saya akan menjelaskan tentang olahraga intensitas tinggi atau anaerobik dan intensitas panjang atau aerobik salahsatunya olahraga bola basket. Dalam bola basket kita banyak sekali melakukan gerakan,hampir semua anggota tubuh melakukan gerak seperti berlari, melakukan shooting dll. Intensitas waktu yang digunakan pun sangat berbeda dengan olahraga yang lainya, karna intensitas waktu yang digunakan sangat beda karna proses pembentukan cairan metabolism pada jeda waktu istirahat membutuhkan cairan yang sangat banyak karna dalam melakukan olahraga bola basket membutuhkan energy yang sangat banyak.

Oleh sebab itu pada saat berolahraga, terdapat 3 jalur metabolisme energi yang dapat digunakan oleh tubuh untuk menghasilkan ATP yaitu hidrolisis phosphocreatine (PCr), glikolisis anaerobik glukosa serta pembakaran simpanan karbohidrat, lemak dan juga protein. Pada kegiatan olahraga dengan aktivitas aerobik yang dominan, metabolisme energi akan berjalan melalui pembakaran simpanan karbohidrat, lemak dan sebagian kecil (±5%) dari pemecahan simpanan protein yang terdapat di dalam tubuh untuk menghasilkan ATP (adenosine triphospate). Proses metabolisme ketiga sumber 3energi ini akan berjalan dengan kehadiran oksigen (O2) yang diperoleh melalui proses pernafasan. Sedangkan pada aktivitas yang bersifat anaerobik, energi yang akan digunakan oleh tubuh untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan energi secara cepat ini akan diperoleh melalui hidrolisis phosphocreatine (PCr) serta melalui glikolisis glukosa secara anaerobik. Proses metabolisme energi secara anaerobik ini dapat berjalan tanpa kehadiran oksigen (O2).

OLEH : Hilmi Nasir
Mahasiswa PJKR Universitas Siliwangi 2015 E