Website Olahraga

Olahdaya Anaerobik Dan Aerobik Pada Olahraga Bulutangkis

Saturday, December 19, 2015

Olahdaya Anaerobik Dan Aerobik Pada Olahraga Bulutangkis

Olahraga merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam kegidupan kita sehari-hari, karena olahraga merupakan alat untuk menuju sehat jasmani dan rohani, dengan berolahraga tubuh kita bisa menjadi sehat dan metabolisme di dalam tubuh menjadi lancar. Dengan melakukan olahraga secara rutin dapat meningkatkan kebugaran jasmani, menghilangkan stres dan meningkatkan metabolisme serta mempengaruhi fungsi kelenjar tubuh untuk memproduksi kekebalan tubuh. Kemampuan tubuh manusia untuk melangsungkan kegiatannya dipengaruhi oleh struktur fisiknya. Tubuh manusia terdiri dari struktur tulang, otot, syaraf, dan proses metabolisme. Tubuh manusia disusun dari 206 tulang yang berfungsi untuk melindungi dan melakukan kegiatan fisiknya, dimana tulang-tulang tersebut dihubungkan dengan sendi-sendi otot yang dapat berkontraksi. Otot-otot ini berfungsi mengubah energi kimia menjadi energi mekanik, dimana kegiatannya dikontrol oleh sistem syaraf sehingga dapat bekerja secara optimal. Hasil dari proses metabolisme yang terjadi di otot, berupa kumpulan proses kimia yang mengubah bahan makanan menjadi dua bentuk, yaitu energi mekanik dan energi panas.

Proses dari pengubahan makanan dan air menjadi bentuk energi. Bahan makanan yang diproses pada sistem pencernaan yang meliputi Lambung diruai/dihaluskan menjadi seperti bubur, kemudian masuk ke usus halus untuk diserap bahan-bahan makanan tersebut yang selanjutnya masuk ke sistem peredaran darah, menuju ke sistem otot.

Begitu juga dengan udara yang dihirup melalui hidung akan masuk ke paru-paru atau sistem pernafasan, dimana zat oksigen yang turut masuk ke paru-paru selanjutnya oleh paru-paru dikirim ke sistem peredaran darah. Selain itu paru-paru berfungsi juga untuk mengambil karbon dioksida dari sistem peredaran darah untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Selanjutnya oksigen yang telah berada di sistem peredaran darah dikirimkan ke sistem otot, yang akan bertemu dengan zat gizi untuk beroksidasi menghasilkan energi.

Selain menghasilkan energi, proses ini menghasilkan juga asam laktat yang dapat menghambat proses metabolisme pembentukan energi selanjutnya. Selama kebutuhan oksigen terpenuhi proses metabolisme, oksigen sisa yang ada di dalam darah digunakan untuk menguraikan asam laktat menjadi glikogen untuk digunakan kembali menghasilkan energi kembali.Kemudian bila dilihat dari proses tempat terjadinya pembentukan energi pada tubuh manusia, maka perlu dijelaskan mekanisme pada tingkat sel. Hal ini dipandang perlu, agar konsep pembentukan energi tenaga dalam yang akan diterangkan pada edisi berikutnya dapat dipahami dengan baik. Bila ditinjau pada tingkat sel, tubuh manusia disusun dari 100 triliun sel dan mempunyai sifat dasar tertentu yang sama. Olahdaya anaerobik dan aerobik adalam mekanisme penyebab daya energi atau tenaga untuk mewujudnya terjadinya gerak. Olahdaya anaerobik langsung mewujudkan gerak dan merupakan kemampuan endogen ES primer dalam hal otot. Hal ini disebabkan oleh karena olahdaya untuk bentuk aktivitas apapun selalu dimulai dengan olahdaya anaerobik dan akan harus diikuti oleh olahdaya aerobik, selama aktivitas fisik maupun istirahat. Olahdaya anaerobik dan aerobik harus harus dalam keadaan seimbang.

Seperti halnya olahraga bulutangkis merupakan olahraga yang membutuhkan intensitas yang tinggi (olahraga anaerobik dominan) atau proses metabolisme energi tanpa kehadiran oksigen (O2) dan olahraga dengan durasi panjang (olahraga aerobik dominan) atau energi pembakaran  lemak dan karbohidrat dengan  kehadiran oksigen (O2) yang akan diperoleh melalui proses pernafasan. Karena di olahraga bulutangkis terdapat olahraga aerobik yaitu bila selama penampilannya minimal 2/3 (70%) dari seluruh energi yang dipergunakan disedikan melalui olahdaya aerobik, artinya maksimal hanya 30% olahdaya anaerobik yang tidak dapat diliput oleh olahdaya aerobik yang akan diliput nanti pada masa pemulihan setelah menyelesaikan penampilannya dan olahraga anaerobik yaitu bila selama penampilannya minimal 2/3 (70%) dan seluruh energi yang dipergunakan disediakan melalui olahdaya anerobik, artinya maksimal hanya 30% olahdaya anaerobik yang dpat diliput oleh olahdaya aerobik, selebihnya baru akan diliput nanti pada masa pemulihan setelah menyelesaikan penampilannya. Olahraga bulutangkis peningkatan olahdaya anaerobik terjadi melalui bentuk peningkatan yang sangat berubah-ubah oleh intensitas gerakannya yang sangat berubah-ubah. Perbedaan gerak yang berkaitan dengan pola perubahan olahdaya anaerobik memang perlu sangat diperhatikan untuk para pelatih, karena dalam melakukan cara melatih memerlukan keahlian yang sangat berbeda. 

Dengan demikian maka ketidakmampuan olahdaya aerobik untuk mengimbangi tuntutan olahdaya anaerobik, akan menyebabkan olahraga terpaksa harus dihentikan karena seluruh kapasitas anaerobik sudah habis terpakai atau intensitas gerak yang sedang dilakukan harus dikurangi sampai olahdaya anaerobik dapat diimbangi lagi oleh tingkat kemampuan olahdaya aerobik yang dimilikinya, misalnya pada saat olahraga bulutangkis intensitas tersebut bisa digunakan pada sela jeda istirahat pemain atau atlet setelah melakukan aktivitas kerjanya agar metabolisme di dalam tubh kembali dengan semula.

OLEH : Intan Putri Wulansari
Mahasiswa PJKR Universitas Siliwangi 2015 Kelas E