Website Olahraga

9 Hal Yang Menghambat Penurunan Kadar Lemak Tubuh

Tuesday, January 12, 2016

9 Hal Yang Menghambat Penurunan Kadar Lemak Tubuh

Salam sobat HIIT. Menurunkan kadar lemak tubuh merupakan hal yang diinginkan oleh sebagian dari kita. Manfaatnya banyak sekali ketika kadar lemak tubuh kita berada pada level normal tidak terlalu berlebih. Untuk menurunkan berat badan menjadi ideal harus diturunkan juga kadar lemak kita dan hal tersebut memang tidak mudah. Jika kita sedang dalam program penurunan berat badan dengan banyak membakar lemak menjadi energi, tapi tidak cepat mendapatkan hasilnya, mungkin ada beberapa hal yang menghabat penurunan kadar lemak kita. Solusinya adalah temukan faktor yang menghambat penurunan kadar lemak tersebut dan perbaiki apa yang salah dalam program diet kita. 

9 Hal Yang Menghambat Penurunan Kadar Lemak TubuhKetika kita sedang dalam program penurunan berat badan tanpa mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan, sebelum menyerah dengan program penurunan berat badan kita sebaiknya kita coba evaluasi program yang sudah kita laksanakan apakah ada yang menghambat terhadap penurunan kadar lemak tubuh kita atau tidak, kemungkinan ada beberapa bagian program diet kita yang tanpa kita sadari menghambat terhadap penurunan kadar lemak tubuh.

Di bawah ini akan dijelaskan mengenai beberapa hal yang menghambat penurunan kadar lemak tubuh kita yang diungkapkan oleh Super Fit Athletes Jessie Hilgenberg dan Model Kebugaran Lais Deleon.

1. Terlalu tergila-gila pada latihan kardio

Tidak diragukan lagi bahwa kualitas kardio yang cukup bagus menjadi kunci untuk mendapatkan level kebugaran jasmani yang bagus dan membakar lemak, tetapi penting untuk diperhatikan mengenai bagaimana kita memilih aktifitas kardio dari segi tipe dan durasinya. Jogging selama 30 menit akan memiliki efektivitas yang terbatas dalam pembakaran lemak dalam jangka panjang. Karena pembakaran kalori hanya terjadi selama sesi latihan kardio tersebut, tapi efek lanjutannya cukup minim sekali.
Baca Juga => HIIT Cardio Workout
Sangat penting untuk menggabungkan aktifitas kardio dengan latihan tahanan dan jangan lupakan kondisi kebugaran kita, yang sering terlihat di gym, wanita melakukan terlalu banyak latihan kardio sampai menghabiskan berjam-jam di Step Mill tapi tidak memberikan hasil sesuai harapan.

Sebaliknya, Hilgenberg merekomendasikan latihan di gym dengan menggabungkan 1-3 sesi untuk latihan kardio per minggu dengan dua bentuk latihan high intensity interval training (HIIT). Selain HIIT lebih efisien, memungkinkan kita untuk memacu jantung mendekati batas kemampuannya, mengeluarkan keringat pada sesi latihan dengan durasi hanya 15 menit, tapi juga membakar lebih banyak kalori setelah melakukan latihan. Jangan lupa untuk melakukan istirahat aktif setelah melakukan latihan gabungan antara kardio dengan HIIT.
Baca Juga => Apakah HIIT Workout Bisa Membakar Lemak Lebih Cepat?

2. Tidak Memperhatikan Latihan Pembentukan Otot

Terlalu fokus untuk menurunkan berat badan dibandingkan dengan meningkatkan massa otot bisa juga menjadi faktor yang menghambat penurunan kadar lemak. Semakin banyak massa otot yang kita miliki semakin banyak pula energi yang dibakar oleh tubuh kita ketika dalam keadaan istirahat. Kalau kita ibaratkan massa otot sebagai kapasitas mesin sebuah motor atau mobil maka mesin dengan kapasitas besar akan lebih boros terhadap bahan bakar, begitu juga dengan massa otot kitas sebagai alat gerak aktif tubuh kita. Semakin banyak massa otot kita maka akan semakin boros terhadap energi dalam tubuh kita sehingga cadangan energi yaitu lemak terus dibakar untuk menghidupi dan menyuplai otot. Maka pembakaran lemak terjadi juga pada saat kita beraktifitas dan beristirahat sehari-hari.
Baca Juga => 7 Menit HIIT Workout Membakar Kalori dan Lemak Lebih Cepat
Tapi bukan berarti kita harus mengabaikan latihan kardio untuk terfokus melakukan latihan beban, yang seharusnya adalah terjadi keseimbangan antara latihan kardio dengan latihan beban (bisa juga menggunakan metode latihan HIIT). Semakin sering menggunakan latihan HIIT maka akan meningkatkan daya ledak otot dan membakar lemak serta membangun otot yang hasilnya tidak terbayangkan oleh kita.
Baca Juga => HIIT Workout Fast Burn Fat Di Gym

3. Tidak Memperhatikan Asupan Makanan Makro

Ketika kita melakukan program diet untuk menunjang penurunan kadar lemak, kita harus menyadari bahwa bukan hanya total kalori saja yang kita perhitungkan meskipun hal tersebut merupakan awal dari sebuah program diet. Ketahui dulu asupan kalori harian untuk program diet kita, kemudian persentasekan dalam bentuk gram perkiraan asupan protein, karbohidrat dan lemak, dengan lebih menekankan pada asupan protein.
Baca Juga => Karbohidrat Sumber Energi Utama Pada Saat Latihan Fisik
Pastikan tubuh kita mendapat asupan protein yang cukup, jika kita tidak tahu persis apakah sudah cukup atau belum. Perhatikan bagian tubuh mana yang lebih cepat ramping dengan mengontrol berat tubuh kita menggunakan timbangan.  Tapi jangan sampai karena terburu-buru ingin mempercepat pembentukan otot, kita terlalu berlebihan mengkonsumsi protein.
Baca Juga => Suplemen Untuk Proses Pembentukan Otot
Pastikan Anda mendapatkan cukup protein," Hilgenberg menyarankan. "Jika Anda tidak akan menghitung persis, pastikan bahwa, di bagian paling minimal, Anda mendapatkan satu gram per pon berat badan ramping.
Baca Juga => Paradigma Yang Salah Mengenai Protein Untuk Otot Pada Saat Latihan Fisik
Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan otot setelah melakukan aktivitas fisik dan sangat penting untuk menjaga massa otot setelah kita susah payah selama diet membentuk otot. Mengkonsumsi cukup protein juga akan membantu kita merasa kenyang lebih lama, sehingga lebih mudah untuk menjaga asupan kalori kita.

4. Menghindari Konsumsi Lemak 

Biasanya ketika kita melakukan program diet, selalu menghindari segala sesuatu yang berkaitan dengan lemak. Tidak semua lemak yang bisa kita konsumsi berdampak negatif, jika kita gabungkan dengan tepat jenis lemak ke dalam diet kita. Maka akan berdampak positif berupa menjaga kita tetap kenyang. Makanan seperti daging dan susu merupakan bagian dari lemak jenuh yang harus kita kurangi, tetapi minyak zaitun dan alpukat merupakan lemak tak jenuh yang sehat.
Baca Juga => Nutrisi Untuk Menjaga Otot Pada Saat Tidur

5. Terlalu Banyak Memakan Makanan Olahan Dengan Campuran Zat Kimia

Selain total kalori dan makronutrien, yang harus kita perhatikan adalah kualitas makanan yang kita konsumsi dalam program diet. Coba untuk menjauhi makanan olahan dan makanan cepat saji, jika ingin mendapatkan hasil yang optimal dalam program diet kita.
Cobalah untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional atau super market yang masih banyak menjual bahan-bahan makanan organik tanpa adanya campuran pestisida. Berbelanja makanan yang baik dan terhindar dari zat kimia buatan, merupakan langkah bagus untuk mendapatkan tubuh yang ideal, karena sejatinya bahwa apa yang kita makan menentukan pertumbuhan bagian-bagian tubuh kita.

6. Selalu Menambahkan Saus Dalam Menu Makan

Masalah yang satu ini mungkin sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi kita, jika kita makan selalu ditambahkan menu saus, baik berupa saus seperti pasta atau yang lainnya. Terkadang dalam kandungan saus tersebut banyak bahan makanan yang dapat menghambat lemak kita dibakar menjadi energi.

Lebih selektif lagi memilih atau membuat saus untuk konsumsi kita sehari-hari, hindari penggunaan gula dan lemak jenuh yang terlalu banyak dalam saus tersebut. Untuk menambah cita rasa bisa juga menu makan kita dikombinasikan dengan sawi, saus pedas dengan bahan cabe murni, atau bumbu lainnya yang rendah kalori.

7. Mengurangi Asupan Makanan Secara Ekstrim

Memangkas asupan kalori tidak selalu sama dengan menurunkan lemak, terutama jika kita memangkas kalori terlalu drastis dari awal program diet. Meskipun kita perlu mengeluarkan lebih banyak kalori dari yang kita konsumsi untuk menurunkan berat badan, tapi jika kita terlalu ekstrim memangkas asupan kalori maka program diet yang kita jalankan akan mencelakakan kita. Bisa saja terjadi kehilangan massa otot dan metabolisme tubuh terganggu.
Baca Juga => HIIT Workout di Bulan Puasa Lebih Banyak Membakar Lemak?
Tidak cukup asupan makanan dapat menyebabkan tubuh tubuh kita menyimpan atau mempertahankan lemak lebih banyak ditambah dengan lesu dan suasana hati yang buruk terkait dengan program diet yang akan membuat sulit untuk bekerja secara maksimal.

8. Melupakan Asupan Mikronutrien

Jika kita secara ekstrim memangkas konsumsi makanan yang masuk ke dalam tubuh, maka asupan vitamin dan mineral akan berkurang padahal tubuh sangat membutuhkan vitamin dan mineral. Dalam keadaan kalori tubuh kita mencukupi maka kebutuhan vitamin, mineral dan asam amino sudah tercukupi untuk menjaga tubuh bekerja dalam keadaan optimal.

Untuk memastikan dan mendorong tubuh kita dalam tingkat optimal direkomendasikan untuk melengkapi konsumsi makanan sehari-hari mengandung omega-3, multivitamin, dan asam amino.

9. Mengandalkan Minuman yang Dikatakan "Minuman Olahraga" atau "Minuman Berenergi"

Hal yang terakhir yang dapat menghambat penurunan lemak tubuh kita adalah terlalu tergantung pada minuman olahraga yang banyak di iklankan di televisi, jangan sampai termakan oleh rayuan iklan. Ketahui dahulu kandungan minuman tersebut, jangan sampai kita melihat hanya sekilas seperti pada tayangan iklan tersebut. Apalagi minuman olahraga atau minuman berenergi dengan kandungan gula yang sangat banyak, sudah barang tentu sifat kita memang selalu ingin mendapatkan keuntungan eksta tapi meminum minuman olahraga bukan cara terbaik untuk menghasilkan energi untuk membakar lemak.

Ada juga beberapa minuman olahraga memberikan manfaat yang besar selama melakukan latihan rutin dan dapat meningkatkan kinerja fisik kita, tapi tidak ditujukan untuk menurunkan berat badan kita. Dan bukan juga sebagai pengganti makanan kompleks yang kita biasa makan sehari-hari, sehingga jangan berpikir bahwa kita bisa mendapatkan tenaga hanya dari cairan yang dikatakan "Minuman Berenergi".

Sekian postingan mengenai 9 Hal Yang Menghambat Penurunan Kadar Lemak Tubuh, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih