Website Olahraga

Faktor-Faktor Yang Mempengaruh Kapasitas Aerobik atau Kebugaran Jasmani

Saturday, January 16, 2016

Faktor-Faktor Yang Mempengaruh Kapasitas Aerobik atau Kebugaran Jasmani

Kapasitas aerobik identik dengan kebugaran jasmani. Faktor-faktor yang mendukung terhadap kualitas kebugaran aerobik atau kapasitas aerobik diantaranya adalah keturunan, latihan, jenis kelamin, usia dan lemak tubuh. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa faktor tersebut yang mempengaruhi kapasitas aerobik kita.

Hereditas (Keturunan)
Kita membutuhkan dukungan faktor genetik dan latihan dalam jangka waktu yang lama bahkan bisa mencapai bertahun-tahun lamanya untuk mendapatkan tingkat kapasitas aerobik yang tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Malina dan Bouchard tahun 1991 menjelaskan mengenai faktor keturunan sangat berperan sebanyak 25% sampai 40% terhadap VO2max yang merupakan penunjang kapasitas aerobik. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Sundet, Magnus dan Tambs tahun 1994 mengungkapkan bahwa kapasitas aerobik yang maksimal bisa didapat karena faktor genetik (keturunan) yang kuat dan ditambah dengan faktor lingkungan baik dari segi nutrisi dan latihan sebagai faktor lainnya. Pendapat ini yang mendukung terhadap pemilihan atlet yang memiliki daya tahan tinggi harus ditelusuri pihak orang tuanya juga.

Kita diwarisi oleh orang tua berbagai macam faktor yang memberikan kontribusi pada kebugaran jasmani atau kapasitas aerobik, termasuk kapasitas maksimal sistem respiratori (pernapasan) dan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), jantung yang lebih besar, sel darah merah dan hemoglobin yang lebih banyak serta persentase tinggi dari serabut otot. Organel sel mitokondria yang menjadi penghasil enerfi dan sel lainnya diwariskan dari ibu. Bukti penelitian terbaru menunjukkan bahwa kapasitas otot untuk merespon latihan dimungkinkan dari faktor keturunan. Faktor keturunan lainnya seoerti fisik dan kompisi tubuh juga akan mempengaruhi kebugaran dan performa kerja yang tinggi.

Latihan
Peluang untuk meningkatkan kebugaran aerobik dengan latihan memiliki keterbatas, meskipun banyak penelitian mengkonfirmasikan peluang untuk meningkatkan kebugaran aerobik sebesar 15%-25% (lebih besar jika lemak tubuh berkurang), hanya remaja saja yang memiliki harapan untuk meningkatkan kebugaran hingga 30%. Sebagai contoh dua wanita yang tidak melakukan latihan, yang satu memiliki VO2max 40 ml/kg.min, yang lainnya memiliki skor 60. Bagaimana jika mereka berdua berlatih sampai terjadi peningkatan 25%?. Kita coba hitung berapa VO2max keduanya setelah mendapatkan hasil 25% peningkatan VO2max setelah berlatih.
a. 40x25% = 10+40 = 50 ml/kg.min
b. 60x25% = 15+60 = 75 ml/kg.min

Dengan penghitungan di atas terjadi peningkatan yang berbeda dari masing-masing orang tersebut, meskipun persentase peningkatannya sama. Hal ini dikarenakan modal dasar atau kapasitas aerobik yang natural yang berasal dari keturunan (genetik/hereditas).

Latihan dapat meningkatkan fungsi dan kapasitas sistem respirasi dan kardiovaskuler serta volume darah. Perubahan yang paling penting adalah terjadinya perubahan pada serabut otot dengan semakin bertambahnya jumlah serabut dalam otot kita yang biasa disebut dengan Hipertropi Otot. Dengan proses latihan yang sesuai dengan pengertian latihan yaitu "aktifitas fisik yang dilakukan secara berulang-ulang menurut cara dan aturan tertentu, dilakukan dalam jangka waktu yang lama, sistematis, dengan peningkatan beban secara bertahap" maka proses latihan aerobik akan meningkatkan kemampuan otot untuk menghasilkan energi secara aerobik dan mengubah metabolisme karbohidrat menjadi lemak. Sehingga membuat otot membakar lemak dengan lebih efisien pada saat melakukan latihan dan dapat memberikan manfaat berupa kesehatan.

Manfaat lain dari pembakaran lemak karena proses latihan adalah meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resiko diabetes. Metabolisme lemak, bisa juga menurunkan resiko beberapa jenis kanker.

Usia
Seiring bertambahnya usia, maka sudah menjadi konsekuensi bahwa tubuh kita dari segi kebugarannya akan menurun dengan persentase penurunan bisa mencapai 8% sampai 10% per dekade untuk individu yang tidak aktif berolahraga, tanpa menghitung tingkat kebugaran awal kita. Ilustrasinya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Bagi kita yang masih tetap aktif berolahraga dan beraktifitas fisik, penurunnya tidak sama dengan orang yang tidak aktif berolahraga. Jika dipersentasekan,  penurunan kebugaran bagi orang yang masih aktif berolahraga  menjadi setengahnya menjadi 4%-5% per dekade. Apalagi yang masih tetap rajin melakukan latihan fitness, penurunannya bisa mencapai 2,5% per dekade.

Kadar Lemak Tubuh
Yang harus diingat bahwa kebugaran dapat dihitung per unit berat badan, jadi jika lemak meningkat, maka kebugaran akan menurun. Jadi cara untuk mempertahankan atau meningkatkan kebugaran adalah dengan menurunkan persentase lemak dalam tubuh kita. Sebagai contoh jika A (dengan berat badan 100kg dengan persentase lemak tubuh sebesar 20%) kemudian mengurangi berat badannya seberat 10 kg kebugaran aerobiknya akan berubah yang asalnya 4L/100kg = 40 ml/kg.min menjadi 4L/90 kg = 44,4 ml/kg.min tanpa melakukan latihan apapun, hanya mengurangi berat badan saja kebugaran aerobiknya telah meningkat sebesar 10%. Jika ditambahkan dengan porsi latihan dengan peningkatan kapasitas aerobik 20%, maka akan meningkat menjadi (44,4 ml/kg.min x 20% = 8.88 ml/kg.min + 44,4 ml/kg.min = 53,3 ml/kg.min.

Aktivitas
Yang perlu kita sadari bahwa segala macam aktivitas yang kita lakukan hari demi hari, tahun demi tahun, akan membentuk kualitas kehidupan kita. Menurut pendapat Coile, Hemmert, dan Coggan 1986 pengaruh latihan yang dilakukan bertahun-tahun bisa hilang dalam waktu 12 minggu berhenti beraktivitas. Contohnya, istirahat total di tempat tidur selama 3 minggu dapat menurunkan kebugaran hingga 29% atau hampir 10% per minggu. Kondisi kita bisa kembali seperti semula dengan melakukan aktivitas yang teratur dan sistemik (dari yang ringan terlebih dahulu).

Aktivitas yang tidak berlebihan akan menghasilkan kebugaran di atas rata-rata dan keuntungan lainnya adalah mendapatkan derajat sehat yang baik. Latihan akan menghasilkan tingkat kebugaran yang lebih tinggi lagi dan keuntungan dari segi kesehatannya adalah mendapatkan derajat sehat dinamis. Latihan yang sistematik dengan waktu yang lama, akan membantu kita untuk mencapai tujuan yang telath kita targetkan.

Semua pilihan untuk melakukan olahraga tergantung pada diri kita masing-masing, entah itu hanya sekedar menjaga kebugaran dan kesehatan kita, atau ingin mendapatkan tingkat kebugaran yang jauh lebih tinggi untuk menunjang profesi kita bagi yang menjadi atlet. Tapi yang perlu kita ingat adalah, kesehatan lebih berkaitan dengan aktivitas yang teratur dan tidak berlebihan dibandingkan dengan pencapaian tingkat kebugaran untuk meraih prestasi tertinggi.

Sekian postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi kita para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat isi lain dari website yang sederhana ini. Terima Kasih.