Website Olahraga

Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat dan Mudah Dengan 5 Tips Membakar Lemak

Thursday, January 07, 2016

Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat dan Mudah Dengan 5 Tips Membakar Lemak

Salam sobat HIIT. Menurunkan berat badan lebih cepat merupakan usaha yang sangat berat bagi sebagian dari kita. Membakar lemak merupakan salah satu usaha untuk menurunkan berat badan kita. Sebetulnya menurunkan berat badan tidak harus menjadi sebuah usaha yang sangat berat. Gunakan 5 tips sederhana ini untuk membakar lemak dan mendapatkan tubuh ramping tanpa menghabiskan waktu berjam-jam di gym!.

Simak 5 Tips membakar lemak dengan sangat mudah dan dapat dipraktekkan langsung dalam kegiatan sehari-hari kita karena tidak perlu banyak mengorbankan waktu.

1. Waktu Latihan Singkat Tapi Sering

Prinsip pertama ini mungkin mengejutkan kita, tapi kita bisa lihat hasilnya ketika kita mempraktikkan latihan dengan waktu singkat. Kunci utamanya adalah memaksimalkan waktu yang kita miliki dengan kualitas dan kuantitas latihan yang padat selama sesi latihan. Bahkan ketika kita dalam kondisi yang sangat baik, kita hanya perlu latihan dengan durasi 30-45 menit. Latihan rutin dengan waktu singkat selama 4-5 hari dalam satu minggu dan dibantu pola makan yang cerdas (sesuai aturan 4 sehat 5 sempurna), dua hal itu yang dibutuhkan oleh kita untuk melihat hasil dari program menurunkan berat badan kita.
running lari
Aktifitas yang berat dengan sifat gerakan yang seketika membantu meningkatkan produksi dari hormon pertumbuhan dan testosteron, hormon yang menunjang pertumbuhan otot ketika pembakaran lemak dalam tubuh. Peningkatan ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Sementara bagi seorang perempuan mungkin tidak terpikirkan bahwa tujuannya adalah untuk meningkatkan kadar testosteron,  tapi pada kenyataannya bahwa Aktifitas yang berat dengan sifat gerakan yang seketika tersebut secara alami akan membantunya mendapatkan tubuh lebih ramping dan benar-benar terlihat lebih feminin. Bagi laki-laki akan mendapatkan keuntungan dengan latihan ini, seperti bertambahnya massa otot disertai berkurangnya lemak tubuh.

Alasan lain untuk melakukan latihan dalam waktu singkat adalah kita bisa berhasil meningkatkan proses anabolik hormon, yang bekerja pada saat waktu pemulihan dan membentuk pertumbuhan sesingkat dan secepat mungkin. Sementara itu, sesi latihan yang panjang memang dapat meningkatkan daya tahan tapi mungkin akan memakan waktu lebih banyak.

Masih bingung bagaimana memulai latihan dengan waktu singkat ini, di bawah ini contoh program latihan per minggu dengan waktu latihan 5 hari dalam 1 minggu.

2. Lebih Menekankan Pada Latihan High Intensity Cardio Untuk Pembakaran Lemak

Skipping HIIT Cardio Workout
High Intensity Interval Training (HIIT) bisa digunakan untuk latihan meningkatkan tingkat VO2max. Beberapa pelaku olahraga di Amerika sudah membuktikan hal ini. Seperti yang diungkap dalam postingan ini Lose Weight Faster di website Bodybuilding.com. Alasan ini diperkuat dengan fakta bahwa tipe latihan HIIT Cardio Workout ini adalah untuk meningkatkan jumlah maksimal oksigen kita yang dapat digunakan oleh tubuh, yang kita tahu disebut juga VO2max, yang memungkinkan kita untuk berlatih lebih berat dan keras dalam waktu singkat.

Setelah energi habis ketika beraktifitas fisik, misalkan satu menit dari latihan yang berat, kita harus menunggu sampai denyut jantung kembali ke keadaan normal sebelum melakukan aktifitas VO2 max lain, interval waktu pemulihan biasanya antara 15-30 detik, tergantung pada tingkat kebugaran masing-masing.

Kemudian kita harus melakukan set atau bentuk latihan sirkuit berikutny. Kita hanya butuh waktu untuk melakukan aktifitas fisik selama 15-20 menit dan maksimal mungkin bisa sampai 30 menit ketika tubuh kita dalam kondisi baik.

Dalam melakukan aktifitas HIIT Cardio Workout kita haru memilih bentuk latihan lebih dari satu jenis cardio. Jika di tempat Gym kita bisa memilih alat seperti treadmill, sepeda stasioner atau peralatan yang memungkinkan kita untuk berlatih HIIT Cardio Workout diikuti dengan waktu pemulihan yang singkat.

3. Menerapkan Latihan Tahanan

Kebanyakan orang memahami bahwa latihan dengan beban membantu membangun jaringan otot, tetapi mereka tidak sepenuhnya mengetahui efektivitas untuk membakar lemak tubuh. Memiliki jaringan otot lebih banyak bisa meningkatkan tingkat metabolisme, atau jumlah kalori tubuh kita yang dibakar pada waktu istirahat. Sedangkan tubuh kita tidak mengubah lemak menjadi otot.

4. Kurangi Junk Food Dari Pola Makan

Kunci dari menjaga pola makan untuk menunjang penurunan berat badan adalah mengurangi asupan zat kimia ke dalam tubuh dan macam-macam bentuk hormon eksogen (hormon yang berasal dari luar tubuh). Tidak bisa kita pungkiri, makanan pada zaman sekarang sudah banyak yang dicampur dengan zat kimia berupa bahan pengawet makanan dan lainnya, tapi kita masih bisa memilih makanan yang bersifat organik yang terbebas dari pestisida dan zat kimia lain.

Berikut ini menu makanan yang harus diperbanyak pada pola makan yang sedang melakukan program menurunkan berat badan dan menambah massa otot:
  1. Daging organik seperti ayam dan kalkun
  2. Ikan yang organik
  3. Sayur-sayuran dan buah (lebih ditekankan yang organik)
  4. Minyak (kelapa dan zaitun)
  5. Biji-bijian tertentu seperti kinoa (makanan pokok masyarakat indian), singkong dan nasi putih
Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air kelapa dengan whey protein isolat ketika melakukan latihan untuk mendorong asam amino membantu otot yang sedang bekerja dan mempercepat pemulihan setelah latihan.

Meskipun masih dalam perdebatan mengenai frekuensi makan dalam program diet penurunan berat badan, tapi dianjurkan sebaiknya kita makan makanan kecil yang rendah kalori setiap 2-3 jam. Dianjurkan juga menjaga asupan protein minimal 25 gram dan maksimal 35 gram untuk memudahkan proses pencernaan dan penyerapan sari-sari makanan.

5. Memilih Suplemen yang Baik untuk Mengurangi Stress pada Tubuh

Diet dan latihan dapat meningkatkan stres pada tubuh kita. Tekanan dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan pelepasan hormon seperti kortisol, yang dapat menyebabkan peningkatan lemak perut yang tersimpan. Kortisol juga memiliki efek katabolik pada tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan otot.

Dianjurkan menggunakan suplemen yang mendukung terhadap pembentukan otot diantaranya adalah asam amino, tapi hindari supplemen yang mengandung zat perangsang sistem saraf pusat (central nervous system CNS) seperti kafein.

Sekian postingan kali ini semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima kasih.