Website Olahraga

Perkembangan Peserta Didik Usia Sekolah Dasar

Wednesday, January 27, 2016

Perkembangan Peserta Didik Usia Sekolah Dasar

Perkembangan Fisik Peserta Didik Usia Sekolah Dasar
Usia 7 hingga 11 atau 12 tahun merupakan masa remaja awal. Mereka ini umumnya sedang menjalani pendidikan pada jenjang sekolah dasar. Usia awal memasuki sekolah dasar bervariasi di banyak negara, mulai dari 5 tahun hingga 7 tahun. Bagi anak yang memasuki usia sekolah dasar pada usia 6 tahun, dengan perjalanan pendidikan yang normal dia akan menyelesaikan pendidikan jenjang ini pada usia 12 tahun. Banyak orang membagi anak usia remaja awal ini menjadi dua yaitu “kanak-kanak tengah” tengah (usia 7-9 tahun) dan periode “kanak-kanak tengah” akhir (usia 10-11 tahun). Seperti bayi, balita, dan anak-anak prasekolah, anak-anak usia ini lebih cepat tumbuh, baik secara fisik maupun kognitif, meskipun pertumbuhannya lebih lambat daripada anak usia dini.

Perkembangan fisik di masa kanak-kanak tengah dicirikan oleh variasi yang cukup besar dalm pola pertumbuhan. Variasi ini mungkin karena jenis kelamin, asal etnis, genetika, hormone, gizi, lingkungan, atau penyakit yang diderita. Sementara anak-anak dari kelompok usia ini mengikuti pola perkembangan dasar yang sama, meski tidak “terlewati pada masanya” pada tingkat yang sama. Kebanyakan gadis mengalami percepatan pertumbuhan sekitar usia 9 atau 10 tahun, sedangkan anak laki-laki mengalami percepatan pertumbuhan yang sama di sekitar usia 11 atau 12 tahun. Pada masa awal kanak-kanak tengah, anak-anak biasanya menunjukkan perolehan penampilan baru, dimana tampil lebih ramping dan atletis. Anak perempuan dan laki-laki masih memiliki bentuk tubuh dengan proporsi yang sama sampai dengan keduanya mencapai pubertas (puberty), proses dimana dorongan untuk mengenal lawan jenis anak-anak tumbuh kuat hingga ia dewasa. Setelah pubertas, karakteristik jenis kelamin sekunder (secondary characteristics) mulai tampak, terutama bentuk kurva payudara pada wanita serta suara yang lebih dalam dan bahu yang lebar pada laki-laki. Hal ini membuat perbedaan antara perempuan dan laik-laki lebih nyata.


Perkembangan Peserta Didik Usia Sekolah DasarPerkembangan otak dan sistem saraf terus berlangsung selama masa kanak-kanak menengah. Kemampuan perilaku dan kognitif yang lebih kompleks sejalan dengan makin kuatnya sistem saraf pusat. Pada masa kanak-kanak tengah, percepatan pertumbuhan terjadi di dalam otak, sehingga pada usia 8 atau 9 tahun, organ tubuhnya hampir sama dengan ukuran anak orang dewasa. Perkembangan otak selama masa kanak-kanak tengah ditandai oleh pertumbuhan struktur yang spesifik, khususnya lobus frontal. Lobus ini terletak di bagian depan otak, tepat di bawah tengkorak. Lobus ini fungsinya antara lain bertanggungjawab untuk perencanaan, penalaran, penilaian sosial, etika, dan pengambilan keputusan. Kerusakan pada bagian otak ini dapat menyebabkan luapan emosi yang tidak menentu, ketidakmampuan merencanakan, dan menilai mana yang baik atau buruk. Yang paling depan (anterior) sebagai bagian dari lobus frontalis adalah korteks prefrontal (prefrontal cortex), yang tampaknya bertanggungjawab atas kepribadian.

Keterampilan motorik
Keterampilan motorik dalam kemampuan berprilaku atau kemampuan melakukan gerak motorik. Keterampilan motorik kasar(gross motor skills) melibatkan penggunaan gerakan tubuh yang besar. Keterampilan motorik halus (soft motor skills) melibatkan penggunaan gerakan tubuh kecil. Kedua keterampilan motorik kasar dan halus terus mengalami penyempurnaan pada masa kecil menengah. Pada saat ini, anak-anak suka berlari, melompat, meloncat, melempar, menangkap, memanjat, dan keseimbangan. Anak-anak sudah mampu bermain bisbol, naik sepeda, bersepatu roda, mengambil pelajaran karate, mengambil kursus balet, dan berpartisipasi dalam senam. Seperti halnya anak usia sekolah, pertumbuhan fisik anak-anak pada umumnya menjadi lebih cepat, kuat, dan terkoordinasi. Oleh karena selama masa kanak-kanak tengah, anak-anak menjadi lebih mahir dalam kegiatan motorik kasar.

Disamping itu, anak-anak senang menggunakan tangan mereka dengan terperinci. Dari awal usia prasekolah, anak-anak belajar dan mempraktikkan keterampilan motorik halus. Anak telah mampu mengelola potongan benda, membuat cetakan, mengubah bentuk, menggambar, melukis, membuat sketsa kasar, dan menulis. Anak-anak juga belajar keterampilan , seperti mengikat tali sepatu, melepas knot, dan menyikat gigi mereka. Singkatnya, seiring dengan pertumbuhan fisik anak-anak muncul pula pengembangan keterampilan motorik halus, termasuk rasa kompetensi dan kepercayaan diri untuk menggunakan keterampilan.

Dari segi kesehatan, masa kanak-kanak tengah cenderung menjadi masa hidup yang sangat sehat bagi mereka, terutama pada masyarakat barat dan di negara-negara maju lainnya. Pada usia dini biasanya muncul penyakit khas bagi anak-anak seperti pilek, batuk, dan sakit perut. Aneka penyakit ini cenderung berkurang frekuensinya pada masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan karena peningkatan daya tahan tubuh, peningkatan kebersihan, dan perbaikan gizi. Meski penyakit yang diderita anak-anak usia ini bersifat ringan, paling tidak tetap memerlukan perhatian medis. Penyakit ringan dapat membantu anak-anak makin matang belajar keterampilan psikologis dan mengatasi ketidaknyamanan fisik.

Perkembangan kognitif
Kemampuan berpikir secara sistematis tentang beberapa topik pada anak-anak usia sekolah lebih mudah dari anak-anak prasekolah. Anak-anak yang lebih tua telah memiliki metakognisi (metacognition) yang lebih tajam, rasa dunia batin mereka sendiri. Anak-anak ini menjadi semakin terampil memecahkan masalah. Perkembangan kognitif yang terjadi antara usia 7 dan 11 tahun disebut oleh Piaget sebagai tahap operasi konkret (concret operation stage). Piaget menggunakan istilah operasi untuk mengacu pada kemampuan reversible anak belum dikembangkan. Reversible (reversible) oleh Piaget dimaknai sebagai tindakan mental atau fisik yang dapat terjadi pada lebih dari satu cara atau arah yang berbeda. Pada tahap operasi konkret, anak-anak tidak dapat berpikir baik secara logis maupun abstrak. Anak usia ini dibatasi untuk berpikir konkret-nyata, pasti, tepat, dan uni-direksional-istilah yang lebih menunjukkan pengalaman nyata dan konkret daripada abstraksi. Anak-anak yang lebih tua tidak menggunakan pemikiran magis dan tidak mudah disesatkan seperti anak-anak muda. Tidak seperti anak-anak prasekolah, anak-anak sekolah tahu lebih baik daripada meminta orang tua mereka untuk membawa terbang di udara seperti yang dilakukan oleh burung.

Piaget menyatakan bahwa proses berpikir anak-anak berubah secara signifikan selama tahap operasi konkret. Anak-anak usia sekolah bisa terlibat dalam klasifikasi atau kemampuan untuk mengelompok sesuai dengan fitur dan serial pemesanan atau kemampuan untuk mengelompokkan sesuai dengan perkembangan logis. Anak-anak yang lebih tua telah memiliki kemampuan untuk memahami hubungan sebab-akibat dan menjadi mahir matematika dan sains. Memahami konsep – identitas diri sendiri yang stabil (stabil identity) dan tetap konsisten bahkan ketika keadaan berubah-konsep lain ditangkap oleh anak-anak yang lebih tua. Misalnya, anak yang lebih memahami konsep identitas stabil dari seorang ayah menjaga identitas laki-laki, terlepas dari apa yang dia pakai atau bagaimana ia menjadi tua.

Dalam pandangan Piaget, anak-anak pada tahap awal operasi konkret menujukkan konservasi (conservation) atau kemampuan untuk emlihat bagaimana fisik tetap konstan sebagai tampilan dan mengubah bentuk. Tidak seperti anak-anak prasekolah, anak-anak usia sekolah memahami bahwa jumlah yang sama dari tanah liat hitam yang diberi bentuk yang berbeda tetap sama jumlahnya. Seorang anak operasional konkret akan memberitahu bahwa lima bola golf adalah sama dengan jumlah lima buah kelereng, tapi bola golf lebih besar dan akan menggunakan lebih banyak tempat daripada kelereng, kecuali kelerengnya sama besarnya dengan bola golf. Piaget percaya bahwa kemampuan kognitif praoperasional dibatasi oleh egosentrisme ketidakmampuan untuk memahami sudut pandang orang lain. Tapi egosentrisme itu tidak ditemukan pada anak-anak pada tahap operasi konkret. Pada tahun-tahun sekolah, anak-anak biasanya belajar bahwa orang lain memiliki pandangan, perasaan, dan keinginan mereka sendiri.