Website Olahraga

Jenis dan Perawatan Cedera pada Cabang Olahraga Sepak Takraw

Sunday, October 30, 2016

Jenis dan Perawatan Cedera pada Cabang Olahraga Sepak Takraw

Sepak takraw merupakan salah satu jenis olahraga campuran yang terdiri dari sepakbola dan bola voli, yang dimainkan dilapang ganda bulutangkis, dengan peraturan pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan. Berhubungan dengan cedera olahraga, yaitu cedera yang terjadi pada saat melakukan olahraga ataupun setelah melakukan olaharaga, yang akan menimbulkan rasa sakit baik pada otot, sendi maupun bagian tubuh lainnya.

Olahraga sepak takraw merupakan olahraga yang sangat rentan terjadinya cedera, karena olahraga ini membutuhkan power yang sangat kuat untuk melakukan loncatan dan tendangan guna mendapatkan poin dari lawan pada saat melakukan pertandingan. Meskipun olahraga ini tergolong pada olahraga non body contact tetapi olahraga ini dapat menimbulkan cedera yang diakibatkan over use.
Perawatan Cedera pada Cabang Olahraga Sepak Takraw
Dengan adanya kebutuhan yang sangat kuat pada otot kaki pada saat melakukan olahraga sepak takraw, maka hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya cedera olahraga seperti Sprain dan Strain. Sprain adalah suatu bentuk cedera berupa penguluran atau kerobekan pada ligamen ( jaringan yang menghubungkan antara tulang dengan tulang ) atau kapsul sendi. Kerusakan yang parah pada ligamen atau kapsul sendi dapat menyebabkan ketidak stabilan pada sendi. Gejalanya berupa nyeri, inflamasi atau peradangan, ataupun sampai menyebabkan ketidak mampuannya menggerakan tungkai.

Berikut adalah tingkatan cedera sprain dan perawatannya :

1.Sprain tingkat I
Pada cedra ini terdapat sedikit hematoma dalam ligamen dan hanya beberapa serabut yang putus. Cedera ini menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan dan rasa sakit pada daeran yang mengalami cedera. Cedera pada tingkatan ini cukup dengan diberikan istirahat yang cukup, karena akan sembuh dengan sendirinya.

2.Sprain tingkat II
Pada cedera tingkat II ini lebih banyak serabut ligamen yang putus tetapi lebih dari separuhnya yang masih utuh. Cedera ini menimbulkan rasa sakit, nyeri, pembengkakan, efusi ( cairan yang keluar ) dan biasanya tidak dapat menggerakan sendi. Cara penanganan sprain tingkat II ini kita harus melakukan tindakan agar bagian yang cedera tidak dapat digerakan dengan cara dibalut, spalk dan gips.

3.Sprain tingkat III
Pada cedera ini seluruh serabut ligamen terputus, sehingga kedua ujungnya terputus. Persendian yang bersangkutan akan merasa sakit, terdapat darah dalam persendian, pembengkakan, serta tidak dapat bergerak seperti biasanya. Cedera ini harus dibawa ke rumah sakit untuk segera dilakukan oprasi.

Yang selanjutnya ada cedera Strain, yaitu bentuk cedera berupa penguluran atau kerobekan pada otot. Cedera ini terjadi karena akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang berlebihan atau otot belum siap untuk berkontraksi. Pengobatan cedera strain yaitu dengan terapi yang dilakukan dengan reset atau istirahat, mendinginkan area yang cedera atau ice, compression atau balut bagian yang cedera dan elevasi atau meninggikan (RICE).

Penulis : Linten Salatin
Incoming Search Terms: