Website Olahraga

Jenis dan Perawatan Cedera pada Cabang Olahraga Tenis Lapangan

Sunday, October 30, 2016

Jenis dan Perawatan Cedera pada Cabang Olahraga Tenis Lapangan

Tenis lapangan tergolong pada cabang olahraga yang melibatkan daya antisipasi terhadap tindakan orang lain, sama halnya seperti olahraga tenis meja, badminton, bola voli, bola basket, sepakbola dan sebagainya. Olahraga ini mengharuskan para pelakunya untuk mempunyai daya tahan yang baik, karena dilakukan dengan waktu yang panjang bahkan bisa memakan waktu sampai berjam-jam. Oleh karena itu, olahraga tenis lapangan ini menuntut para pemainnya untuk melakukan teknik dasar secara terus-menerus (berulang-ulang) selama pertandingan berlangsung, sehingga sangat rentan sekali terjadinya cedera olahraga yang diakibatkan oleh penggunaan yang berlebihan (overuse).

Adapun cedera olahraga itu sendiri merupakan cedera yang timbul pada saat latihan, bertanding dan atau setelah bertanding yang disebabkan oleh kekuatan yang berlebih yang mengenai tubuh/bagian tubuh serta mengakibatkan terganggunya fungsi tubuh tersebut (Badriah : 2007). Secara umum, cedera yang sering terjadi pada cabang olahraga tenis lapangan ada dua macam, yaitu:

1.Robek Otot (Strain)
Strain atau robek otot merupakan salah satu cedera yang terjadi karena penggunaan yang berlebihan (overuse). Cedera ini terjadi karena adanya otot yang tertarik ke arah yang salah, kontraksi otot  yang berlebihan atau otot belum siap. Adapun cara perawatan cedera strain ini yaitu dengan cara terapi RICE (Rest, Ice, Compression and Elevation).
RICE (Rest, Ice, Compression and Elevation)

2.Robek Ligamen (Sprain)
Sama halnya dengan strain, sprain atau robek ligamen juga terjadi karena penggunaan yang berlebihan (overuse). Sprain sendiri memiliki tiga tingkatan, ada yang ringan, sedang (medium) dan berat. Setiap tingkatan sprain ini memiliki cara perawatan yang berbeda, kalau yang ringan cara perawatannya cukup dengan istirahat saja karena akan sembuh dengan sendirinya. Sedangkan untuk sprain yang sedang (medium) cara perawatannya dapat dilakukan dengan cara membalut atau menggunakan spalk pada bagian tubuh yang cedera agar bagian tubuh tersebut tidak bergerak atau tergoncang karena akan menimbulkan cedera yang lebih parah. Kemudian jika cedera tersebut tergolong berat, maka cara perawatannya adalah dengan memberikan perawatan secara medis dan dikebanyakan kasus yang terjadi cedera sprain berat ini harus dioperasi.

Penulis : Tio Sa'ban