Website Olahraga

Karakteristik Jasmani dan Motorik Anak Sekolah Dasar

Friday, October 07, 2016

Karakteristik Jasmani dan Motorik Anak Sekolah Dasar

Karakteristik Jasmani dan Motorik Anak Sekolah Dasar

Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematis bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perceptual, koqnitif dan emosional dalam kerangka sistem pendidikan jasmani. Sedangkan salah satu tujuan pendidikan jasmani adalah mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan, senam, aktivitas ritmik, akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas. Yang dimana semua itu sangatlah dibutuhkan dalam pendidikan disekolah dasar dengan mengembangkan keterampilan yang mereka miliki ke dalam berbagai bentuk kegiatan olahraga, disamping agar mereka merasa senang dan mau berpartisipasi dalam berbagai aktivitas. Melalui aktivitas gerak dapat dikembangkan aspek psikomotorik, aspek kognitif dan aspek afektif.
Karakteristik Jasmani dan Motorik Anak Sekolah Dasar

Pengembangan Psikomotorik

Pengembangan aspek psikomotorik secara umum dapat diarahkan pada dua tujuan utama, yaitu aspek kesegaran jasmani dan perkembangan perseptual-motorik yang menegaskan bahwa pembelajaran pendidikan jasmani harus melibatkan aktivitas fisik yang mampu merangsang kemampuan kebugaran jasmani yang bertumpu pada perkembangan kemampuan biologis organ tubuh seperti kekuatan (otot), daya tahan (jantung-paru), kelentukan (otot dan persendian). Serta kebugaran motorik sekaligus yang bersifat pembentukan penguasaan gerak keterampilan itu sendiri. seperti kecepatan, kelincahan, koordinasi, power, keseimbangan, dll. Dengan proses belajar itu tertuju pada belajar untuk bergerak atau menguasai keterampilan gerak dan belajar melalui gerak bermakna. Seperti yang nana sudjana sebutkan bahwa tingkatan keterampilan yang dihasilkan berupa gerakan refleks, keterampilan pada gerakan-gerakan dasar, kemampuan di bidang fisik seperti kekuatan dan ketepatan, dan gerakan-gerakan yang mulai dari keterampilan sederhana sampai pada keterampilan yang kompleks.

Menguasai keterampilan gerak dalam berbagai cabang olahraga, yang dimana dari keterampilan itu sendiri dapat digunakan ke dalam beberapa pengertian yang berbeda beda, keterampilan dapat diartikan sebagai elemen dari sebuah permainan atau olahraga, disini keterampilan digambarkan sebagai tekniknya seperti passing dalam bola voly atau teknik lari dalam atletik yaitu dengan memperhatikan keterampilan geraknya dari teknik gerak tangan dan teknik gerak kaki. Keterampilan juga dapat didefinisikan untuk menyiratkan kualitas sebuah proses kegiatan olahraga yang dilakukan seseorang . Selanjutnya Rainer Marten mengatakan bahwa keterampilan adalah kualitas performa seseorang saat melakukan sebuah tugas . Espenchade dan Gavotos dalam Papalia menyebutkan anak-anak nampak menjadi lebih aktif secara jasmani sesuai usia dan kemampuan motorik.

Menurut David L. Gallahue adalah Conventional Chronological Classifications of Age, yang dimana dalam teori ini dituliskan khusus untuk usia sekolah dasar bahwa klasifikasi tahap perkembangannya sebagai berikut, pada pada periode usia 2-7 tahun merupakan fase fundamental movement phase (tahap gerakan dasar) dan pada periode usia 7 tahun-10 tahun, 11 tahun-13 tahun, 14 tahun merupakan fase specialized movement phase (tahap gerakan khusus) .

Proses terbentuknya gerak tidak terjadi secara otomatis, tetapi merupakan akumulasi dari proses belajar dan berlatih, yaitu dengan cara memahami gerakan dan melakukan gerakan berulang-ulang yang disertai dengan kesadaran akan benar atau tidaknya gerakan yang dilakukan. Oleh karena itu keterampilan gerak adalah kemampuan melakukan gerakan secara efisien dan efektif. Keterampilan secara umum merupakan sebuah istilah yang sering dikaitkan seseorang sebagai kemampuan untuk melakukan tujuan yang spesifik .

Dengan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa siswa Sekolah Dasar kelas V dengan usia 10-11 tahun merupakan akhir masa kanak-kanak dan memasuki perkembangan perilaku motorik tahapan spesialisasi. Yang dimana karakteristik perilaku motorik penyempurnaan gerak dasar dan kesadaran gerak, seperti gerak dasar lari cepat.

Dengan cara itu, kepekaan sistem saraf anak semakin dikembangkan. Melalui bermain dalam pembelajaran jasmani pada anak sekolah dasar kelas V yang dapat meningkatkan kelincahan sebagai dasar perkembangan gerak selanjutnya. Khususnya dalam gerakan dasar lari cepat pada anak sekolah dasar kelas V.

Nah Itulah Karakteristik Jasmani dan Motorik Anak Sekolah Dasar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.

Incoming Seacrh Terms