Website Olahraga

Pemanfaatan Psikologi Olahraga dalam Pembelajaran PJOK

Wednesday, October 12, 2016

Pemanfaatan Psikologi Olahraga dalam Pembelajaran PJOK

Pemanfaatan Psikologi Olahraga dalam Pembelajaran PJOK

Konsep psikologi olahraga bisa dipakai di dalam proses pembelajaran PJOK atau pembelajaran penjas untuk membantu guru memahami karakter psikologis dari tiap peserta didik. Mencermati pembelajaran PJOK kenyataan yang ada bahwa pendidikan jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang digunakan oleh guru dan peserta didikpun senang bermain dan berolahraga, namun di sisi lain terlihat bahwa pembelajaran olahraga dalam konteks pendidikan jasmani tidak lengkap dan tidak sesuai diberikan kepada peserta didik, karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sering terabaikan. Hal ini siwa bergerak bukan karena hasil kemenangan dan ketentuan lainnya, namun bagaiman prosesnya peserta didik dalam pembelajaran dapat melakukan aktivitas yang tersedia.
psikologi olahraga dalam pembelajaran penjas
Sejak dini peserta didik sudah menyenangi gerak, karena manusia adalah mahluk yang bergerak. Setiap peserta didik akan berbeda minatnya, karena peserta didik yang baru berani keluar dari keluarganya dan masih tumbuh kembang, pada usia peserta didik ini dalam rangka pembentukan sejak dini. Dikarenakan masih dalam rangka pembentukan, maka peserta didik akan menentukan kemauannya sendiri dan juga setiap manusia atau peserta didikpun juga memiliki kemauan dari dalam pikirannya yang disebut dengan kualitas kesadaran.

Mutu Kemampuan Penentu Kualitas Kesadaran Manusia

Kualitas kesadaran manusia ditentukan oleh mutu kemampuan: 
  1. untuk menyatakan kebutuhan, keinginan dan dorongan-dorongan, 
  2. untuk menggunakan segala daya, (belajar, berpikir, dan berlatih), 
  3. untuk memelihara dan mengendalikan diri dalam menanggulangi kekacauan batin, 
  4. untuk memperoleh dan menguasai reaksi bela diri yang efektif dalam menghadapi tantangan badaniah dan batiniah” (Mahar Mardjono, Priguna Sidharta, 1988; 208).
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. (Peraturan Mendiknas No. 22. Tahun 2006).

Sekian postingan kali ini mengenai pemanfaatan psikologi olahraga dalam pembelajaran pjok. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.

Incoming Search Terms