Website Olahraga

Penerapan Kinesiologi dalam Olahraga dan Pendidikan Jasmani

Saturday, October 08, 2016

Penerapan Kinesiologi dalam Olahraga dan Pendidikan Jasmani

Pengertian Kinesiologi

Kinesilogi berasal dari kata Kinesis - logos. Kinesis adalah gerak, logos adalah ilmu. Kinesiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari gerakan manusia yang efisien, efektif dan aman. Gerakan manusia yang efesien, efektif dan aman merupakan gerak yang baik (teknik yang baik). Karena setiap pola gerakan menggunakan energi (tenaga) yang efesien dalam mencapai hasil atau sasaran yang dituju (efektif) serta terhindar dari cedera dalam melakukan gerakan (aman). Misalnya seorang pemain bola basket dalam memasukkan bola ke ring basket dengan pola-pola gerak (teknik) yang menggunakan energi seminim mungkin (efisien) dengan hasil bola masuk ke ring basket (efektif), serta selama melakukan pola-pola gerak tidak terjadi cedera (aman). 
Penerapan Kinesiologi dalam Olahraga dan Pendidikan Jasmani
Untuk menganalisis gerak yang efesien, efektif dan aman berkaitan dengan analisis tulang dan sendi (anatomi), sistim otot saraf (fisiologi) dari gerakan manusia, dan asas-asas hukum mekanika yang dihubungkan dengan gerakan manusia (mekanika). Pendekatan ketiga bidang ilmu (anatomi, fisiologi dan mekanika) dapat memberi jawaban yang tepat bagaimana gerak yang efisien, efektif dan aman (teknik yang baik)?, mangapa teknik ini terjadi?, dan seberapa tingkat kejadiaannya. Seperti halnya ilmu- ilmu lain, yang tak pernah berdiri sendiri. Kinesiologi ini untuk mempelajarinya dibutuhkan bantuan ilmu-ilmu lain. Dengan perkataan lain, kinesiologi adalah gabungan antara ilmu anatomi, fisiologi dan mekanika.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Kinesiologi adalah ilmu yang mempelajari gerak yang efisien, efektif dan aman didekati dari analisis rangka, otot dan hukum mekanika. Gerak terjadi disebabkan karena beberapa faktor diantaranya adalah 
  1. Faktor internal yaitu titik perkenaan gaya pada obyek sehubungan dengan titik berat obyek dan tahan disekitar lintasan gerak.
  2. Faktor eksternal yaitu gesekan, tahanan udara dan tahanan air. 
Sebagai dasar terjadinya gerak, gaya dapat menghasilkan gerak, menghentikan gerak dan menghambat gerak. Gaya bekerja didasarkan pada 
  1. Gaya internal adalah gaya yang di hasilkanoleh badan yang dikenakan pada benda atau badan lainnya (misalnya: gaya otot).
  2. Gaya eksternal adalah gaya dari luar badan (gaya berat atau gaya gravitasi, gesekan, tahan udara dan air). 
Sedangkan gaya sangat menentukan objek yang didasarkan pada; 
  1. Besarnya gaya, 
  2. Titik perkenaan gaya yang tepat pada obyek dan 
  3. Arah gaya. 
Kualitas gerak seseorang ditentukan oleh tingkat keseimbangan. Keseimbangan merupakan; 
  1. Titik berat tubuh disebut titik keseimbangan. Obyek tidak berubah (diam) Pada sikap berdiri normal manusia dewasa umumnya , titik berat terletak setinggi veterbrae saktalis ketiga atau setinggi oss sacrum sebelah atas. Seorang wanita agak lebih rendah sedikit karena panggul dan paha relatif lebih berat dan tungkai lebih pendek.
  2. Stabilitas adalah tingkat keseimbangan.

Kinesiologi dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas)

Ruang lingkup ilmu kinesiologi pada hakikatnya hampir sama dengan model pendidikan gerak dalam orientasi nilainya, tetapi menggunakan kegiatan gerak untuk mempelajari dasar-dasar disiplin gerak manusia (misalnya fisiologi latihan, biomekanika, dan kinesiologi). Karena itu, model ini disebut juga sebagai pendidikan disiplin keilmuan olahraga

Penekanan pembelajaran model ini adalah pada pengembangan keterampilan memecahkan masalah, khususnya dengan menggunakan kombinasi antara pembelajaran konsep dan prakteknya di lapangan. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan dan mengembangkan pemahaman kognitif tentang bagaimana dan mengapa suatu keterampilan gerak berlangsung demikian. Model ini didasari dua pendekatan yang khas dalam studi kinesiologi, yaitu :
  1. Pendekatan pertama, isi atau materi diatur dalam sebuah unit-unit kegiatan, dan konsep-konsep disiplin utama diintegrasikan dengan pengajaran keterampilan; 
  2. Pendekatan kedua, unit-unit kegiatan diatur di sekitar konsep-konsep khusus yang menjadi prioritas di atas pengajaran keterampilan.
Dalam wilayah ini anak akan berhubungan dengan kemampuan untuk menciptakan daya (force), menyerap tenaga, mengatur keseimbangan, mengatur jarak, kecepatan, serta aliran gerak.

Praktek dalam kinesiologi adalah gerakan penilaian, kinerja, dan fungsi; serta rehabilitasi, pencegahan, dan manajemen gangguan untuk memelihara, merehabilitasi, dan meningkatkan gerakan, kinerja, dan fungsi di bidang olahraga, rekreasi, bekerja, olahraga, dan kegiatan umum kehidupan sehari-hari.

Itulah artikel mengenai Penerapan Kinesiologi dalam Olahraga dan Pendidikan Jasmani. Semoga artikelnya bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel lainnya pada website ini. Terima Kasih.

Incoming Search Terms :