Website Olahraga

Potensi Psikomotorik Peserta Didik dalam Mata Pelajaran Penjasorkes

Sunday, October 16, 2016

Potensi Psikomotorik Peserta Didik dalam Mata Pelajaran Penjasorkes

Potensi Psikomotorik Peserta Didik Dalam Mata Pelajaran Penjasorkes. Kemampuan Psikomotorik Keterampilan Gerak hanya bisa dikembangkan dengan latihan-latihan yang menuju kearah peningkatan kemampuan anak. Pengembangan tersebut memerlukan rangsangan yang adekuat agar perkembangan potensi Psikomotorik Keterampilan Gerak anak bisa optimal. Peningkatan potensi perkembangan Psikomotorik Keterampilan Gerak dan Pengembangan Gerak merupakan faktor yang sangat penting dalam kesuksesan pengajaran. Peningkatan kemampuan motorik, anak akan mampu menerima pengajaran sesuai dengan batasan jenjang pendidikannya.
Potensi Psikomotorik Peserta Didik dalam Mata Pelajaran Penjasorkes
Ranah ini mencakup kemampuan ketrampilan fisik dalam mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu, seperti keterampilan dalam bidang olahraga, penguasaan dalam menjalankan mesin , dan sebagainya. Pada ranah ini juga terbagi dalam sejumlah aspek, meliputi persepsi terhadap panca indera, kesiapan untuk suatu gerakan fisik, respon terpimpin atau gerakan yang dilakukan berdasarkan trial and error ataupun berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya, mekanisme atau kecakapan melakukan sesuatu, respon motorik yang tampak atau terlihat, penyesuaian atau adaptasi, serta aspek penciptaan gerakan baru sebagai hasil dari ketrampilan.

Menurut Davc (1970) klasifikasi tujuan domain psikomotor terbagi menjadi lima kategori :
  1. Peniruan, domain ini terjadi ketika peserta didik mengamati suatu gerakan, kemudian memberikan respon serupa dari gerakan yang diamatinya. Aspek domain ini pada umumnya bersifat global dan tidak sempurna.
  2. Manipulasi, pada tingkat manipulasi ini, peserta didik menampilkan sesuatu menurut petunjuk-petunjuk, sehingga peserta didik tidak hanya meniru tingkah laku yang diamatinya.
  3. Ketetapan, domain ini peserta didik memerlukan ketelitian, proporsional, dan kepastian lebih tinggi dalam penampilannya yang ia tunjukkan.
  4. Artikulasi, domain ini mengacu pada koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan tujuan yang tepat hingga mencapai suatu hal yang diharapkan.
  5. Pengalamiahan, merupakan tingkat kemampuan tertinggi dalam domain psikomotor. Dalam hal ini, peserta didik dituntut untuk melakukan suatu kegiatan secara rutin.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa aspek domain psikomotor ini merupakan pengajaran yang lebih mengorientasikan pada tingkah laku atau pelaksanaannya. Secara tidak langsung, aspek psikomotorik ini berfungsi untuk meneruskan nilai yang terdapat dalam aspek kognitif yang diaplikasikan dalam bentuk yang nyata oleh domain psikomotor.

Beberapa kontelasi perkembangan motorik individu dipaparkan oleh Harlock (1996) sebagai berikut:
  • Melalui keterampilan motorik, anak dapat terhibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. Seperti, anak merasa senang memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar bola dan memainkan alat-alat mainan.
  • Dengan keterampilan motorik anak dapat bernjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupanya kepada kondisi independen. Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya sendiri. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri.
  • Melalui peningkatan potensi perkembangan Psikomotorik Keterampilan Gerak Pengembangan Gerak anak dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekolah. Pada masa prasekolah atau pada masa awal sekolah dasar, anak sudah dapat dilatih menulis menggambar, melukis dan baris berbaris.
  • Melalui eningkatan potensi perkembangan Psikomotorik Keterampilan Gerak Pengembangan Gerak yang normal memungkinkan anak dapat bermain dan bergaul dengan teman sebayanya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat dalam bergaul dengan teman sebayanya, bahkan dia kan terkucilkan atau menjadi anak yang terpinggirkan.
Peningkatan potensi perkembangan Psikomotorik Keterampilan Gerak Pengembangan Gerak sangat, penting bagi perkembangan self concept (kepribadian anak).

Itulah artikel potensi psikomotorik peserta didik dalam mata pelajaran penjasorkes. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, jangan lupa untuk melihat artikel lainnya di website ini. Terima Kasih.

Incoming Search Terms: