Website Olahraga

Sistem Energi Aerobik Penunjang Kerja dalam Waktu yang Lama

Monday, October 10, 2016

Sistem Energi Aerobik Penunjang Kerja dalam Waktu yang Lama

Sistem Energi Aerobik

Setelah proses pemenuhan energi berlangsung selama kira-kira 120 detik, maka asam laktat sudah tidak dapat digenerasi lagi menjadi sumber energi. Untuk itu, diperlukan oksigen (O2) untuk membantu proses regenarasi asam laktat menjadi sumber energi kembali. Oksigen (O2) diperoleh melalui sistem pernapasan, yakni dengan cara menghirup udara yang ada disekitar manusia. Oksigen yang masuk melalui sistem pernapasan digunakan untuk membantu pemecahan senyawa glikogen dan karbohidrat. Sistem aerobik ini  digunakan untuk memulihkan ATP dan juga untuk meghasilkan energi selama kerja otot selanjutnya.
Sistem Energi Aerobik

Ciri-ciri sistem aerobik

  1. Intensitas kerja sedang
  2. Lama kerja lebih dari 3 menit
  3. Irama gerak (kerja) lancara dan terus menerus (kontinyu)
  4. Selama aktivitas menghasilkan karbon dioksida + air (CO2+H2O)
Perlu disampaikan bahwa tidak semua efek latihan dapat mengalami perubahan seperti apa yang telah kita susun dalam program latihan. Efek atau pengaruh latihan tergantung pada tipe latihan yang dilakukan dari program latihan-latihan anaerobik maupun aerobik adalah sebagai berikut.

Perubahan Aerobik

Terdapat tiga perubahan yang terjadi pada latihan aerobik, terutama pada latihan endurance:
  1. Bertambahnya Myoglobin (pigmen yang mengikat oksigen).
    Pada otot-otot skelekton setelah melakukan latihan, misalnya pada latihan lari maka otot kaki yang banyak mengalami perubahan. Dimana fungsi utama dari myoglobin membantu difusi oksigen dari membran sel ke mitokondria dimana digunakannya.
  2. Menaikan oksidasi karbohidrat (glikogen)
    Latihan olahraga meningkatkan kapasitas otot-otot skelekton untuk memecahkan glikogen dengan adanya oksigen (oksidasi) menjadi CO2 + H2O dengan produksi ATP, dengan kata lain kapasitas otot untuk mengadakan energi aerobik bertambah.
  3. Menaikan Oksidasi Lemak
    Seperti glikogen, oksidasi lemak menjadi CO2 + H2O dengan produksi ATP dengan adanya oksigen akan bertambah dengan sebagai akibat latihan-latihan olahraga dimana lemak merupakan sumber terbesar dari otot skelekton selama melakukan latihan-latihan endurance. Kenaikan dalam mengoksidasi lemak merupakan keuntungan dalam meningkatkan penampilan latihan.
Baca Juga => Sistem Energi Anaerobik Sebagai Penggerak Otot Pada Awal Berolahraga

Perubahan Anaerobik

Perubahan aerobik pada otot skelekton yang disebabkan karena latihan olahraga adalah kenaikan kapasitas dari:
  1. Sistem phosphagen (ATP-PC).
  2. Anaerobik glikolisis, yaitu sistem asam laktat.
Kenaikan kapasitas sistem phosphagen (ATP-PC). Kapasitas dari sistem ATP_PC naik, karena adanya 2 macam perubahan biokhemis, yaitu:
  1. Bertambahnya simpanan ATP-PC dalam otot.
  2. Bertambahnya aktivitas enzim yang penting pada sistem ATP-PC.
Simpanan ATP – PC di dalam otot ternyata dapat naik sampai 25% setelah melakukan program latihan lari jarak jauh selama 7 bulan dengan frekuensi latihan 2-3 kali dalam 1 minggu. Juga konsentrasi dari PC di dalam otot anak laki-laki berumur 11-13 tahun naik sampai 40% setelah latihan selama 4 bulan. Karena phospagen merupakan sumber energi yang sangat cepat yang ada untuk otot.