Website Olahraga

Tahapan Belajar Keterampilan Gerak Fase Kognitif

Friday, October 14, 2016

Tahapan Belajar Keterampilan Gerak Fase Kognitif

Tahapan Belajar Keterampilan Gerak Fase Kognitif. Istilah “kognitif” merujuk pada kemampuan berpikir dan memahami sesuatu. Sebelum melakukan suatu keterampilan gerak, tentunya seseorang harus memiliki konsep yang benar tentang gerakan tersebut. Dalam mempelajari keterampilan gerak, seorang pemula biasanya memikirkan beberapa pertanyaan seperti; apa sasaran saya? Seberapa jauh saya harus menggerakkan lengan saya? Ke arah mana seharusnya saya menggerakkan lengan saya ketika kaki kanan saya di posisi ini?

Setiap kali memulai belajar keterampilan gerak, seorang guru harus memberikan informasi untuk menanamkan konsep-konsep tentang apa yang akan dipelajari oleh siswa dengan benar dan baik. Setelah siswa memperoleh informasi tentang apa, mengapa, dan bagaimana cara melakukan aktifitas gerak yang akan dipelajari, diharapkan siswa memiliki gambaran gerak yang tersimpan dan akan dilaksanakan (motor plan). Motor-plan ini berupa keterampilan intelektual dalam merencanakan cara melakukan keterampilan gerak.
Tahapan Belajar Keterampilan Gerak Fase Kognitif
Apabila tahap kognitif ini tidak mendapakan perhatian oleh guru dalam proses belajar gerak, maka sulit bagi guru untuk menghasilkan anak yang terampil mempraktekkan aktivitas gerak yang menjadi prasyarat tahap belajar berikutnya. Tahap kognitif adalah tingkat permulaan belajar olahraga untuk memahami teknik yang baru diperkenalkan, diperagakan dan diterangkan oleh guru pendidikan jasmani.

Kondisi di lapangan, banyak siswa yang mencoba-coba untuk melakukan berbagai macam gerakan tanpa memiliki pemahaman yang benar tentang gerakan tersebut. Mereka hanya melihat sebuah gerakan atau olahraga, lalu mereka mencoba melakukan gerakan tersebut tanpa memiliki pemahaman teknik gerakan dasar yang tepat. Dampaknya, kadang bisa terjadi kejutan berupa peningkatan yang besar jika dibandingkan dengan kemajuan pada tahap-tahap berikutnya. Juga tidak mustahil siswa yang bersangkutan mencoba-coba dan kemudian sering juga salah dalam melaksanakan tugas gerak.

Ciri Gerakan pada Fase Kognitif

Gerakannya memang masih nampak kaku, kurang terkoordinasikan, kurang efisien, bahkan hasilnya tidak konsisten. Sebagai contoh, seorang pemula dalam permainan bolavoli mampu melakukan passing yang baik, namun keterampilan tersebut hanya sekali-kali dapat dilakukan. Si pelaku masih mencari-cari hubungan cara melaksanakan dan hasil yang dicapai. Karena itu, masih belum terbentuk satu pola gerak yang konsisten. Siswa yang bersangkutan diharapkan dengan tugas yakni apa yang harus dilakukan sehingga tahap pertama ini sering disebut juga tahap verbal-motor.

Pada tahapan kognitif akan terjadi proses pengolahan informasi. Terjadinya proses belajar gerak, karena adanya rangsangan eksternal (respon) yang diterima oleh indera penglihatan, pendengaran, rasa kinestesis. Selanjutnya oleh indera tersebut diteruskan ke sistem syaraf pusat yang akan diproses dan ditafsirkan serta disimpan dalam memori jangka pendek (short term memory), selanjutnya masuk pada penyimpanan jangka panjang (long term memory) lalu diterjemahkan dalam bentuk gerakan.

Proses pengolahan informasi gerak dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Proses pengolahan informasi gerak
Proses Pengolahan Informasi.
Sumber: Robert N Singer, The Learning Of Motor Skills(New York:McMillan Publishing Co.,Inc,1982)
Itulah artikel mengenai tahapan belajar keterampilan gerak fase kognitif yang merupakan fase pertama dari rangkaian proses tahapan belajar keterampilan gerak. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima Kasih

Baca juga => Tahapan Belajar Keterampilan Gerak Fase Asosiatif