Website Olahraga

Cara Terbaik Mendeteksi Masalah Jantung Pada Atlet Endurance

Monday, November 28, 2016

Cara Terbaik Mendeteksi Masalah Jantung Pada Atlet Endurance

Cara Terbaik Untuk Mendeteksi Masalah Jantung Pada Atlet. Atlet endurance atau daya tahan seperti pelari maraton dan atlet sepeda jarak jauh terkadang mengalami irama detak jantung yang tidak teratur atau dikenal dengan arrhythmia. Kondisi jantung seperti ini bisa berakibat fatal dan sering menjadi sebab kematian mendadak yang kadang-kadang terjadi di olahraga maraton.

Terdapat bukti baru yang menunjukkan bahwa untuk benar-benar bisa mendiagnosa masalah jantung pada atlet endurance (daya tahan), dokter harus menguji atlet selama latihan, apakah atlet endurance tersebut mengalami tanda-tanda disfungsi dari ventrikel (bilik jantung) kanan jantung. 

Prosedur untuk menguji jantung atlet endurance tersebut adalah untuk menilai jantung saat istirahat dan sering melakukan penekanan pada ventrikel (bilik jantung) kiri. Penelitian telah mengungkapkan bahwa ventrikel kanan jantung yang bekerja memompa darah dari jantung ke paru-paru, mengalami lebih banyak tekanan selama latihan dibandingkan dengan ventrikel kiri.
Cara Terbaik Mendeteksi Masalah Jantung Pada Atlet Endurance
Penelitian yang dilakukan oleh Profesor La Gerche dan telah dipublikasikan dalam European Heart Journal, melibatkan 17 atlet yang teridentifikasi arrhythmia ventrikel kanan (delapan di antaranya telah dipasang defibrillator jantung), 10 atlet yang sehat dan tujuh non-atlet. 

Para peneliti menemukan bahwa fungsi jantung tampak sama pada ketiga kelompok tersebut saat beristirahat, tapi pada atlet dengan arrhythmia, ventrikel kanan jantung terlihat lemah selama latihan. Penemuan ini dilakukan dengan menggunakan echocardiography, suatu teknik non-invasif yang menggunakan metode ultrasonik.

Dengan adanya fakta tersebut, bukan berarti bahwa latihan endurance (daya tahan) tidak baik untuk jantung. Sebaliknya, latihan cardiovascular seperti lari, sudah menjadi latihan utama dalam menjaga sistem peredaran darah yang sehat.

Namun bagi para atlet, terutama yang mengikuti lomba pada cabang olahraga jarak jauh, harus menyadari setiap perubahan yang dirasakan dalam detak jantungnya atau sensitif pada reaksi fisiologis terhadap latihan yang dilakukan. Jika mengalami suatu masalah dengan jantung, segera hubungi dokter supaya ditangani lebih cepat dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Jadi jangan terlalu mengkhawatirkan masalah pada jantung ini bahkan jangan sampai menyalahkan latihan endurance (daya tahan), yang terpenting lebih peka lagi terhadap gejalanya. Tetaplah berlatih dan tetap kontrol irama denyut jantung kita. Terima Kasih.

1 komentar: