Website Olahraga

Dampak Negatif Berhenti Berolahraga

Saturday, November 26, 2016

Dampak Negatif Berhenti Berolahraga

Beberapa hal berikut akan terjadi jika berhenti berolahraga. Dalam benak kita mungkin pernah muncul pertanyaan tentang apa yang terjadi jika kita berhenti berolahraga? Sebuah studi baru pada kembar identik yang diterbitkan dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise mengeksplorasi mengenai dampak negatif berhenti berolahraga.

Pada studi tersebut, para peneliti Finlandia mengamati 10 pasang pria kembar identik. Setiap pasangan kembar berumur sekitar pertengahan 30 tahun, dan tiap individunya dibesarkan di rumah yang sama. Dikarenakan sampel kembar identik, maka DNA sampel memiliki kesamaan.

Satu-satunya perbedaan adalah meskipun mereka telah mempertahankan tingkat aktivitas fisik yang sama untuk sebagian besar hidup mereka, setiap satu dari kembar dari pasangan kembar tersebut tidak berolahraga dalam beberapa tahun terakhir karena bekerja atau tekanan keluarga. Rata-rata, kembar yang aktif berolahraga setidaknya dua kali seminggu, sedangkan kembar kurang aktif berolahraga kurang dari dua kali seminggu. Tim peneliti meneliti setiap kembar melalui sejumlah tes medis untuk mendapatkan data kesehatan mereka secara keseluruhan.
Dampak Negatif Berhenti Berolahraga
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan besar antara masing-masing kembar. Si kembar yang lebih aktif memiliki tubuh dengan presentase lemak yang lebih rendah (20,7 persen berbanding 24 persen), tingkat ketahanan yang lebih baik, dan memiliki tingkat sensitivitas insulin yang normal. Sedangkan si kembar yang kurang aktif berolahraga memiliki sekitar 3 kg lebih lemak tubuh, daya tahan lebih buruk, dan sensitivitas insulin yang menunjukkan tanda-tanda penyakit metabolik awal. Tidak hanya tubuh mereka yang berbeda, kondisi otak mereka juga tidak sehat. Si kembar yang lebih atletis memiliki fungsi motorik dan keseimbangan yang bagus pada otak.

Penelitian yang dilakukan ini dalam jumlah sampel yang kecil, tapi jelas menunjukan bahwa berhenti rutin berolahraga dapat mengacaukan sistem tubuh dan otak, membuat tubuh kita menjadi rentan dihinggapi kondisi kronis seperti diabetes, kata Jordan Metzl, MD, dokter kedokteran olahraga dan penulis The Exercise Cure. Meskipun kembar kurang aktif dalam penelitian itu baru saja menjadi malas olahraga, perubahan ini dapat terjadi lebih cepat pada kita. “Otot mulai terjadi atrofi (pengecilan atau penyusutan jaringan otot atau jaringan saraf) setelah hanya beberapa hari tidak dilatih,” kata Metzl. “Kerusakan Organ dan perubahan fungsi secara keseluruhan akan muncul setelahnya.”

Rutin berolahraga sepanjang hidup dapat membuat kita tetap sehat, jadi jangan sampai berhenti berolahraga terlalu lama supaya terhindar dari berbagai macam resiko ancaman penyakit. Selain itu, pola makan yang sehat juga harus tetap dijaga. Tetap jaga semangat berolahraganya ya!!!