Website Olahraga

Kenapa Banyak Orang Tidak Biasa Sarapan?

Tuesday, November 29, 2016

Kenapa Banyak Orang Tidak Biasa Sarapan?

Banyak Orang Indonesia Tidak Biasa Sarapan, Mengapa?. Sarapan atau makan di pagi hari sangat penting sebelum memulai aktivitas. Namun, masyarakat di Indonesia, terutama di kota-kota besar tidak terbiasa untuk sarapan. Mengapa demikian?

Sarapan sendiri sangat bermanfaat bagi seseorang sebelum memulai aktivitas sehari-hari. Seperti meningkatkan mood, energi, dan konsentrasi. Bukan hanya itu, dalam survei Breakfast Week, melewatkan sarapan tiga kali dalam seminggu berpotensi meningkatkan 252 kalori. Jika tidak dibarengi dengan olahraga atau aktivitas fisik, tentu bisa menyebabkan kegemukan.

“Banyak yang belum terbiasa sarapan dan banyak yang belum paham seperti apa sarapan yang bergizi,” kata Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi) Indonesia, Hardinsyah, dikutip dari Antara News, Jumat (13/02).

Selain itu, ahli gizi dari Intitut Pertanian Bogor tersebut mengatakan bahwa sebagian masyarakat tidak memperhatikan gizi makanan sarapan. Menurut riset dari Nestle Indonesia, empat dari sepuluh anak di Indonesia mengonsumsi sarapan tidak bergizi.
Kenapa Banyak Orang Tidak Biasa Sarapan?

Menurut hasil survei tersebut, lima jenis makanan yang sering dikonsumsi ketika sarapan adalah nasi, rebusan umbi-umbian, mie, biskuit, dan sereal.

“Namun untuk nasi dan rebusan tidak diimbangi dengan lauk yang mengandung protein dan vitamin karena kecenderungan orang Indonesia hanya sarapan untuk kalori, belum mengutamakan keseimbangan gizi,” tambah Hardinsyah dalam kampanye Berbagi Pesan (Pekan Sarapan Nasional) 2015 di Jakarta.

Menurutnya, gaya hidup menjadi faktor utama seseorang melewatkan sarapan, terutama di kota besar. Masyarakat kota, lanjut Hardinsyah, banyak yang tidur terlalu larut karena pekerjaan, terjebak macet, aktif di jejaring sosial, game, atau nonton TV hingga terlalu larut malam. Hal ini membuat waktu istirahat berkurang.

“Di kota besar banyak orang mampu, tapi jarang sarapan karena bangun telat akibat tidur telalu larut,” kata Hardinsyah.

Hardinsyah menuturkan bahwa berdasarkan banyak penelitian, sarapan membantu dalam prestasi akademik dan juga pekerjaan karena membantu meningkatkan konsentrasi.

Untuk itu, Hardinsyah menyarankan sebaiknya sarapan sebelum pukul 09.00 pagi atau sebelum beraktivitas dengan kadar tak lebih dari 300-400 kalori. Jumlah tersebut merupakan 25 persen dari kebutuhan kalori harian sebanyak 1.400-1.500 kalori.

Sumber: duniafitnes.com

2 komentar

kenpa ya klo sarapan pagi suka sakit perut

Reply

ponakan susah banget suruh sarapan pagi, padahal mau sekolah. tapi kalau rada siang baruru mau sarapan. terlambat sekolah terus dah. untungnya masih TK

Reply