Website Olahraga

Keterampilan Gerak dalam Olahraga Berakar dari Kamus Gerak

Thursday, November 03, 2016

Keterampilan Gerak dalam Olahraga Berakar dari Kamus Gerak

Keterampilan gerak dalam olahraga merupakan komponen utama dalam melakukan aktivitas olahraga atau bisa kita sebut juga aktivitas fisik. Seseorang bisa dengan mudah menguasai keterampilan gerak jika memiliki pengalaman gerak yang banyak pada usia dini atau usia sekolah dasar. Pengalaman gerak yang banyak bisa disebut juga dengan "kamus gerak". Disebut dengan kamus gerak karena merupakan akumulasi pengalaman gerak yang dilakukan oleh anak pada usia awal ketika dia belajar meniru sesuatu. Fase usia tersebut disebut juga dengan fase multilateral.


Jika kita perhatikan aktivitas anak usia sekolah dasar, memang bervariasi sekali. Mulai dari melakukan berbagai macam jenis cabang olahraga seperti sepak bola, bola voli, bola basket dsb serta permainan tradisional ketika mereka pulang dari sekolah. Apalagi di daerah perkampungan yang masih menggunakan permainan tradisional sebagai permainan untuk mengisi waktu luang mereka. Seperti anak-anak ketika bermain adu kelereng, mereka secara tidak sadar telah melakukan yang mirip dengan squat yaitu jongkok berdiri yang berguna untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai, selain itu anak tersebut juga melakukan gerakan yang mengkoordinasikan mata dengan tangannya untuk menembakan kelereng ke arah kelereng lain.
Keterampilan Gerak dalam Olahraga Berakar dari Kamus Gerak
Contoh berikutnya adalah ketika anak-anak usia sekolah dasar bermain layang-layang kemudian mereka menarik layangannya dengan cepat, secara tidak sadar lengannya melakukan gerakan yang memiliki karakteristik kuat dan cepat. Konsep gerak tersebut sama dengan salah satu komponen kondisi fisik yaitu power atau daya ledak otot yang di dalamnya terkandung unsur kekuatan dan kecepatan. Ketika layang-layang ada yang putus, otomatis anak-anak tersebut mengejar layangan yang putus tadi dengan penuh kecepatan seolah-olah mereka sedang berkompetisi. Secara tidak sadar anak tersebut sudah memiliki pengalaman gerak berlari dengan cepat dan berada pada suasana kompetisi dengan temannya untuk mendapatkan layangan yang putus lagi. Bahkan jika kita lihat, mereka melalui berbagai macam rintangan seperti halnya ketika layangan yang putus tadi jatuhnya di area persawahan. Mereka tidak mengenal takut jatuh ke sawah ketika melewati galangan sawah yang sempit dan bahkan hebatnya lagi mereka bisa berlari dengan cepat pada pijakan galangan yang sangat sempit tersebut.

Dari beberapa contoh di atas, tidak terasa oleh mereka bahwa pola gerak aktivitas fisik yang dilakukan tersebut disimpan di memori otaknya sebagai pengalaman gerak dan terakumulasi menjadi kamus gerak yang bermanfaat ketika mereka memasuki usia spesialisasi cabang olahraga yang ditekuninya sesuai dengan bakat dan minatnya. 


Pengalaman gerak yang sudah terkumpul banyak dalam memori dan terbentuk kamus gerak. Akan membantu dalam mempelajari keterampilan baru pada cabang olahraganya.

Maka bersyukurlah kita yang ketika kita kecil banyak sekali melakukan permainan dengan aktivitas fisik seperti yang dicontohkan tadi. Coba dirasakan saja bagi yang sedang membaca artikel ini, ketika kita dulu banyak melakukan gerak mungkin dirasa lebih mudah mempelajari gerakan-gerakan baru pada saat ini. Karena sistem saraf kita terlatih dengan aktivitas gerak yang sudah dimulai pada saat kita kecil dulu.

Nah sekian artikel singkat ini, semoga bisa bermanfaat. Jangan sampai kita membatasi gerak anak usia dini atau usia sekolah dasar karena manfaatnya akan dirasakan nanti ketika remaja dan menjelang usia dewasa. Tapi tetap berada dalam pengawasan kita supaya dapat terkontrol dan tidak membahayakan mereka juga. Terima kasih.