Efek Latihan Fisik pada Sistem Otot

2016-12-19

Efek Latihan Fisik pada Sistem Otot

Efek latihan fisik pada sistem otot. Latihan fisik aerobik dan anaerobik dengan dosis bervariasi mulai dari intensitas ringan sampai berat yang dilakukan secara sistematis dan menerapkan prinsip latihan, akan memberikan efek berupa perubahan pada sistem otot kita, baik secara anatomis dan biokemisny dan berefek secara langsung pada peningkatan kualitas fisiologisnya. Jadi tidak mungkin terjadi peningkatan komponen kondisi fisik berupa kekuatan, daya ledak otot, dan daya tahan otot tanpa adanya efek positif latihan fisik yang mengubah sistem otot secara anatomis dan biokemis.

Perubahan Anatomis Otot
Jenis serabut otot ada dua macam yaitu serabut otot merah dan serabut otot putih. Secara umum efek latihan fisik baik aerobik dan anaerobik pada aspek anatomis otot akan mengakibatkan pembesaran otot atau biasa disebut dengan hipertropi otot. Hipertropi otot terjadi pada serabut otot lambat (otot merah) maupun serabut otot cepat (otot putih).

Pada otot yang mengalami hipertropi, terlihat dengan adanya penigkatan kualitas aspek anatomisnya (peningkatan jumlah serabut otot dan jumlah kapiler atau peningkatan diameter otot) yang memiliki fungsi memasok darah yang banyak mengandung oksigen untuk serabut otot yang aktif pada saat latihan.
Efek Latihan Fisik pada Sistem Otot

Oleh sebab itu, kualitas hipertropi ini akan diwujudkan oleh peningkatan kontraksi otot, yang berdampak pada peningkatan kekuatan, daya tahan dan daya ledak otot di seluruh tubuh, termasuk di dalamnya adalah otot pernapasan dan otot jantung. Khusus untuk kekuatan otot pernapasan akan bermanfaat dalam menstabilkan tulang dada, rangka dada, dan memperbesar pengembangan rongga dada serta pengembangan paru-paru sehingga volume udara pernapasan meningkat.

Perubahan Biokemis Otot
Latihan fisik aerobik dan anaerobik secara khusus menghasilkan perubahan pada aspek biokemis sistem otot. Perubahan tersebut diantaranya adalah

1. Peningkatan Mioglobin.
Mioglobin adalah sejenis protein yang berfungsi untuk mengikat oksigen di dalam otot dan selanjutnya berfungsi juga sebagai penyimpan cadangan oksigen dalam otot, khususnya di dalam organel mitokondria. Mitokondria memang berfungsi sebagai gudang pembentukan energi aerobik dan sangat kaya dengan sisternae (penghasil enzim aerobik).

2. Peningkatan oksidasi karbohidrat
Latihan fisik aerobik dan anaerobik akan meningkatkan kapasitas otot untuk mengubah glikogen menjadi CO2 dan H2O serta ATP dengan asupan oksigen. Peningkatan ini akan disertai dengan peningkatan jumlah dan diameter mitokondria.

3. Peningkatan aktivitas enzim
Peningkatan aktivitas enzim yang diperlukan dalam siklus Krebs dan transport elektron (succinate dehydrogenase, laktat dehydrogenase, dan fosforilase). Peningkatan aktivitas enzim tersebut berdampak pada peningkatan glikogen otot yang dibentuk dari asam laktat sampi tiga kali jumlah normal dari 13-15 mg/kg otot menjadi 39-45 mg/kg otot.

4. Peningkatan oksidasi lemak.
Energi yang dibutuhkan dari lemak 40 kali lebih besar bila dibandingkan dengan sumber energi dari karbohidrat yang bayak dibutuhkan pada cabang olahraga anaerobik (waktu singkat tetapi pengerahan energi maksimal atau supra maksimal) sedangkan pada jenis olahraga yang dilakukan dalam waktu relatif lama, sumber energi utama berasal dari lemak.

Nah itulah artikel mengenai efek latihan fisik pada sistem otot. Tetap lakukan latihan fisik untuk menunjang kinerja kita sehari-hari. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima kasih.

Incoming search terms:
  • Efek latihan fisik
  • Latihan fisik mengubah otot
  • Pengaruh latihan fisik terhadap sistem otot
  • Perubahan anatomi dan biokemis otot karena latihan fisik
  • Latihan fisik