Pengaruh Latihan Fisik Renang Gaya Dada 50 Meter terhadap Fisiologi Tubuh

2016-12-28

Pengaruh Latihan Fisik Renang Gaya Dada 50 Meter terhadap Fisiologi Tubuh

Pengaruh Latihan Fisik Renang Gaya Dada 50 Meter terhadap Fisiologi Tubuh. Latihan fisik renang gaya dada 50 meter apabila dilakukan secara teratur dan terukur dengan dosis dan waktu yang cukup, menyebabkan perubahan fisiologis yang mengarah pada kemampuan menghasilkan energi yang lebih besar dan memperbaiki penampilan atau prestasi fisik. Menurut Fox, Bower & Foss, (1988:324) 

Perubahan fisiologis yang terjadi akibat latihan fisik diklasifikasikan menjadi beberapa macam perubahan antara lain:
  1. Perubahan yang terjadi pada tingkat jaringan, yakni perubahan yang berhubungan dengan biokimia.
  2. Perubahan yang terjadi secara sistematik, yakni perubahan pada sistem sirkulasi dan respirasi, termasuk sistem pengangkutan oksigen.
  3. Perubahan lain yang terjadi pada komposisi tubuh, kadar kolesterol darah dan trigliserida, perubahan tekanan darah, dan perubahan yang berkenaan dengan aklimatisasi panas.
  4. Perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi menunjukkan bahwa tidak semua pengaruh latihan dapat diharapkan dari program latihan tunggal. Pengaruh latihan adalah khusus, yakni sesuai dengan program latihan yang digunakan, apakah itu program latihan aerob atau anaerob.
  5. Perubahan-perubahan lain yang terjadi dalam latihan. Selain perubahan biokimia dan perubahan kardiorespiratori, latihan juga menghasilkan perubahan-perubahan lain yang penting seperti:
    (a) perubahann dalam komposisi tubuh,
    (b) perubahan dalam kadar kolesterol dan trigliserida
    (c) perubahan dalam tekanan darah,
    (d) perubahan dalam aklimatisasi panas,
    (e) perubahan dalam jaringan -jaringan penghubung (Fox, Bower & Foss, 1988:347).
Pengaruh Latihan Fisik Renang Gaya Dada 50 Meter terhadap Fisiologi Tubuh
Perubahan terpenting sesudah latihan adalah bergesernya titik defleksi ke denyut nadi yang lebih tinggi. Setelah latihan titik defleksi bergerak dari 130 ke 180 detak denyut nadi per menit. Suatu eksersi dengan intensitas di atas denyut nadi titik defleksi akan menghasilkan penimbunan asam laktat. 

Kapasitas aerob yang besar memungkinkan atlet mempertahankan eksersi yang lebih lama pada ritme (pace) yang lebih tinggi. Sistem anaerob dimanfaatkan hanya untuk eksersi-eksersi endurance dengan intensitas yang sangat tinggi, dengan konsekwensi terjadi penimbunan laktat (Janssen, 1987:24). 

Kurva denyut nadi laktat untuk setiap individu berbeda. Perubahan keadaan kondisi sangat mempengaruhi pola kurve.

Nah itulah artikel mengenai Pengaruh Latihan Fisik Renang Gaya Dada 50 Meter terhadap Fisiologi Tubuh. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.