Keterampilan Teknik Tinggi dan Efek Kelelahan dalam Latihan Keterampilan Teknik

2016-12-25

Keterampilan Teknik Tinggi dan Efek Kelelahan dalam Latihan Keterampilan Teknik

Keterampilan Teknik Tinggi dan Kelelahan. Ciri dasar keterampilan teknik tinggi adalah ketepatan dan kecermatan gerakan dan atau hasil gerakan. Keterampilan teknik tinggi adalah kemampuan mengkoordinasikan fungsi saraf dan otot tingkat lanjut yang telali mencapai bentuk refleks bersyarat sehingga menghasilkan gerakan yang sangat ekonomis dan efisien.

Gerakan yang demikian tercipta karena pelaksanaannya hanya melibatkan sejumlah otot yang memang benar-benar diperlukan untuk gerakan itu, dengan pertimbangan pada saat, dalam takaran dan lama waktu kontraksi yang sangat tepat. 

Gerakan refleks bersyarat yang demikian, harus terus dikembangkan dalam berbagai cabang olahraga dengan banyak variasi, sehingga respons yang terbentukpun demikian, terlebih pada saat keadaan terdesak.
Keterampilan Teknik Tinggi dan Efek Kelelahan dalam Latihan Keterampilan Teknik
Dengan kekayaan variasi gerakan refleks bersyarat, permainan apapun akan menjadi lebih menarik, karena sulit dibaca oleh lawan dan tidak monoton bagi yang menyaksikan.

Jadi, hakekat dari keterampilan teknik tinggi cabang olahraga adalah penguasaan sebanyak mungkin teknik gerakan yang ada pada cabang olahraga tersebut pada tingkat refleks bersyarat, yang diwujudkan oleh adanya ketepatan dan kecermatan hasil gerakan.

Dengan demikian, latihan dipandang dari sudut ilmu faal adalah pengembangan refleks bersyarat dan selanjutnya terbentuknya refleks bersayarat menjadi keterampilan teknik.

Keterampilan teknik berarti pula upaya pengambangan koordinasi fungsi saraf dengan otot, sedangkan hakekat kemampuan mengkoordinasikan fungsi saraf dengan otot adalah ketepatan dan kecermatan gerakan atau hasil gerakan.

Oleh karena itu latihan teknik memiliki sasaran sebagai berikut:
  1. Sasaran I: terbentuknya ketepatan dan kecermatan gerakan;
  2. Sasaran II: terbentuknya ketepatan, kecermatan, dan kecepatan gerakan;
  3. Sasaran III: terbentuknya ketepatan, kecermatan, kecepatan, dan gerak tipu.
Peranan mata dalam gerak tipu menjadi dominan, karena mata mempunyai fungsi dalam koordinasi. Pada orang yang tidak terlatih, untuk dapat mengenai sasaran, maka sumbu penglihatan harus diarahkan ke titik sasaran, dan hal ini sangat mudah dilihat lawan. Pada orang terlatih, sasaran dapat dilihat tanpa melihat titik sasaran, karena masih dapat dilihat dari sudut mata.

Efek Kelelahan dalam Latihan Keterampilan Teknik
Kepayahan atau kelelahan, baik secara fisik maupun psikis akan sangat merugikan proses pembelajaran keterampilan teknik.

Kelelahan dapat dicerminkan oleh penurunan kualitas gerakan yang dihasilkan. Ketepatan dan kecermatan terkadang semakin tidak terjaga. 

Oleh karena itu, dengan datangnya kelelahan akan menurunkan sebanyak 50% refleks bersyarat yang telah terbina lama, dan bila refleks bersyarat belum terbina lama, maka dengan datangnya kelelahan, maka keterampilan teknik tersebut dapat hilang 100%.

Oleh karena itu, latihan fisik dapat ditempuh sampai pada taraf melelahkan, karena memang tubuh mempunyai daya adaptasi terhadap pembebanan tersebut.

Pada latihan teknik, upayakan jangan sampai melelahkan. Hal ini disebabkan karena pencetakan pola gerakan melibatkan sirkuit yang rumit dan koreksi yang sangat ketat dari pusat koordinasi, sehingga kepayahan atau kelelahan akan menghambat pusat koreksi melakukan pencetakan dan koreksi bila terjadi  penyimpangan gerakan.

Sehingga bisa kita simpulkan bahwa LATIHAN FISIK BOLEH SAMPAI LELAH, TAPI LATIHAN TEKNIK TIDAK BOLEH SAMPAI LELAH.

Nah itulah artikel mengenai keterampilan teknik tinggi dan efek kelelahan dalam latihan keterampilan teknik. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan bisa diterapkan di tempatnya masing-masing sesuai kecabangan olahraga yang ditekuninya. Terima Kasih.
Artikel Terkait