Latihan Fisik Interval Anaerob dengan Rasio 1:2

2016-12-28

Latihan Fisik Interval Anaerob dengan Rasio 1:2

Latihan fisik interval dengan rasio 1 banding 2 yaitu perbandingan 1 untuk waktu kerja dan 2 untuk waktu istirahat. Misalnya, waktu kerja menempuh jarak 50 meter dengan waktu 30 detik, maka periode istirahatnya adalah 60 detik.

Contoh latihan fisik yang akan diterapkan misalnya renang 50 meter gaya dada jarak 20-40 meter, dengan waktu kerja 15-20 detik. Dengan demikian periode istirahatnya yaitu 30-40 detik. Pelaksanaan latihan dilakukan secara bertahap.

Pada latihan awal menempuh jarak 20 meter, kemudian ditingkatkan hingga mencapai jarak 40 meter. Ciri khas latihan kecepatan adalah pada setiap ulangan dilakukan dengan kecepatan penuh. Pada latihan ini setiap ulangan dilakukan dengan kecepatan maksimal (intensitas maksimal). Setiap akhir ulangan (repetisi) segera dihitung waktu recoverinya, apabila waktu recovery hampir habis perenang segera disiapkan untuk melakukan repetisi berikutnya.
Latihan Fisik Interval Anaerob dengan Rasio 1:2
Kelebihan dan Kekurangan Latihan Interval Anaerob dengan Rasio 1:2
Periode istirahat 30-60 detik, energi ATP-PC perenang baru pulih sebesar ± 50-80%. Untuk melaksanakan kerja berikutnya maka energi yang digunakan tidak 100% ATP-PC, karena ATP-PCnya belum pulih 100%.

Belum sempurnanya pemulihan dan pengisian kembali ATP-PC di dalam otot, maka untuk aktivitas berikutnya ATP-PC tidak cukup untuk mensuplai energi ke dalam otot yang bekerja secara maksimal. Hal ini memungkinkan timbulnya akumulasi asam laktat, apabila dilakukan dengan berulangkali.

Latihan interval anaerob dengan rasio 1:2, merupakan latihan interval dengan istirahat yang lebih pendek. Saat pengulangan dan jarak bertambah asam laktat mulai diproduksi. Ketika asam laktat mulai diproduksi maka keletihan mulai timbul. Jika hal ini berlangsung secara berulang-ulang dan terus menerus maka latihan telah beralih dari latihan kecapatan menjadi daya tahan.

Jika usaha fisik maksimal dilakukan terus menerus diluar sistem energi phosphate (ATP-PC), energi akan dipenuhi melalui persediaan glikogen yang ada di dalam otot yang aktif. Energi anaerob yang dihasilkan dari glikogen ini memproduksi asam laktat. Asam laktat ini mengakibatkan rasa lelah (Pyke, Robert, Woodman, Telford & Jarver, 1991:45).

Akumulasi asam laktat di dalam darah menimbulkan keletihan otot. Otot yang mengalami keletihan tidak dapat melaksanakan tugas gerak dengan kecepatan maksimal.

Persyaratan latihan kecepatan adalah adanya pengulangan gerakan kecepatan maksimal. Latihan interval anaerob dengan rasio 1:2 menyebabkan pengulangan kerja (renang) tidak sepenuhnya dilakukan dengan kecepatan maksimal.

Dapat dikatakan bahwa, latihan interval anaerob rasio 1:2 bukan merupakan latihan kecepatan murni, tetapi mengarah pada peningkatan daya tahan kecepatan, karena ada akumulasi asam laktat.

Nah itulah artikel mengenai latihan fisik interval anaerob dengan rasio 1:2. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.
Artikel Terkait