Latihan Fisik Interval Anaerob dengan Rasio 1:3

2016-12-29

Latihan Fisik Interval Anaerob dengan Rasio 1:3

Latihan Fisik Interval Anaerob dengan Rasio 1 banding 3. Latihan interval dengan rasio 1:3 yaitu perbandingan 1 untuk waktu kerja dan 3 untuk waktu istirahat. Latihan yang akan diterapkan misalkan renang gaya dada 50 meter menempuh jarak 20-40 meter, dengan waktu kerja 15-20 detik, dengan demikian periode istirahatnya yaitu 40-60 detik.

Pelaksanaan latihan ini dilakukan secara bertahap. Pada latihan awal menempuh jarak 20 meter, kemudian ditingkatkan hingga mencapai jarak 40 meter. Ciri khas latihan kecepatan adalah pada setiap ulangan dilakukan dengan kecepatan penuh. Pada latihan ini setiap ulangan dilakukan dengan kecepatan maksimal (intensitas maksimal).
Latihan Fisik Interval Anaerob
Kelebihan dan Kekurangan Latihan Interval Anaerob dengan Rasio 1:3
Periode istirahat pada latihan interval anaerob dengan rasio 1:3 yang dilaksanakan  cukup panjang yaitu 40-60 detik. Dengan periode istirahat 40-60 detik, maka energi ATP-PC perenang telah pulih sebesar ± 70- 95%. Dengan demikian pemulihan dalam latihan interval anaerob dengan rasio 1:3 ini cukup penjang, hampir 100%. Hal ini menghindari adanya akumulasi asam laktat.

Latihan ini merupakan latihan kecepatan murni, karena unsur daya tahan dihindari. Rushall & Pyke (1992:258) mengemukakan bahwa, untuk latihan kecepatan murni, latihan harus dibatasi untuk menghindari pengembangan asam laktat, dengan pemulihan yang cukup yang diperbolehkan pada saat pengulangan.

Latihan kecepatan harus berhenti bila perubahan teknik mengarah keletihan. Intensitas dari semua aktivitas latihan sprint haruslah maksimum. Jika kurang, hal ini tidak akan dapat membantu peningkatan kecepatan. Pengulangan renang dengan jarak yang lebih pendek cocok untuk pengembangan kecepatan. Sumber energi primer tugas kecepatan adalah anaerobik alactacid.

Rushall & Pyke (1992:264) menyatakan bahwa durasi tugas latihan haruslah dalam keadaan dimana tidak ada akumulasi asam laktat dan sumber bahan bakar primer adalah sistem energi alactacid. 

Latihan renang dengan jarak pendek dan istirahat yang cukup lama dapat meminimkan timbulnya asam laktat dan timbulnya keletihan saat aktivitas.

Latihan interval anaerob dengan rasio 1:3, merupakan latihan interval dengan istirahat yang lebih lama. Istirahat yang relatif lama memberikan pemulihan yang mendekati optimal, sehingga kualitas tugas kecepatan pada tiap ulangan dapat dipertahankan.

Peningkatan kecepatan merupakan adaptasi saraf, maka penting untuk memberikan percobaan sebanyak mungkin dengan menggunakan susunan neuromuscular yang nyata dari penampilan dengan kecepatan maksimal.

Penampilan dengan kecepatan maksimal yang dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus menimbulkan superkompensasi otot dan saraf untuk dapat melaksanakan tugas kecepatan dengan lebih baik.

Itulah artikel mengenai latihan fisik interval anaerob dengan rasio 1:3. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.
Artikel Terkait