Olahraga Aerobik sebagai Terapi untuk Penderita Kanker

2016-12-26

Olahraga Aerobik sebagai Terapi untuk Penderita Kanker

Manfaat Olahraga bagi Penderita Kanker. Suatu terobosan baru telah dilakukan pada beberapa penelitian yang menggunakan media olahraga aerobik sebagai terapi untuk penderita kanker. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata olahraga aerobik memang memberikan efek positif bagi peningkatan kualitas fisik, mental, dan sosial pasien kanker tersebut.

Oleh karena itu, sampai saat ini terus dikembangkan penelitian-penelitian untuk lebih mengungkapkan formulasi yang tepat dari dosis olahraga aerobik untuk pasien penyakit kanker. 


Rekomendasi yang sangat tepat agar terhindar dari kedua penyakit tersebut adalah menjalankan hidup dengan pola yang baik (menghindari stres, berolahraga secara teratur, dan mengkonsumsi makanan bergizi secara seimbang) sangat baik untuk meningkatkan kebugaran tubuh, sehingga sistem ketahanan tubuh dapat diperbaiki.

Berolahraga aerobik dengan dosis ringan sampai sub-maksimal secara teratur akan meningkatkan seluruh fungsi sistem tubuh dan dicerminkan oleh adanya peningkatan atau perbaikan pada kekuatan dan daya tahan otot, daya tahan jantung pembuluh darah, kapasitas pernapasan, pencernaan, hormon, ketahanan tubuh dan sistem lainnya.

Dengan meningkatnya kualitas sistem pertahanan tubuh yang disertai dengan peningkatan sistem tubuhnya lainnya, maka olahraga telah dibuktikan secara tidak langsung dapat dijadikan alat untuk memerangi kanker.
Olahraga Aerobik sebagai Terapi untuk Penderita Kanker
Selain itu olahraga aerobik dapat menjangkau aspek psikologis dan sosial, sehingga si pelaku akan merasa terbebas dari stress emosi dan pikiran serta mendapatkan banyak teman baru.

Bentuk olahraga yang sangat aman dan dapat dilakukan oleh semua tingkatan umur yang sangat dianjurkan adalah olahraga kesehatan, misalnya jalan cepat, jogging, berenang, bersepeda, dan lainnya yang keseluruhannya ditujukan untuk peningkatan status kesehatan.

Olahraga kesehatan khususnya jalan dan jogging secara teratur dapat menekan efek negatif dari hormon kortisol. Hormon kortisol dikenal dengan hormon anti-inflamasi. Memang sangat mengherankan bahwa hampir setiap jenis stress baik fisik atau neurogenik dengan segera akan meningkatkan sekresi ACTH, khususnya kortisol.

Peningkatan sekresi kortisol dapat terjadi pada hampir semua jenis rudapaksa, infeksi, kepanasan atau kedinginan, dan lainnya. Olahraga aerobik dengan dosis sedang (50-60% dari Denyut Nadi Maksimum) selama 2 (dua) bulan dengan frekuensi seminggu 3 kali, dapat menurunkan kadar kortisol, sehingga stress fisik maupun psikis dapat menurun dan mampu meningkatkan kebugaran jasmani sebesar 15%.

Nah itulah artikel mengenai olahraga aerobik sebagai terapi untuk penderita kanker. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima kasih.
Artikel Terkait