Pengertian, Syarat dan Macam Kebugaran Jasmani

2016-12-23

Pengertian, Syarat dan Macam Kebugaran Jasmani

Pengertian Kebugaran Jasmani. Istilah kebugaran jasmani sepertinya sudah tidak asing lagi bagi kita, terlebih bagi para pemerhati kemajuan dunia olahraga. Ada beberapa istilah yang maknanya sama untuk menjelaskan apa itu kebugaran jasmani. Kebugaran jasmani sesuai dengan kata asalnya yaitu: physical fitness atau kesehatan fisik. Di Indonesia istilah ini dimasyarakatkan dengan sebutan kebugaran jasmani, kesamaptaan, kesegaran jasmani, dan kesanggupan jasmani.

Pengertian Kebugaran Jasmani

Secara harfiah, physical fitness berarti kecocokan fisik atau kesesuaian jasmani. Ini mengandung maksud adanya sesuatu yang harus cocok dengan fisik atau jasmani itu, yaitu macam atau beratnya tugas yang harus dilaksanakan oleh fisik tersebut. Oleh karena itu kebugaran jasmani dapat diartikan sebagai kemampuan tubuh dalam melakukan berbagai macam pekerjaan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan dapat segera pulih sebelum datangnya tugas pada keesokan harinya. Berdasar pada pengertian tersebut, kebugaran jasmani sesungguhnya merupakan derajat sehat dinamis tertentu yang diharapkan dapat menanggulangi tuntutan jasmani dalam melaksanakan tugas hidup sehari-hari dengan selalu mempunyai cadangan energi untuk melakukan tugas tambahan lainnya.
Pengertian, Syarat dan Macam Kebugaran Jasmani

Klasifikasi Kebugaran Jasmani

Hasil kesepakatan Ikatan Ahli Faal Indonesia, kebugaran jasmani diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu: komponen kebugaran jasmani terbagi menjadi dua, yaitu komponen kebugaran jasmani yang berhubungan kesehatan dan komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan motorik.

Kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan terdiri dari: daya tahan kardiovaskuler, kekuatan otot, daya tahan otot, kelentukan, dan komposisi tubuh. Kebugaran jasmani yang berhubungan dengan keterampilan motorik adalah: keseimbangan, daya ledak, kecepatan, kelincahan, koordinasi, dan kecepatan reaksi.

Dengan demikian terdapat 3 (tiga) indikator utama, dari kebugaran jasmani yaitu: kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas fisik, tidak mengalami kelelahan yang berlebihan atas tugas fisik tersebut, dan kemampuan pulih asal yang segera setelah tugas fisik tersebut selesai.

Syarat dan Macam Kebugaran Jasmani

Sesuai dengan pengertian dari physical fitness, maka perlu dijelaskan kecocokan fisik dengan kerja sesuatu, memerlukan persyaratan tertentu pula.

Syarat tersebut dibagi menjadi dua yaitu: syarat anatomis dan syarat fisiologis. Oleh karena itu physical fitness terdiri dari dua bagian yaitu: anatomical fitness dan physiological fitness. Dengan demikian sesungguhnya kebugaran jasmani pun dibagi menjadi dua macam, yaitu kebugaran jasmani yang bersifat anatomis dan kebugaran jasmani yang bersifat fisiologis.

Anatomical fitness berhubungan dengan kondisi dan kualitas dari indikator tinggi badan, berat badan, kelengkapan anggota badan, dan ukuran berbagai bagian badan. Sedangkan physiological fitness berkaitan dengan tingkat kemampuan menyesuaikan fungsi alat-alat tubuhnya terhadap: cuaca, tugas fisik, dan fungsi alat-alat tubuh.

Pada saat ini pengertian physical fitness dititik beratkan pada physiological fitness. Hal ini sangat disadari, bila kita membina atau meningkatkan indikator anatomis sangatlah sulit dan tidak efisien, tetapi pembinaan yang ditujukan untuk peningkatan fisiologis lebih mudah dan berhasil ganda (fisiologisnya dan anatomisnya sekaligus meningkat).

Beidasarkan paparan tersebut, maka pada dasanya semua orang memiliki tingkat kebugaran jasmani yang berbeda sesuai dengan kecocokan jasmani dalam mengerjakan pekerjaan tertentu. Oleh karena itu seseorang semakin mampu mengerjakan pekerjaan yang berat dan rumit, berarti dia memiliki tingkat kebugaran jasmani yang tinggi dan sebaliknya. Jadi, berat ringannya pekerjaan akan mempengaruhi dan membentuk derajat kebugaran jasmani seseorang.

Bila kita semakin menyadari betapa pentingnya dukungan fisiologis terhadap berbagai bentuk pekerjaan manusia, maka kita semua akan berupaya bagaimana meningkatkan kemampuan fisik tersebut, agar kehidupan semakin berarti. Oleh karena itu sesunggguhnya kebugaran jasmani merupakan derajat sehat dinamis tertentu yang diharapkan dapat menghadapi tuntutan pekerjaan jasmani serta masih mempunyai cadangan energi untuk mengerjakan tugas fisik lainnya.

Dengan memiliki derajat kebugaran jasmani yang maksimal, sangat dimungkinkan untuk meminimalkan seseorang terkena penyakit kronik-degeneratif pada usia menjelang tua dan masih produktif pada usia tua.

Itulah artikel mengenai pengertian, syarat dan macam kebugaran jasmani. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.

Incoming search terms:
  • Pengertian kebugaran jasmani
  • Syarat kebugaran jasmani
  • Macam kebugaran jasmani
  • Derajat sehat dinamis
  • Derajat sehat statis
Artikel Terkait