Program Latihan dan Prinsip Latihan Fisik

2016-12-09

Program Latihan dan Prinsip Latihan Fisik

Program latihan dan prinsip latihan fisik. Salam pembaca sekalian, program latihan fisik atau biasa disebut dengan physical training program merupakan sebuah rangkaian kegiatan berupa latihan fisik dengan cara berulang dan terprogram untuk mencapai tujuan tertentu. Pada penyusunan dan pelaksanaan program latihan fisik, seorang pelatih dituntut harus memiliki ilmu dan seni atau biasa kita sebut dengan art and science. Seni dalam melatih harus berdasar pada keilmuan olahraga yang didukung oleh berbagai macam disiplin ilmu dalam melatih tersebut. Sehingga melalui program latihan fisik yang diberikan oleh pelatih tersebut, seorang atlet dapat mengembangkan segala potensi yang terdapat pada dirinya. Baik potensi dari segi fisik, mental maupun sosial.

Selain itu, program latihan fisik juga ditujukan untuk menghasilkan berbagai perubahan sistem tubuh dan potensi mental-sosial yang positif. Untuk mencapai beberapa tujuan tersebut maka penyusunan dan pelaksanaan program latihan fisik haru memperhatikan penerapan beberapa konsep dari berbagai macam prinsip latihan fisik.
Program Latihan dan Prinsip Latihan Fisik
Dalam ilmu kepelatihan, terdapat beberapa macam konsep prinsip latihan fisik yang menjadi acuan dan dasar untuk diterapkan pada program latihan fisik. Dengan penerapan prinsip latihan fisik dalam program latihan fisik maka atlet yang kita bina bisa mencapai target yang kita tentukan pada program latihan fisik. 

Beberapa pendapat para ahli Ilmu Kepelatihan dan Sport Medicine memang ada sedikit perbedaan, mengenai prinsip latihan fisik. Tapi secara umumnya, prinsip latihan fisik yang harus ada dalam program latihan fisik adalah sebagai berikut:
  • Prinsip latihan beban bertambah
  • Prinsip menghindari dosis/beban berlebih
  • Prinsip individual
  • Prinsip pulih asal
  • Prinsip spesifik
  • Prinsip mempertahankan dosis latihan
Penerapan berbagai prinsip latihan fisik ini didasarkan pada pertimbangan bahwa sistem tubuh kita memiliki kemampuan untuk merespon dan mengadaptasikan beban latihan fisik yang diberikan pada saat program latihan fisik dalam jangka waktu tertentu.

Prinsip latihan beban bertambah
Pada prinsip latihan fisik ini, dipantau melalui pencapaian denyut jantung/nadi maksimal (DNM) pada training zone (zona latihan yaitu rentang pencapaian denyut jantung latihan yang ditentukan oleh pelatih melalui intensitas latihan) dan ditujukan untuk mendapatkan respon dan adaptasi tubuh yang bersifat positif.

Prinsip menghindari dosis/beban berlebih
Dosis atau beban latihan harus benar-benar diperhatikan supaya tidak menyebabkan micro injury yang sulit diobati dan disembuhkan, sehingga efeknya dapat mengakibatkan cedera yang menetap baik secara anatomis (struktur tubuh) maupun fisiologis (fungsi tubuh yang bisa terjadi karena faktor over use=penggunaan berlebihan atau traumatik=benturan).

Prinsip individual
Prinsip latihan fisik ini penerapannya didasarkan pada kenyataan bahwa karakteristik atlet dari segi fisiologis, psikis dan sosial yang berbeda, sehingga pada proses pelaksanaan program latihan fisik seorang pelatih harus bisa memberikan perlakuan yang tepat bagi atlet sesuai karakteristiknya.

Prinsip pulih asal
Prinsip pulih asal berdasar pada kemampuan tubuh untuk menyediakan  dan meresintesis sampah metabolisme (biasanya dalam bentuk asam laktat) menjadi sumber energi baru untuk aktivitas fisik selanjutnya. Misalnya seperti akumulasi atau penumpukan asam laktat dalam darah, hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi penyediaan energi secara anaerobik maupun aerobik, jika tubuh kita mampu mengubah asam laktat tersebut menjadi energi dengan bantuan oksigen yang cukup.

Prinsip spesifik dan mempertahankan dosis latihan
Prinsip ini didasarkan pada kenyataan bahwa tubuh tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dosis latihan yang mendadak dan terlalu berat di atas ambang kemampuannya. Jika rangsangan bebannya langsung seketika diberikan terlalu berat pada suatu saat tubuh kita tidak akan mampu lagi memberikan respon terhadap pembebanan dosis latihan. Kejadian tersebut biasanya akan diiringi dengan kondisi mental atlet yang sudah mengalami kejenuhan dan fatique.

Oleh sebab itu, penerapan dosis latihan fisik seharusnya menerapkan sistem tangga yang diungkap oleh Tudor O. Bompa. Pada sistem tangga tersebut terdapat fase unloading yang bermanfaat untuk merecovery atau memulihkan sistem tubuh dengan menguraikan dan meresintesis sampah metabolisme menjadi energi.

Melatih memang menerapkan art and science, oleh karena itu menetapkan dan menerapkan dosis latihan fisik juga harus divariasikan, ada saat ketika dosis latihan fisik yang berat dan ada juga saat ketika dosis latihan fisik ringan menuju istirahat untuk recovery atau pemulihan.

Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai prinsip latihan fisik akan dibahas pada artikel berikutnya. Semoga artikel mengenai program latihan dan prinsip latihan fisik ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di websit ini. Terima Kasih.
Artikel Terkait