Respons dan Adaptasi Tubuh Karena Latihan Fisik

2016-12-18

Respons dan Adaptasi Tubuh Karena Latihan Fisik

Respons dan adaptasi tubuh pada saat latihan fisik. Latihan fisik dapat digunakan sebagai bentuk tekanan 'stress' fisiologis yang dapat menimbulkan perubahan aktivitas fisiologis. Perubahan tersebut diharapkan masih di bawah batas kapasitas maksimal fisiologis. Karena jika melebihi batas kapasitas fisiologis tubuh maka akan terkondisikan pada keadaan patologis. Pemikiran tersebut melahirkan konsep kajian exercise-physiology. Konsep tersebut merupakan cabang fisiologi yang mempelajari semua respons fisiologis selama atau setelah adanya aktivitas fisik dalam jangka waktu tertentu. Oleh sebab itu di dalam tubuh terjadi perubahan kualitas mekanisme homeostatis yang terjadi baik pada saat istirahat maupun dalam kondisi homeostatis-dinamik antar sistem tubuh selama adanya peningkatan adaptasi fisiologis. Respons fisiologis muncul selama olahraga dan setelah kegiatan dihentikan maka akan kembali pada kondisi semula sebelum melakukan kegiatan olahraga. Perubahan itu berlangsung saat itu juga, oleh karena itu sering disebut sebagai perubahan fisiologis sementara (respons), sedangkan perubahan fisiologis setelah melakukan latihan fisik dengn rentang waktu tertentu disebut perubahan yang menetap (adaptasi).
Respons dan Adaptasi Tubuh Karena Latihan Fisik
Respons tubuh dapat berupa bentuk jawaban segera atau seketika (akut) maupun lambat (kronik). Jawaban tubuh segera ditunjukkan pada peningkatan kontraksi otot, perubahan suhu tubuh, meningkatnya frekuensi pernapasan, dan frekuensi denyut jantung. Bentuk jawaban respons lambat merupakan aktivitas fisiologis yang ditujukan untuk proses adaptasi. Respons tubuh terhadap dosis latihan fisik, dapat menentukan kondisi awal kualitas sistem tubuh olahragawan. Meskipun dosisnya sama diberikan pada olahragawan, akan tetapi proses adaptasi tubuh terhadap beban latihan yang diberikan tidak akan sama dari tiap olahragawan.

Latihan fisik dapat dianggap sebagai stressor fisik yang dapat dikondisikan dalam waktu tertentu oleh tubuh itu sendiri, sehingga menjadi "stimulator", yang akhirnya dapat ditujukan untuk peningkatan kualitas fisiologis. Latihan fisik dapat menimbulkan proses adaptasi tingkat sistem dan tingkat seluler, yaitu : sistem saraf, sistem hormon, sistem kardiorespirasi, sistem metabolisme, muskuloskeletal, dan  sistem ketahanan tubuh.

Peningkatan kemampuan fisiologis pada sistem kardiorespirasi dapat ditunjukkan melalui efisiensi denyut jantung dan cardiac out put yang akhirnya membentuk kualitas kapasitas aerobik atau VO2max. Adaptasi sistem metabolik dan saraf dicerminkan pada kualitas neuro-muskulo-skeletal yang mendukung yaitu : kekuatan dan daya tahan otot, kecepatan, kelincahan, dan koordinasi. Respons sistem saraf, sistem ketahanan tubuh akan dicerminkan dengan peningkatan kualitas ketahanan tubuh, sehingga pelaku tidak mudah terkena bibit penyakit dan tidak mudah cedera. Sementara itu di sistem hormon akan dicerminkan oleh peningkatan kualitas pertumbuhan dan perkembangan otot dan matriks tulang, kulit menjadi jauh lebih elastis dan putih.

Fakta lain menunjukkan bahwa latihan fisik teratur meningkatkan kemampuan fisiologik tubuh terutama otak sebanyak 25% lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang yang tidak aktif. Wujudnya adalah jika orang yang rajin berolahraga atau latihan fisik maka tidak akan mudah lupa dan dapat meminimalisir terjadinya dimensia sejak dini. Sama halnya dengan orang yang melakukan latihan fisik secara teratur di saat usianya menginjak 50 tahun akan mendapatkan kualitas fungis neuro-muskulo-skeletal dan kardiorespirasi hampir sama dengan ketika usia 20-30 tahun.

Beberapa fakta lain juga menyebutkan bahwa latihan fisik dapat digunakan untuk mengatasi kecepatan turunnya kualitas organ dan bisa juga dipakai sebagai terapi fisio-biologik pada beberapa macam penyakit seperti kanker, diabetes mellitus, jantung koroner, stroke, osteoporosis, asmatik dan infertilitas.

Nah itulah artikel mengenai respons dan adaptasi tubuh karena latihan fisik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima kasih.

Incoming search terms :
  • Latihan fisik
  • Respons tubuh pada latihan fisik
  • Adaptasi beban latihan fisik
  • Respons fisiologis tubuh pada saat latihan fisik
  • Perubahan aktivitas fisiologis karena latihan fisik
Artikel Terkait