Aspek-aspek yang Mempengaruhi Kematangan Belajar Keterampilan Gerak

2017-01-07

Aspek-aspek yang Mempengaruhi Kematangan Belajar Keterampilan Gerak

Aspek-aspek yang Mempengaruhi Kematangan Belajar Keterampilan Gerak. Keterampilan gerak pada setiap orang tidak sama atau berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya : faktor keturunan, pengalaman pada masa anak-anak, tujuan pribadi, pengaruh lingkungan, dan faktor lain yang menunjang terhadap penguasaan suatu keterampilan.

Faktor Keturunan

Bakat peserta didik dibawa sejak lahir yang dipengaruhi oleh faktor genetik. Karena itu, tentunya bakat pada masing-masing anak tidak sama. Salah satu upaya pengembangan bakat yang berhubungan dengan olahraga dapat diwujudkan melalui proses belajar mengajar di sekolah atau melalui kegiatan diluar sekolah. Dalam hal ini, seorang pendidik harus memahami perbedaan tersebut guna memudahkan dalam merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar. Perencanaan dan pelaksanaan proses belajar siswa harus mempertimbangkan perbedaan bakat yang dimiliki para siswa.

Pengalaman pada Masa Kanak-kanak (childhood experience)

Pada masa kecil anak-anak suka berlari, melompat-lompat atau meloncat-loncat, menendang bola mainannya, memukul bola mainannya, melempar bola dan lain sebagainya. Pengalaman semasa kecil tersebut merupakan modal gerak-gerak dasar (motor ability) yang sudah dimilikinya. Berdasarkan modal tersebut anak akan mampu melakukan aktivitas fisik (gerak lari, lompat, menendang, melempar, dan sebagainya), yang diperlukan dalam setiap jenis atau cabang olahraga.

Begitu pula kekuatan otot-ototnya terbentuk oleh pengalaman semasa kecil. Dengan kekuatan otot-ototnya ia pun akan mampu melakukan gerakan-gerakan atau aktivitas fisik dalam olahraga apapun. Bagi anak yang memiliki pengalaman semasa kecilnya seperti dikemukakan di atas, apabila diberikan beberapa teknik kepadanya, dia tidak terlalu sukar mempelajarinya. Tetapi sebaliknya, bila anak yang belum memiliki pengalaman gerak pada masa kanak-kanak, mereka akan merasa kesulitan untuk melakukan proses belajar geraknya.
Baca Juga => Keterampilan gerak dalam olahraga berakar dari kamus gerak
Kematangan Belajar Keterampilan Gerak

Pengaruh lingkungan (environmental influence)

Faktor lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan bakat gerak seseorang. Lingkungan keluarga yang senang berolahraga akan membentuk anak-anaknya senang berolahraga pula. Hal ini bentuknya perilaku orang tua atau anggota keluarga-keluarga yang lainnya merupakan faktor utama pembentuk kebiasaan dan pengembangan bakat seorang anak.

Perilaku orang tua atau orang yang dekat dengan dirinya akan ditiru dan diteladani oleh anak. Dengan demikian, lingkungan yang baik atau lingkungan yang memiliki saran dan prasarana yang cukup memadai untuk pengembangan bakat gerak seseorang dapat menunjang tercapainya tujuan belajar keterampilan gerak.

Tujuan pribadi (personal goal)

Tekad dan kemauan dalam diri anak untuk belajar keterampilan gerak kemajuan modal utama yang akan membina kemauannya belajarnya. Kemajuan belajar itu bersumber pada motivasi intrinsik atau kemauan yang lahir dari dalam diri anak itu sendiri. Motivasi intrinsik tersebut muncul dan berkembang apabila anak itu mempunyai tujuan, memahami dan mengerti bahwa keterampilan gerak yang akan dipelajarinya itu benar-benar bermanfaat bagi bekal dirinya.

Selain faktor-faktor tersebut di atas, secara fisiologis kelelahan ikut mempengaruhi proses belajar atau berlatih. Proses kelelahan dalam belajar atau berlatih keterampilan olahraga ditimbulkan oleh koordinasi dari fungsi syaraf otot.

Pada dasarnya koordinasi dari fungsi syaraf otot tersebut bersifat refleks bersyarat. Agar tercapai refleks bersyarat, ada faktor pembatas yag tidak boleh diabaikan yaitu pengulangan (repetition). Pengulangan gerak itu tidak boleh sampai menyebabkan kelelahan yang berlebihan pada salah satu atau beberapa otot yang bersangkutan. Refleks itu karena adanya kebiasaan gerak atau pengulangan. 

Kelelahan akan menyebabkan hilangnya refleks bersyarat sebagian atau seluruhnya. Hal ini tergantung pada seberapa lama refleks itu dimiliki. Ini sesuai dengan pendapat Giriwiyono (1992 : 80) bahwa, “Refleks bersyarat yang telah dimiliki sejak lama dan tetap dipelihara/dilatih akan hilang 50% dengan datangnya kelelahan. Ini artinya yang biasa tersebut, ruksaknya teknik gerakan oleh datangnya kelelahan.”

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor fisiologis (kelelahan) berpengaruh terhadap tingkat penguasaan keterampilan gerak motorik siswa. Proses belajar atau berlatih motorik siswa akan menjadi terganggu dan rusak apabila terjadi kelelahan yang berlebihan. Hal ini akan menimbulkan penyimpangan gerak, akibatnya terjadi penyimpangan koordinasi gerak yang salah.

Penyimpangan gerak ini akan menghambat terbentuknya gerakan-gerakan yang dipelajari. Oleh karena itu, langkah utama unuk mengurangi efek kelelahan yang berlebihan terhadap proses belajar atau berlatih gerak ialah menetapkan cara pemberian gerak atau berlatih melalui permainan yang sebenarnya.

Melalui permainan siswa akan memperoleh kesenangan terlebih jika permainan untuk melakukan teknik–teknik gerakan yang benar agar memperoleh suatu kemenangan. Dengan demikian, pola-pola gerakan akan mudah dikuasainya, dengan catatan guru memberi penguatan berupa hukuman bagi siswa yang melakukan kesalahan. Dengan penguatan tersebut siswa akan lebih berhati-hati karena ingin memenangkan permainan tersebut.

Itulah aspek yang mempengaruhi kematangan anak dalam belajar keterampilan gerak yang harus diperhatikan oleh para guru dan praktisi olahraga, supaya kita bisa memberikan pondasi gerak yang bagus dan berguna ketika anak tersebut tumbuh menjadi dewasa. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.
Artikel Terkait