Kaitan Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar Penjas

2017-01-16

Kaitan Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar Penjas

Kaitan Motivasi berprestasi dengan hasil belajar penjas. Motivasi sangat erat kaitannya dengan kemampuan, sehingga orang mengatakan ada kemampuan yang terkandung di dalam pribadi orang yang penuh motivasi. Menurut Staton dalam Soedibyo (1989: 19) motivasi diartikan sebagai pendorong atau penggerak yang mengkondisikan individu dan selanjutnya diarahkan untuk mencapai suatu tujuan.

Seseorang hanya akan belajar jika ia mempunyai kemauan untuk belajar. Adanya kemauan untuk belajar tersebut menunjukkan bahwa individu tersebut mempunyai motivasi untuk belajar. Hasil penelitian Lioyd and Archer (1977: 70) melaporkan bahwa ada korelasi positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dengan hasil belajar.
Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar Penjas
Singer (1986: 26-27) mengatakan bahwa tinggi rendahnya motivasi seseorang akan menentukan pilihan untuk melakukan, bagaimana intensitas ia melakukannya, dan bagaimana berat usaha ia melakukannya atau tingkat kinerja setiap waktu.

Seseorang yang memiliki motivasi berprestasi akan melakukan suatu aktivitas lebih baik, lebih efisien, lebih cepat, dan lebih bersemangat dan bertanggungjawab. Menurut Straub (1989: 38) prestasi = belajar + motivasi. Artinya untuk mencapai prestasi belajar yang baik, faktor latihan adalah mutlak dan harus dilakukan oleh siswa, tetapi latihan tanpa motivasi hasilnya akan tersendat dan prosesnya akan lama. Sebaliknya motivasi tanpa latihan tidak mungkin karena segalanya tidak akan terarah.

Boocock (1968: 74) berpendapat bahwa motivasi berprestasi merupakan kecenderungan seseorang untuk mereaksi terhadap situasi untuk mencapai suatu prestasi yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku. Motivasi berprestasi merupakan motif yang mendorong seseorang berpacu dengan keunggulan orang lain dan keunggulan diri sendiri.

Hubungan Motivasi Berprestasi dengan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani

Esensi pendidikan jasmani (penjas) adalah suatu proses belajar untuk bergerak (learning to move) dan belajar melalui gerak (learning through movement). Program pendidikan jasmani (penjas) berusaha membantu peserta didik untuk menggunakan tubuhnya lebih efisien dalam melakukan berbagai keterampilan gerak dasar dan keterampilan kompleks yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Guru penjas (pendidikan jasmani) semestinya memberikan pengalaman berhasil bagi setiap anak, karena pengalaman berhasil dapat merupakan sumber motivasi. Motivasi adalah kemauan seseorang untuk memilih, mengarahkan dan memperkuat perilaku dalam mencapai tujuan.

Seseorang yang memiliki motivasi berprestasi akan melakukan sesuatu dengan kemauan kuat untuk maju, mengarah pada standar keunggulan, suka berkompetisi, memilki semangat yang tinggi, percaya akan kemampuannya, tidak suka membuang waktu, dan belajar dipandang sebagai jalan menuju cita-cita.

Motivasi berprestasi mendorong seseorang berpacu dengan keunggulan, baik keunggulan sendiri maupun keunggulan orang lain, serta mendorong seseorang untuk berpartisipasi aktif dalam suatu aktivitas jasmani.

Keterlibatan siswa dalam setiap tugas gerak, selain didorong untuk menyatakan kemampuan dirinya, juga untuk meraih pengalaman berhasil. Karena itu upaya untuk membangkitkan motivasi siswa ialah memberikan kepada siswa untuk mengalamai pengalaman berhasil.

Dengan demikian tugas-tugas gerak juga disesuaikan dengan kemampuan siswa, sehingga siswa akan termotivasi untuk menampilkan performance terbaik yang dimilikinya, berhubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas gerak dalam aktivitas jasmani. 

Itulah artikel mengenai kaitan motivasi berprestasi dengan hasil belajar penjas. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini ya. Terima Kasih.
Artikel Terkait