Nilai-nilai Karakter dalam Olahraga dan Penjas (Pendidikan Jasmani)

2017-01-11

Nilai-nilai Karakter dalam Olahraga dan Penjas (Pendidikan Jasmani)

Nilai-nilai karakter dalam olahraga dan penjas. Pada artikel kali ini kita akan bahas mengenai nilai karakter yang terdapat dalam olahraga dan penjas (pendidikan jasmani). Menurut Hodge (Gould, 2003:533), kebanyakan orang sepertinya meyakini bahwa berpartisipasi dalam program aktivitas jasmani mengembangkan karakter secara otomatis, meningkatkan alasan-moral, dan mengajarkan nilai dari ciri-ciri olahragawan sejati, tetapi sedikit bukti bahwa itu semua membangun karakter.

Partisipasi dalam pendidikan jasmani dan olahraga tidak secara otomatis menghasilkan orang yang baik atau jahat. Karakter tidak datang dengan sendirinya, tetapi diajarkan dalam program pendidikan jasmani dan olahraga, pengajaran alasan-moral dan nilai-nilai olahraga itu melibatkan penggunaan strategi tertentu yang sistematis.

Bagaimana kaitan antara karakter dan olahraga? Telah menjadi keyakinan umum bahwa aktivitas olahraga syarat dengan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, sportivitas, disiplin, dan kepemimpinan.

Weinberg dan Gould (2003:527) mengatakan bahwa karakter merupakan sebuah konsep dari moral, yang tersusun dari sejumlah karakteristik yang dapat dibentuk melalui aktivitas olahraga, antara lain: rasa terharu (compassion), keadilan (fairness), sikap sportif (sportpersonship), integritas (integrity).

Semua nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui ketaatan atau kepatuhan seseorang dalam berkompetisi sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku pada cabang olahraga yang ditekuninya. Di dalam peraturan permainan melekat semangat keadilan dan tuntutan kejujuran para pelaku olahraga saat menjalankan pertandingan.

Terdapat ungkapan yang sudah menjadi keyakinan sejarah dari waktu ke waktu: Sport build character (Maksum, 2005; 2002). Kofi Anan, mantan Sekjen PBB pernah menyatakan: Sport teaches life skill - sport remains the best school of life (United Nation, 2003).

United Nations melalui Task force on Sport for Development and Peace menyatakan bahwa olahraga merupakan instrumen yang efektif untuk mendidik kaum muda, terutama dalam hal nilai-nilai (lihat Tabel di bawah ini).
Nilai-nilai Karakter dalam Olahraga dan Penjas (Pendidikan Jasmani)
Sejak tahun 2000, United Nations mengembangkan program yang disebut Young Education through Sport, sebuah model program olahraga dan pendidikan bagi kaum muda. Sebagai pilot project, program ini telah dilakukan di Zimbabwe, mencakup 10 propinsi dengan 25 ribu partisipan (United Nations, 2003).

Nah itulah artikel mengenai nilai-nilai karakter dalam olahraga dan penjas. Semoga kita bisa menerapkan semua nilai-nilai dalam olahraga dan penjas untuk membentuk karakter anak didik menjadi lebih baik. Terima Kasih
Artikel Terkait