Pengaruh Positif Olahraga terhadap Perilaku Sosial Remaja

2017-01-16

Pengaruh Positif Olahraga terhadap Perilaku Sosial Remaja

Pengaruh positif olahraga terhadap perilaku remaja. Menurut Seefeldt dan Ewing, Shields dan Bredemeier, (Gould, 2003:534), penelitian telah menunjukkan bahwa partisipasi remaja dalam kegiatan olahraga mengurangi perilaku kejahatan daripada para remaja yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

Lebih lanjut dinyatakan, hubungan negatif antara partisipasi berolahraga dengan perilaku kejahatan ringan/penyimpangan sosial tampak lebih menguat pada remaja yang berada dalam komunitas miskin. Tapi, hal yang belum terlihat jelas adalah mengapa hubungan ini bisa muncul? Untuk keperluan itu, beberapa hal yang perlu mendapat penjelasan adalah kesenjangan sosial, ikatan sosial, pelabelan sosial, dan pembedaan ekonomi.

Hubungan negatif antara berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dengan penyimpangan sosial berupa kesenjangan sosial, ketika para atlet tidak sering, dan tidak intens berinteraksi dengan penyimpangan sosial. Dengan perkataan lain, berpartisipasi dalam kegiatan olahraga menjaga remaja jauh dari kegiatan di jalanan dan jauh dari masalah-masalah sosial.
Pengaruh Positif Olahraga terhadap Perilaku Sosial Remaja
Ikatan sosial dicirikan oleh remaja yang berpartisipasi dalam kegiatan olahraga mengembangkan rasa pengakuan terhadap orang lain, terutama pada orang yang dominan, pro nilai-nilai sosial. Seorang atlet muda mengidentifikasi dirinya dengan pelatihnya dan regunya dan karena itu mereka belajar nilai-nilai kerjasama, kerja keras, dan berprestasi.

Pelabelan sosial dicirikan oleh tumbuh kembangnya pengakuan nilai-nilai sosial seiring dengan makin meningkatnya partisipasi remaja dalam kegiatan sosial. Para atlet remaja sering mendapatkan pengakuan sosial, sehingga pada saat yang bersamaan menumbuhkan kebanggaan sosial. Karena itu, berpartisipasi dalam kegiatan olahraga bagi kalangan remaja menumbuhkan pengakuan sosial, yang pada gilirannya akan mencirikan label nama sosial dan nilai-nilai sosial yang ada dalam struktur masyarakat.

Pembedaan ekonomi yang dimaksud dicirikan oleh banyaknya atlet yang berasal dari kalangan status ekonomi rendah-menengah yang ingin memperbaiki tingkat ekonomi kehidupannya dengan berpartisipasi dalam kegiatan olahraga untuk kenikmatan dan perbaikan status ekonomi. 

Berpartisipasi dalam kegiatan olahraga bagi kalangan remaja untuk meningkatkan prestise dan status, sehingga pada gilirannya akan mengurangi jurang pembedaan ekonomi, dan mengantarkan atlet hidup lebih baik, serta memberikan keyakinan untuk dapat meraih tujuan yang diinginkannya.

Meskipun penjelasan ini dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih baik mengapa berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dapat menekan penyimpangan sosial, namun tidak seutuhnya memberikan kesimpulan yang jelas. Tetapi, paling tidak hubungan berpartisipasi dalam kegiatan olahraga dengan penyimpangan sosial dapat dijelaskan oleh pandangan-pandangan seperti di atas, meski dalam beberapa hal diperlukan penelitian lebih lanjut.

Jadi memang ada pengaruh yang positif antara olahraga terhadap perilaku sosial remaja kita. Salurkan minat bakat remaja kita salah satunya dengan kegiatan olahraga. Itulah artikel mengenai pengaruh positif olahraga terhadap perilaku sosial remaja. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Terima Kasih.
Artikel Terkait